MATAPEDIA6.com, BATAM – Maraknya aksi pencurian besi yang belakangan viral di media sosial membuat aparat bergerak. Polresta Barelang menggandeng TNI, Direktorat Pengamanan (Ditpam) BP Batam, dan Satpol PP Kota Batam menggelar patroli gabungan untuk mengantisipasi aksi “rayap besi” yang menyasar fasilitas umum di berbagai wilayah Batam.
Patroli sinergitas itu diawali dengan apel gabungan di Mapolresta Barelang pada Rabu (17/6/2026) malam. Langkah tersebut dilakukan sebagai respons atas meningkatnya perhatian publik terhadap kasus pencurian besi yang dinilai berpotensi merusak aset dan infrastruktur kota.
Kasat Samapta Polresta Barelang AKP Satri Putra mengatakan patroli gabungan difokuskan pada upaya pencegahan sekaligus memperkuat kehadiran aparat di lapangan.
“Kami meningkatkan koordinasi lintas instansi untuk mencegah aksi pencurian besi maupun perusakan fasilitas umum yang merugikan masyarakat,” kata Satri yang disampaikan melalui keterangan Kasi Humas Polresta Barelang AKP Budi Santosa dikutip, Jumat (19/6/2026).
Sebanyak 38 personel gabungan diterjunkan dalam kegiatan tersebut. Mereka terdiri dari personel Sat Samapta Polresta Barelang, Polisi Militer, Ditpam BP Batam, dan Satpol PP Kota Batam.
Baca juga:Sidang Dju Seng Hadirkan Ahli Kehutanan, Soroti Kondisi Kawasan Tanjung Gundap
Patroli dilakukan menggunakan sejumlah kendaraan dinas dan dibagi menjadi dua regu. Regu pertama menyisir kawasan Lubuk Baja, Batu Ampar, Bengkong, Batam Kota hingga Nongsa. Sementara regu kedua bergerak ke wilayah Sei Beduk, Sagulung, dan Sekupang.
Selain memantau lokasi yang dianggap rawan, aparat juga melakukan pengawasan terhadap fasilitas umum yang berpotensi menjadi sasaran pencurian. Kehadiran petugas di lapangan diharapkan dapat memberikan efek cegah terhadap pelaku kejahatan.
Dari hasil patroli yang berlangsung hingga dini hari, petugas tidak menemukan gangguan keamanan yang menonjol. Situasi di seluruh wilayah yang dipantau dilaporkan aman dan kondusif.
Belakangan, aksi pencurian besi atau yang dikenal masyarakat sebagai ‘rayap besi’ menjadi sorotan di Batam. Sejumlah kasus bahkan viral di media sosial, salah satunya dugaan pencurian komponen besi di kawasan Terowongan Pelita yang memicu kekhawatiran warga terhadap keamanan fasilitas publik.
Polresta Barelang mengimbau masyarakat untuk ikut mengawasi lingkungan sekitar dan segera melaporkan aktivitas mencurigakan yang berpotensi mengarah pada pencurian maupun perusakan fasilitas umum.
Masyarakat juga dapat menghubungi layanan kepolisian 110 yang beroperasi selama 24 jam untuk menyampaikan laporan atau meminta bantuan.
Baca juga:Bank Indonesia Naikkan BI-Rate ke 5,75 Persen untuk Jaga Rupiah dan Kendalikan Inflasi
Editor:Zalfirega
















