MATAPEDIA6.com, BATAM – Kasus hilangnya siswi kelas 3 SMAN 1 Batam berinisial KW (17) yang sempat menghebohkan masyarakat akhirnya berakhir damai setelah pihak keluarga korban memutuskan mencabut laporan polisi.
Kapolsek Sekupang, Kompol Hippal Tua Sirait, melalui Kanit Reskrim Iptu Riyanto menjelaskan keluarga korban memilih tidak melanjutkan proses hukum dengan mempertimbangkan kondisi psikologis dan masa depan korban yang masih berstatus pelajar.
“Pelapor telah mencabut laporan pengaduan. Kedua belah pihak keluarga sudah bertemu di Polsek dan sepakat menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan,” ujar Riyanto, Sabtu (7/2/2026).
Dalam kesepakatan tersebut, pria berinisial MYC (20) yang sebelumnya membawa korban tidak dilakukan penahanan dan telah dipulangkan ke keluarganya.
Polisi menyebut perdamaian merupakan hak korban dan keluarga, sehingga proses hukum tidak dilanjutkan.
Baca juga: Cabuli Cucunya Sendiri, Kakek Tiri di Sekupang Ditangkap Polisi
Sebelumnya, KW dilaporkan hilang sejak Selasa (3/2/2026) setelah berpamitan kepada orang tuanya untuk belajar kelompok di kawasan Tiban.
Saat berada di lokasi, korban bertemu dengan MYC yang baru dikenalnya melalui media sosial TikTok.
Tak lama kemudian keduanya pergi bersama, bahkan korban diminta mematikan telepon selulernya.
Merasa anaknya tidak pulang hingga keesokan hari, orang tua korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sekupang.
Polisi kemudian melakukan penyelidikan dengan memeriksa rekaman CCTV dan keterangan saksi.
Korban akhirnya diketahui berada di wilayah Tanjunguban setelah ponselnya kembali aktif. Pada Jumat (6/2/2026), KW ditemukan dalam keadaan aman di Pelabuhan Telaga Punggur bersama MYC.
Baca juga: Remaja di Batam Ditangkap Polisi Terungkap Curi Motor 15 Kali, Aksinya Berakhir di Polsek Sekupang
Dari hasil pemeriksaan, MYC mengaku sempat membawa korban menginap di sebuah hotel di Batam, kemudian bermalam di mobil sebelum menuju Tanjunguban dan menginap di rumah keluarganya.
Riyanto berdalih membawa korban untuk dikenalkan kepada orang tuanya dengan niat menjalin hubungan lebih serius.
Setelah dilakukan mediasi keluarga di kantor polisi, kedua belah pihak sepakat menyelesaikan perkara secara damai.
Korban kini telah kembali ke keluarganya dalam kondisi aman, sementara pihak keluarga menyatakan akan menjaga komunikasi untuk mencegah kejadian serupa terulang.
Baca juga: BI Kepri: QRIS hingga Migas Dorong Ekonomi Kepri 2025
Penulis: Luci |Editor: Zalfirega


















