MATAPEDIA6.com, BATAM-Pemerintah Kota Batam melalui Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) tancap gas memperkuat transformasi digital di sektor keuangan daerah.
Langkah ini ditegaskan lewat keikutsertaan BPKAD dalam “Kick Off Sosialisasi Implementasi Kartu Kredit Indonesia (KKI) Pemerintah dan Fitur Online Payment pada E-Katalog” di Surabaya beberapa hari lalu.
BPKAD Batam mengutus Sekretaris BPKAD Rizky Surya Lestari bersama Bendahara Hendri Agus Wandi untuk menyerap langsung strategi percepatan digitalisasi pengadaan barang dan jasa pemerintah. Agenda ini menjadi pintu masuk penerapan sistem belanja berbasis digital yang lebih transparan, akuntabel, dan efisien.
Rizky menegaskan, penerapan KKI bukan sekadar mengikuti tren teknologi, melainkan langkah konkret memperkuat tata kelola keuangan daerah. Ia menilai, sistem pembayaran digital mampu memangkas proses birokrasi yang selama ini berbelit.
“KKI dan fitur Online Payment membuat seluruh transaksi bisa dipantau secara real time. Risiko administratif turun, pembayaran ke pelaku usaha juga jauh lebih cepat,” ujarnya.
Baca juga:Li Claudia Selesaikan Persoalan UWT Puskopar, 221 Warga Dapat Perpanjangan 20 Tahun
BPKAD mencatat sejumlah poin krusial dari sosialisasi tersebut, mulai dari integrasi sistem keuangan daerah dengan E-Katalog Nasional, penguatan keamanan transaksi melalui jejak digital, hingga percepatan pembayaran untuk mendorong penyerapan anggaran lebih optimal.
Dorongan digitalisasi ini sejalan dengan visi Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, dalam membangun Batam sebagai kota berbasis teknologi atau smart city.
Sistem pembayaran yang terintegrasi diyakini mampu mempercepat arus transaksi, terutama bagi pelaku UMKM yang telah tergabung dalam E-Katalog Lokal.
Dengan skema ini, pelaku usaha tak lagi menunggu lama pencairan dana, sehingga perputaran ekonomi daerah bisa bergerak lebih cepat.
BPKAD Batam memastikan akan menindaklanjuti hasil sosialisasi dengan pendampingan intensif dan sosialisasi internal kepada seluruh OPD.
Targetnya jelas: implementasi KKI dan Online Payment berjalan optimal dan langsung berdampak pada kinerja keuangan daerah.
Baca juga:Kesalahan Investor Pemula: FOMO Saham hingga Abai Risiko, Ini Cara Menghindarinya
Editor:Zalfirega

















