MATAPEDIA6.com, BATAM – Pemerintah Kota Batam membuka ruang belajar bagi DPRD Kabupaten Wonogiri yang datang membawa satu misi: membedah pola kerja sama pemerintah dengan media agar lebih transparan dan profesional.
Kunjungan itu berlangsung di Kantor Wali Kota Batam dikutip dalam laman media center Pemko Batam, Selasa (12/5/2026).
Ketua Komisi II DPRD Wonogiri, Supriyanto, memimpin langsung rombongan yang terdiri dari 20 anggota dewan dan 11 awak media. Mereka tak sekadar bersilaturahmi, tetapi juga menggali praktik terbaik yang selama ini dijalankan Pemko Batam.
Supriyanto mengapresiasi sambutan Pemko Batam yang dinilai terbuka dalam berbagi pengalaman. Ia menegaskan, kunjungan ini menjadi langkah konkret memperkuat hubungan antar lembaga sekaligus mencari referensi model kemitraan media yang efektif.
“Kami ingin mempererat hubungan sekaligus mempelajari bagaimana Batam membangun kerja sama dengan media secara sistematis,” ujar Supriyanto.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Batam, Rudi Panjaitan, langsung menyambut rombongan dan menekankan pentingnya kolaborasi antardaerah. Ia melihat pertemuan ini sebagai peluang memperkuat pertukaran informasi sekaligus memperluas jejaring kerja sama.
“Kolaborasi seperti ini membuka ruang sinergi antara Batam dan Wonogiri,” kata Rudi.
Rudi juga menyampaikan salam dari Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam yang tidak dapat hadir karena tengah mendampingi kunjungan menteri. Meski begitu, ia memastikan agenda tetap berjalan maksimal.
Dalam paparannya, Rudi membeberkan perkembangan Batam yang terus melaju, mulai dari pertumbuhan ekonomi, arus investasi, hingga sektor pariwisata. Ia juga mengulas 15 program prioritas kepala daerah yang menjadi motor penggerak pembangunan.
Tak berhenti di situ, Rudi membuka peluang kerja sama lintas sektor, termasuk bidang pertanian. Ia mengakui Batam masih bergantung pada pasokan bahan pokok dari luar daerah, sehingga kolaborasi menjadi kebutuhan strategis.
Sorotan utama kunjungan ini mengarah pada sistem kerja sama media. Rudi menjelaskan Pemko Batam mengandalkan aplikasi Sistem Digitalisasi Kerja Sama Media (SIDIA) untuk mengelola kemitraan secara terbuka dan terukur.
Melalui SIDIA, Pemko Batam menyederhanakan proses kerja sama, meningkatkan transparansi, dan memberi akses luas bagi insan pers terhadap informasi pemerintah.
“SIDIA membuat kerja sama lebih terbuka dan memudahkan media mengakses informasi,” tegas Rudi.
Pertemuan kemudian berlanjut dalam sesi dialog interaktif. Supriyanto memimpin langsung diskusi yang mengupas teknis kerja sama media, mulai dari mekanisme, transparansi anggaran, hingga pola komunikasi pemerintah dengan pers.
Kunjungan ini menegaskan satu hal: di tengah tuntutan keterbukaan informasi, pemerintah daerah tak lagi bisa bekerja sendiri.
Kolaborasi dengan media menjadi kunci, dan Batam memberi contoh bagaimana sistem digital mampu menjembatani kepentingan publik secara lebih transparan dan akuntabel.
Baca juga:OJK Kepri Perkuat Akses Keuangan, PT Induk Gadai Sejahtera Resmi Beroperasi di Batam
Editor:Miezon

















