MATAPEDIA6.com, BATAM-Bagi pekerja dan pelajar di Batam, menyisihkan waktu di hari kerja demi mengurus paspor sering kali memicu dilema—pilih bolos kantor atau izin sekolah.
Memahami celah tersebut, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam meretas hambatan birokrasi dengan membuka Unit Layanan Paspor (ULP) Bengkong Golden City pada Sabtu (22/8/2026).
Langkah taktis ini langsung diserbu warga. Sebanyak 73 pemohon memanfaatkan program Paspor Simpatik tersebut untuk menyelesaikan urusan dokumen perjalanan tanpa mengganggu rutinitas harian mereka.
Mengapa Layanan Akhir Pekan Ini Penting?
Menjangkau Kelompok Sibuk: Pelajar, pekerja kantoran, hingga pelaku usaha yang terikat jam kerja kini memiliki ruang gerak yang lebih fleksibel.
Proses Cepat dan Adaptif: Mengusung semangat “Imigrasi untuk Rakyat”, layanan ini memangkas kesan birokrasi kaku yang kerap menguras waktu.
Baca juga:BP Batam Targetkan Layanan Perizinan 2026 Lebih Cepat dan Transparan Lewat PTSP
Realisasi Instruksi Pusat: Inisiatif ini menjalankan perintah harian Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, untuk menghadirkan pelayanan publik yang cepat, tepat, dan solutif.
Kepala Kantor Imigrasi Batam, Wahyu Eka Putra, menegaskan bahwa pihaknya terus menyesuaikan diri dengan pola hidup masyarakat modern yang menuntut kecepatan dan kemudahan.
“Kami melihat kebutuhan layanan paspor terus berkembang. Paspor Simpatik menjadi cara kami menghadirkan pelayanan yang adaptif,” ungkapnya, Minggu (23/8/2026).
Respons positif dari puluhan pemohon di Bengkong akhir pekan ini menjadi sinyal kuat bahwa inovasi pelayanan berorientasi publik memang sangat dinanti masyarakat.
Imigrasi Batam pun berkomitmen untuk terus mengevaluasi dan memperluas jangkauan layanan ini ke depannya.
Baca juga:BP Batam Gelar Batam Prime International Football Series 2026 untuk Dorong Sport Tourism
Editor:Zalfirega











