MATAPEDIA6.com, BATAM – Bus pariwisata pembawa rombongan Jemaat gereja HKBP Tembesi Centre, terbalik di kawasan Pantai Melur, Barelang, Kota Batam, Kepulauan Riau, Sabtu (20/6/2026) sekira pukul 10.15 WIB.
Bus merk Hino dengan nomor polisi BP 7159 EY, yang membawa lebih dari 30 penumpang itu diketahui hendak menuju Pantai Melur untuk mengikuti kegiatan doa bersama. Namun nahas, kendaraan tersebut diduga mengalami rem blong saat memasuki kawasan wisata tersebut.
Seorang penumpang Dewi yang mengalami luka ringan di RSUD EF saat ditemui menceritakan kronologis kejadian dimana bus yang semula melaju menuju Pantai Melur hendak berbelok ke arah kanan.
Namun karena rem tidak berfungsi, kendaraan terus melaju kencang, sementara Sopir berupaya mengendalikan kendaraan dengan membanting sebelah kanan, yang membuat bus tersebut terbalik sebanyak dua kali.
Kondisi masih gemetar Dewi menceritakan sejak awal tidak ada masalah dengan kendaraan yang mereka tumpangi.
Baca juga: Satlantas Polresta Barelang Catat 1.043 Kasus Kecelakaan Sepanjang 2025, 33 Orang Meninggal
Setelah masuk ke kawasan pantai Melur kondisi jalan belokan patah sebelah kanan, bus melaju kencang sehingga busnya terbalik.
“Tidak tahu lagi kami sudah saling tertumpuk di dalam bus,” katanya.
Dewi tidak mengingat lagi apa yang terjadi, mereka langsung dilarikan ke Puskesmas dekat lokasi.
“Tadi kami dievakuasi langsung dibawa ke puskesmas, selanjutnya kami dibawa lagi ke rumah sakit ini,” katanya.
Dewi terlibat sangat ketakutan dan belum bisa banyak bicara.Sementara jemaat dan keluarga terus berdatangan ke RSUD EF.
Dalam kejadian bus pariwisata terbalik tersebut diketahui satu orang penumpang meninggal dunia usai.
Baca juga: Kecelakaan Maut di Batam, Mobil Wuling Terhimpit Dibawah Roda Truk Crane
Korban meninggal dunia diketahui bernama Dahlena Ginting (53).Sementara untuk seluruh korban dirawat di beberapa rumah sakit di Kota Batam.
Dari 30 orang korban diketahui 12 orang dirawat di RSUD EF, lima orang dirawat di Awal Bros Batuaji, satu orang dirawat di Rumah sakit Mutiara Aini, satu orang dirawat di Rumah sakit Bunda Halimah, satu orang dirawat di rumah sakit Elisabeth lubuk baja.
Selain itu 10 orang lainnya dirawat di rumah sakit Graha Hermine Batuaji.
Penulis: Luci |Editor: Zalfirega
















