DPRD Batam Gelar RDPU, Cari Solusi Tragedi di PT ASL, Tak Ingin Musibah Terulang Lagi

Selasa, 28 Oktober 2025 - 20:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

DPRD Batam gelar RDPU dengan PT ASL, Selasa (28/10/2025). Foto:Zalfirega/matapedia

DPRD Batam gelar RDPU dengan PT ASL, Selasa (28/10/2025). Foto:Zalfirega/matapedia

MATAPEDIA6.com, BATAM – Ledakan kapal tanker MT Federal II di galangan PT ASL Shipyard Indonesia, Batu Aji, yang menewaskan 13 pekerja dan melukai 18 orang, menjadi tamparan keras bagi industri galangan kapal di Batam.

DPRD Kota Batam menekan manajemen PT ASL untuk membuka penyebab sebenarnya dari kebakaran yang disebut sebagai tragedi industri terbesar sepanjang 2025.

Desakan itu mengemuka dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Disnakertrans Kepri dan Batam, Selasa (28/10/2025), dipimpin Wakil Ketua I DPRD Batam, Aweng Kurniawan didampingi Wakil Ketua II, Budi Mardianto serta lintas komisi DPRD.

Baca juga:Buruh Demo di PT ASL Shipyard Batam, Desak Penegakan K3 dan Tolak Sistem Outsourcing

“Ini tragedi besar yang tidak bisa dianggap sepele. DPRD harus memastikan penyebab dan tanggung jawabnya jelas,” tegas Aweng membuka rapat.

Aweng menekankan, RDPU, melainkan mencari solusi nyata agar peristiwa serupa tak terulang.

“Pertama, kita pastikan penanganan korban. Kedua, kompensasi bagi keluarga korban. Ketiga, peningkatan standar keselamatan kerja ke depan,” ujarnya.

Ia mengingatkan, ribuan pekerja di PT ASL menggantungkan hidupnya di lokasi tersebut, sehingga pengawasan dan penerapan K3 tak boleh longgar.

“Kita tidak ingin musibah seperti ini terulang. DPRD akan merekomendasikan perbaikan sistem keselamatan dan pengawasan internal,” tegasnya.

Dalam forum itu, anggota DPRD Batam Tumbur Hutasoit mengaku tiga anggota keluarganya menjadi korban. Ia menuntut tanggung jawab moral perusahaan terhadap anak-anak korban.

“Ada delapan anak korban masih sekolah, dari TK sampai kuliah. Jangan biarkan mereka kehilangan masa depan,” ujarnya.

Sementara Budi Mardianto menyoroti lemahnya pengawasan internal PT ASL yang dua kali mengalami insiden serupa.

“Ini bukan kecelakaan kerja biasa. DPRD punya tanggung jawab moral dan politik memastikan tragedi seperti ini tak terulang. Nyawa pekerja bukan angka statistik,” katanya.

Ia meminta manajemen membuka fakta sebenarnya — mulai dari kronologi, penanganan korban, hingga kompensasi.

“Publik berhak tahu kebenarannya. Jangan hanya bicara normatif,” tegasnya.

General Manager PT ASL Shipyard Indonesia, Audri Kosasih, menjelaskan, kebakaran terjadi 15 Oktober 2025 pukul 04.00 WIB saat pekerja subkontraktor melakukan perbaikan di dalam tangki kapal.  Api diduga berasal dari sisa gas atau minyak di ruang tertutup yang memicu ledakan hebat.

Baca juga:Tragedi Kapal Terbakar di PT ASL Batam: Korban Tewas Bertambah Jadi 13, Dua Pasien Tak Tertolong Usai Berjuang di ICU

“Evakuasi berlangsung hingga siang. Korban dibawa ke RS Bhayangkara, RS Aini, RS Graha Hermin, dan RSUD,” ujar Audri.

Ia mengklaim, seluruh hak korban telah dipenuhi—biaya pemakaman, santunan keluarga, dan akomodasi ditanggung perusahaan. Namun, hasil investigasi resmi masih menunggu penyelidikan polisi dan tim internal.

Baca juga:Buruh Demo di PT ASL Shipyard Batam, Desak Penegakan K3 dan Tolak Sistem Outsourcing

Penulis:Zalfirega|Editor:Trio

Berita Terkait

Kemenag Batam Ajak Warga Hadiri Malam Cinta Rasul Cinta Negeri, Habib Syech hingga Ketua MPR Dijadwalkan Hadir
Lima Satker Polda Kepri Raih Predikat Pelayanan Prima Kapolri, Polresta Barelang hingga Ditreskrimum 
Rutan Batam Pindahkan 49 Warga Binaan, Langkah Kurangi Overkapasitas dan Optimalkan Pembinaan
BNN RI Bongkar Jaringan Internasional Penyelundup Narkotika dari Malaysia di Batam
Srikandi PLN Batam Edukasi 450 Santri soal Keselamatan, Serahkan APAR dan Rambu K3 ke PPIT Imam Syafi’i
Polsek Lubuk Baja Razia Arena Game Sky City di Batam Usai Dugaan Judi, Hasil Pemeriksaan Tak Temukan Unsur Pidana
BP Batam Wajibkan Pemegang Alokasi Tanah Lapor Progres Pembangunan, Batas Akhir 31 Agustus 2026
PLN Batam Teken PJBTL 2 x 345 MVA dengan Altiva, Dukung Pengembangan Data Center Nongsa

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 19:44 WIB

Kemenag Batam Ajak Warga Hadiri Malam Cinta Rasul Cinta Negeri, Habib Syech hingga Ketua MPR Dijadwalkan Hadir

Jumat, 31 Juli 2026 - 17:58 WIB

Lima Satker Polda Kepri Raih Predikat Pelayanan Prima Kapolri, Polresta Barelang hingga Ditreskrimum 

Jumat, 31 Juli 2026 - 17:48 WIB

Rutan Batam Pindahkan 49 Warga Binaan, Langkah Kurangi Overkapasitas dan Optimalkan Pembinaan

Jumat, 31 Juli 2026 - 16:31 WIB

BNN RI Bongkar Jaringan Internasional Penyelundup Narkotika dari Malaysia di Batam

Jumat, 31 Juli 2026 - 11:24 WIB

Srikandi PLN Batam Edukasi 450 Santri soal Keselamatan, Serahkan APAR dan Rambu K3 ke PPIT Imam Syafi’i

Berita Terbaru