Indonesia dan Singapura Perkuat Kolaborasi FinTech dan Aset Keuangan Digital

Selasa, 11 November 2025 - 15:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

MoU kerja OJK dengan Singapura. Foto:Istimewa

MoU kerja OJK dengan Singapura. Foto:Istimewa

MATAPEDIA6.com, JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Monetary Authority of Singapore (MAS) memperbarui komitmen kerja sama dalam pengembangan teknologi keuangan (FinTech) dan memperkuat sinergi sektor keuangan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) tentang Kolaborasi di Bidang FinTech.

Penandatanganan MoU ini menjadi kelanjutan dari kesepakatan serupa yang ditandatangani pada 2018, dengan cakupan kerja sama yang kini diperluas untuk mendukung pertumbuhan inovasi teknologi di sektor keuangan kedua negara.

Kemitraan strategis ini diharapkan mendorong lembaga keuangan dan pelaku industri FinTech Indonesia dan Singapura memanfaatkan peluang baru dari pengembangan teknologi keuangan, termasuk aset digital dan kecerdasan buatan (AI), serta memperkuat posisi kedua negara sebagai pusat ekonomi digital utama di ASEAN.

Baca juga: OJK Pacu Keuangan Syariah Jadi Penggerak Kesejahteraan dan UMKM

Beberapa inisiatif utama dalam MoU tersebut meliputi:

1. Pertukaran ide dan praktik terbaik antara OJK dan MAS;

2. Peningkatan kerja sama lintas industri keuangan di kedua negara, termasuk keterlibatan dalam asosiasi industri;

3. Fasilitasi bagi perusahaan FinTech untuk berpartisipasi dalam *regulatory sandbox* di Indonesia maupun Singapura; dan

4. Pertukaran informasi lintas batas bagi perusahaan FinTech yang beroperasi sesuai izin dan ketentuan yang berlaku.

Deputy Managing Director MAS, Leong Sing Chiong, menegaskan bahwa kemitraan antara OJK dan MAS telah terjalin kuat dan berperan penting dalam memperkuat kerja sama keuangan regional.

“OJK dan MAS sama-sama berkomitmen membina inovasi, menghadapi tantangan, dan mengembangkan ekosistem FinTech yang inklusif bagi pasar ASEAN. MoU ini menjadi tonggak penting dalam memodernisasi kolaborasi FinTech, memperluas inovasi bersama, dan mendorong pertumbuhan ekonomi di kedua negara,” ujar Leong.

Baca juga: OJK Bangun Kantor Baru di Medan, Simbol Penguatan Pengawasan dan Inklusi Keuangan Daerah

Sementara itu, Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto (IAKD) OJK, Hasan Fawzi, menegaskan bahwa kerja sama ini memperkuat komitmen OJK terhadap inovasi keuangan yang bertanggung jawab.

 

“Melalui kemitraan erat dengan MAS, OJK mendorong keuangan digital lintas batas dengan tetap menjaga pelindungan konsumen, integritas pasar, dan stabilitas keuangan. Uji coba bersama dan berbagi pengetahuan di bidang sandbox aset digital, pemanfaatan AI, serta inovasi keuangan berkelanjutan diharapkan mampu memperkuat inklusi keuangan, mendukung UMKM, dan mempercepat pertumbuhan ekonomi digital di ASEAN,” kata Hasan.

Penandatanganan MoU dilakukan di sela-sela pertemuan bilateral OJK dan MAS pada 10 November 2025 di Singapura.

Tentang OJK

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merupakan lembaga independen yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011 tentang OJK, sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).

OJK bertugas mengatur dan mengawasi industri jasa keuangan untuk memastikan sistem keuangan yang sehat, transparan, dan berkelanjutan, sekaligus melindungi kepentingan konsumen. OJK juga berkomitmen meningkatkan literasi, inklusi, serta inovasi keuangan digital guna memperkuat daya saing dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Tentang MAS

Monetary Authority of Singapore (MAS) merupakan bank sentral sekaligus otoritas keuangan terpadu Singapura. MAS menjalankan kebijakan moneter untuk menjaga stabilitas ekonomi, mengelola cadangan devisa, serta memastikan likuiditas sektor perbankan.

Sebagai pengawas sektor keuangan, MAS membina industri perbankan, asuransi, pasar modal, dan lembaga keuangan lainnya agar tetap sehat dan kompetitif. MAS juga aktif berkolaborasi dengan industri untuk mengembangkan Singapura sebagai pusat keuangan internasional yang inovatif, adaptif terhadap teknologi, dan berorientasi masa depan.

Baca juga:OJK Dorong Ekonomi Merata Lewat Keuangan Syariah: UMKM Jadi Motor Penggerak Umat

 

Berita Terkait

Investasi Bukan Sekadar Cari Cuan, BEI Dorong Investor Lebih Tangguh Hadapi Fluktuasi
OJK Dorong Industri Asuransi dan Dana Pensiun Perkuat Bisnis Berkelanjutan hingga 2030
Pendapatan AI Indosat Tembus US$50 Juta, Bidik Dua Kali Lipat hingga Akhir 2026
Satgas PASTI Tindak 330 Aktivitas Keuangan Ilegal, 11 Pergadaian Ditutup
TelkomGroup Siapkan 4 Teknologi Digital, dari AI hingga Marketplace UMKM
OJK Jatuhkan Denda Rp2,52 Triliun kepada Pelanggar Pasar Modal, DSSA-BREN-CUAN Didenda Rp2,1 Triliun
Prabowo Siapkan Pembiayaan Rp400 Triliun pada 2027 untuk Petani hingga UMKM
Aset Keuangan Syariah Tembus Rp3.231 Triliun, OJK Soroti Rendahnya Inklusi

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:48 WIB

Investasi Bukan Sekadar Cari Cuan, BEI Dorong Investor Lebih Tangguh Hadapi Fluktuasi

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:34 WIB

OJK Dorong Industri Asuransi dan Dana Pensiun Perkuat Bisnis Berkelanjutan hingga 2030

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Pendapatan AI Indosat Tembus US$50 Juta, Bidik Dua Kali Lipat hingga Akhir 2026

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:20 WIB

Satgas PASTI Tindak 330 Aktivitas Keuangan Ilegal, 11 Pergadaian Ditutup

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:07 WIB

TelkomGroup Siapkan 4 Teknologi Digital, dari AI hingga Marketplace UMKM

Berita Terbaru

Ketua IKTD Batam H Arlon Versito dn Ketua IKTD Tanjungpinang bersama Kapolda Kepri, Jumat (30/10/2026). Foto:Humas Polda Kepri

News

Kapolda Kepri Ajak IKTD Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas

Jumat, 30 Okt 2026 - 22:01 WIB