MATAPEDIA6.com, BATAM – Ramadan menggerakkan mobilitas, Lebaran memuncakkannya. Trafik data melonjak, arus mudik mengalir, dan risiko penipuan digital ikut naik.
Menghadapi momen krusial itu, Indosat Ooredoo Hutchison menyiagakan jaringan di 1.096 titik strategis jalur mudik serta mengaktifkan perlindungan digital Satspam+ untuk membendung lonjakan scam.
Komitmen itu ditegaskan dalam buka puasa bersama Circle Sumatra di Hotel Santika Batam, pada Jumat (27/2/2026). Perusahaan memetakan bandara, pelabuhan, terminal, pusat belanja, hingga kawasan wisata sebagai prioritas pemantauan 24 jam selama periode Ramadan–Lebaran.
Head of Marketing Communication Central Sumatra, Yose Rellaunda, menyebut Ramadan bukan hanya momen spiritual, tetapi juga ujian ketahanan jaringan.
Baca juga:Saluran Drainase Ditimbun, DPRD Batam: Pengembang Tidak Mendukung Program Pemerintah
“Mobilitas naik signifikan. Kami pastikan masyarakat tetap terhubung di momen paling penting,” tegasnya.
Indosat memproyeksikan trafik data tumbuh 18,1 persen dengan puncak mencapai 65 ribu TB atau naik 22,3 persen dibanding tahun lalu. Di regional Central Sumatra—Sumbar, Kepri, Jambi, dan Riau—trafik meningkat 17,8 persen. Karimun mencatat pertumbuhan tertinggi.
Untuk menjaga kualitas layanan, tim teknis memperkuat lebih dari 2.500 site dan mengoperasikan 16 posko siaga.
Perusahaan juga berkoordinasi dengan pemerintah dan Komdigi/Balmon guna memastikan spektrum tetap optimal selama arus mudik dan arus balik.
Lonjakan trafik berjalan beriringan dengan peningkatan kejahatan digital. Branch Sales Manager IM3 Central Sumatra, Roy Bachtiar, mengungkapkan scam dan spam meningkat 34 persen selama Ramadan. Aktivitas masyarakat yang bisa berlangsung hingga ±19 jam per hari membuka celah baru bagi pelaku.
Sebanyak 87 persen penipuan digital terjadi melalui WhatsApp dan 64 persen melalui telepon.
Menjawab tantangan itu, melalui brand IM3 Indosat meluncurkan Paket Ramadan Satspam+ 150 GB untuk 28 hari seharga Rp150 ribu. Fitur ini menyaring dan memblokir panggilan maupun pesan mencurigakan sebelum merugikan pelanggan.
Secara nasional, sistem perlindungan berbasis AI Indosat telah memblokir lebih dari 2 miliar ancaman dan mencegah potensi kerugian hingga US$500 juta. Survei internal menunjukkan 95 persen pelanggan merasa lebih aman.
“Perlindungan harus berjalan sebelum risiko berdampak. Itu prinsip kami,” ujar Roy.
Dari lini Tri Indonesia, manajemen menghadirkan paket 65 GB seharga Rp100 ribu, lengkap dengan bonus telepon dan program reward melalui aplikasi Bima+.
Tri juga mendorong percepatan ekspansi 5G untuk memperkuat pengalaman digital pelanggan selama Ramadan dan Lebaran.
Indosat tidak hanya berbicara soal kapasitas jaringan. Perusahaan menjalankan program ‘Surau Kita Berdaya’ dengan merevitalisasi 19 surau di Aceh serta sejumlah titik di Jawa dan Sulawesi.
Inisiatif ini menegaskan kehadiran perusahaan di tengah masyarakat, bukan sekadar lewat sinyal, tetapi lewat dampak sosial.
Ramadan tahun ini memperlihatkan dua sisi yang kontras: konektivitas yang semakin tinggi dan risiko digital yang kian kompleks.
Indosat memilih berdiri di tengahnya—mengawal 1.096 titik mudik, memperkuat 2.500 site, membuka 16 posko siaga, dan mengaktifkan Satspam+ sebagai tameng.
Mudik harus nyaman. Ramadan harus aman. Jaringan tetap nyambung, pelanggan tetap terlindungi.
Baca juga:Batam–Surabaya Resmi Teken MoU Empat Bidang Strategis untuk Perkuat Layanan Publik
Penulis:Zalfirega|Editor:Miezon



















