MATAPEDIA6.com, JAKARTA— Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan komitmennya memperkuat ekosistem keuangan syariah nasional sebagai instrumen pemerataan ekonomi.
Melalui Expo Keuangan dan Seminar Syariah (EKSiS) 2025 yang dibuka di Jakarta, Kamis (6/11/2025), OJK menggandeng industri keuangan, asosiasi, dan kementerian untuk mempercepat literasi dan inklusi keuangan syariah ke seluruh lapisan masyarakat.
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi menyebut keuangan syariah bukan sekadar alternatif, melainkan solusi konkret untuk mendistribusikan kesejahteraan lebih merata.
“Keuangan syariah membawa semangat keadilan ekonomi. Dengan instrumen seperti zakat, infak, dan sedekah, kekayaan bisa berputar lebih adil dan menutup kesenjangan,” ujarnya dikutip dalam keterangannya, Jumat (7/11/2025).
Baca juga:OJK Cabut Izin Usaha PT Sarana Aceh Ventura, Tak Penuhi Ketentuan Ekuitas Minimum
Menurut Friderica, industri keuangan syariah Indonesia terus mencatat pertumbuhan impresif. Total asetnya tembus Rp3.050 triliun naik 11,3 persen (yoy), terdiri dari perbankan syariah Rp975,9 triliun, pasar modal syariah Rp1.896,2 triliun, dan industri keuangan nonbank Rp178,7 triliun.
Baca juga:Terkendala BI Checking dan SLIK OJK, Baru 16 UMKM Nikmati Program Pinjaman Nol Persen Pemko Batam
Namun, ia mengingatkan masih ada empat tantangan besar yang disebut 4P. Pengembangan produk, Penetrasi pasar, Pemerataan akses, dan Pemahaman masyarakat.
“Tanpa edukasi dan inovasi, potensi besar syariah ini tidak akan optimal,” tegasnya.
Dalam forum yang sama, Menteri UMKM Maman Abdurrahman menyoroti peran strategis UMKM sebagai tulang punggung ekonomi nasional.
Dengan lebih dari 57 juta pelaku UMKM di seluruh Indonesia digitalisasi dinilai sebagai satu-satunya jalan untuk menjangkau mereka secara merata.
“Metode konvensional tak lagi cukup. Inovasi digital dan pembiayaan syariah harus jalan beriringan agar keadilan ekonomi bisa dirasakan sampai ke pelosok,” kata Maman.
Maman juga mengumumkan peluncuran “Sapa UMKM” super app nasional untuk wadah komunikasi dan pengaduan pelaku usaha mikro.
Aplikasi ini akan menghubungkan kementerian, perbankan, dan pelaku UMKM dalam satu sistem digital terintegrasi.
Ia pun mengapresiasi dukungan OJK lewat POJK Nomor 19 Tahun 2025 tentang Kemudahan Akses Pembiayaan UMKM.
Regulasi tersebut dianggap sebagai “back-up policy” penting dalam memperluas ekosistem pembiayaan syariah dan memperkuat perlindungan pelaku usaha kecil.
EKSiS 2025 menjadi puncak rangkaian ekspo keuangan syariah sepanjang tahun, sebelumnya digelar di Tangerang, Palembang, Bandung, dan Mataram.
Acara di Jakarta menghadirkan pameran layanan, seminar, dan edukasi publik yang dikemas interaktif — menegaskan sinergi antara pemerintah, industri, dan masyarakat dalam memperluas layanan keuangan berbasis syariah.
Turut hadir Wagub DKI Rano Karno, DSN-MUI Mokhamad Hidayat serta pejabat OJK dan kementerian terkait.
Melalui EKSiS 2025, OJK menegaskan langkah menuju ekonomi umat yang berkeadilan dan berkelanjutan — dengan tiga kata kunci: kolaborasi, inovasi, dan digitalisasi.
Baca juga: OJK Tegaskan: Transformasi Digital Harus Perluas Akses, Bukan Ciptakan Kesenjangan Baru

















