OJK Resmikan Dukungan Asuransi, Perkuat Ekosistem Pinjaman Daring

Rabu, 17 Desember 2025 - 08:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

OJK resmikan dukungan asuransi. Foto:OJK Kepri

OJK resmikan dukungan asuransi. Foto:OJK Kepri

MATAPEDIA6.com, JAKARTA-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meresmikan program dukungan asuransi untuk memperkuat ekosistem dan menekan risiko industri Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi (LPBBTI) atau pinjaman daring (Pindar).

OJK menilai kehadiran asuransi menjadi instrumen kunci untuk menjaga kepercayaan publik sekaligus mendorong pertumbuhan Pindar yang sehat dan berintegritas.

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono, menegaskan asuransi dapat menjadi bantalan risiko bagi lender yang menyalurkan pembiayaan melalui platform Pindar.

Baca juga:OJK Dorong Penetrasi Asuransi dan Dana Pensiun Syariah

“Asuransi diharapkan meningkatkan kepercayaan masyarakat dan memperkuat industri Pindar agar berkelanjutan,” ujar Ogi saat peluncuran program dalam keterangannya, Rabu (17/12/2025).

Ogi menekankan, meski tidak bersifat wajib, penyediaan asuransi kredit untuk LPBBTI menjadi opsi perlindungan penting bagi pemberi dana.

Program ini juga telah masuk dalam Roadmap Pengembangan dan Penguatan LPBBTI 2023–2028 sebagai bagian dari strategi jangka panjang OJK.

Menurut Ogi, risiko tinggi dalam penyelenggaraan asuransi Pindar tetap dapat dikelola melalui tata kelola yang sehat, manajemen risiko yang efektif, serta kepatuhan pada regulasi.

Dengan pendekatan tersebut, asuransi kredit diyakini memberi nilai tambah bagi industri asuransi sekaligus memperkuat ekosistem Pindar.

Ia menggarisbawahi sejumlah aspek krusial yang wajib diperhatikan, mulai dari pembebanan premi kepada pihak yang menanggung risiko, penerapan skema berbagi risiko, penggunaan sistem informasi andal, penilaian risiko yang komprehensif, hingga analisis klaim yang akurat.

Ogi juga menegaskan premi asuransi harus menjadi bagian dari biaya manfaat ekonomi Pindar dengan masa pertanggungan sekitar 12 bulan.

Skema ini ditujukan untuk memperkuat peran Pindar sebagai alternatif pembiayaan bagi masyarakat nonbankable, tanpa mengabaikan perlindungan bagi lender.

Selain itu, penyelenggara Pindar wajib menerapkan evaluasi pertanggungan secara berkala dan adil.

Kenaikan premi hanya boleh dilakukan saat perpanjangan polis, bukan di tengah masa pertanggungan.

Asuransi Jadi Penopang Keberlanjutan Pindar

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Agusman, menilai dukungan asuransi menjadi faktor penting bagi keberlanjutan industri Pindar.

“Asuransi mendorong Pindar tumbuh lebih sehat dan membantu menyelesaikan berbagai persoalan yang masih dihadapi,” katanya.

Agusman menjelaskan, pada tahap awal asuransi kredit ini menyasar lender institusi. Ke depan, cakupannya akan diperluas hingga mencakup seluruh lender, termasuk lender ritel.

Peluncuran program ini dihadiri Ketua Asosiasi Asuransi Umum Indonesia Budi Herawan, Ketua Dewan Asuransi Indonesia sekaligus Ketua Asosiasi Perusahaan Pialang Asuransi dan Reasuransi Indonesia Yulius Bhayangkara, Ketua Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia Entjik S. Djafar, serta perwakilan dari Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia dan Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia.

Baca juga:OJK Raih Predikat Badan Publik Terbaik Nasional 2025

Editor:Zalfirega

 

Berita Terkait

Investasi Kripto Tanpa Izin OJK, Satgas PASTI Setop YWWSDC dan RTHAE
Patroli Imigrasi di Canggu Amankan Lima WNA karena Overstay
OJK Dorong Pelajar Mulai Menabung Sejak Dini untuk Hindari FOMO
Pembiayaan Pindar ke UMKM Tembus Rp35,12 Triliun hingga Juni 2026
Bareskrim Tangkap Basri DPO Kasus Narkoba di Kelab Malam Batam yang Buronan ke Malaysia
OJK Perkuat Literasi Keuangan 3.500 Pramuka di Jambore Nasional XII 2026
Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, OJK Tekankan Pentingnya Kedaulatan Pasar Komoditas
Telkom Tampilkan OCA Berbasis AI untuk Perkuat Layanan Pelanggan di DTI-CX 2026
Tag :

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 17:37 WIB

Investasi Kripto Tanpa Izin OJK, Satgas PASTI Setop YWWSDC dan RTHAE

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 17:20 WIB

Patroli Imigrasi di Canggu Amankan Lima WNA karena Overstay

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:26 WIB

OJK Dorong Pelajar Mulai Menabung Sejak Dini untuk Hindari FOMO

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 15:30 WIB

Pembiayaan Pindar ke UMKM Tembus Rp35,12 Triliun hingga Juni 2026

Kamis, 20 Agustus 2026 - 20:47 WIB

Bareskrim Tangkap Basri DPO Kasus Narkoba di Kelab Malam Batam yang Buronan ke Malaysia

Berita Terbaru