Puluhan Tahun Tanpa Air Bersih, Warga Kebun Bohok Harap Jaringan PDAM Segera Terpasang

Senin, 21 September 2026 - 22:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tim dari Wilayah 1 Perumda Tirta Mayang,saat menemui warga Kebun Bohok, RT 21, Kelurahan Paal Merah, Kota Jambi, Senin (21/9/2026). Matapedia6.com/Ali

Tim dari Wilayah 1 Perumda Tirta Mayang,saat menemui warga Kebun Bohok, RT 21, Kelurahan Paal Merah, Kota Jambi, Senin (21/9/2026). Matapedia6.com/Ali

69 / 100 Skor SEO

MATAPEDIA6.com, JAMBI – Puluhan tahun warga Kebun Bohok, RT 21, Kelurahan Paal Merah, Kota Jambi, harus bertahan tanpa akses air bersih perpipaan.

Selama ini, warga hanya mengandalkan sumur untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun, kondisi tersebut semakin sulit ketika musim kemarau panjang melanda.

Sumur-sumur warga mulai mengering. Untuk memenuhi kebutuhan air, warga terpaksa membeli air tangki dengan harga yang cukup menguras kantong.

Kondisi tersebut mendapat perhatian dari Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Mayang Kota Jambi.

Tim Tirta Mayang turun langsung menemui warga Kebun Bohok pada Senin (21/9/2026), sekaligus mendengarkan keluhan dan aspirasi warga terkait kebutuhan jaringan air bersih.

Kehadiran tim Perumda Tirta Mayang menjadi angin segar bagi warga yang selama puluhan tahun menantikan adanya sambungan air bersih perpipaan di kawasan tempat tinggal mereka.

Baca juga: Kombes Pol Ananto Herlambang Jabat Kapolresta Jambi, Warga Harap Kasus Lama Bisa Dibongkar

Asisten Manager Bisnis Wilayah 1 Perumda Tirta Mayang, Rina Anderani, mengatakan pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas perusahaan, meskipun saat ini menghadapi tantangan musim kemarau panjang.

Menurutnya, menurunnya debit air baku Sungai Batanghari turut berdampak terhadap pelayanan air bersih di Kota Jambi.

“Apalagi saat ini musim kemarau panjang, debit air Batanghari menurun dan pelayanan pasti terganggu. Namun, kami memastikan pelayanan tetap berjalan optimal dan menjadi prioritas utama. Ini adalah komitmen kami untuk menghadirkan layanan yang lebih profesional ke depannya,” kata Rina di hadapan puluhan warga.

Dalam pertemuan yang berlangsung di salah satu rumah warga RT 21 itu, puluhan ibu-ibu tampak antusias mengikuti sosialisasi yang disampaikan tim Tirta Mayang.

Harapan untuk segera mendapatkan akses air bersih pun disampaikan warga.

Salah seorang warga Kebun Bohok, Siva, mengungkapkan selama puluhan tahun warga di lingkungannya tidak pernah menikmati layanan air bersih perpipaan.

Kondisi semakin berat ketika musim kemarau tiba karena sumur yang selama ini menjadi sumber air warga mengering.

Baca juga: Polresta Jambi Musnahkan Barang Bukti Narkoba Awal 2026, 38 Tersangka Diamankan

“Di lokasi kami ini sudah puluhan tahun tidak bisa merasakan yang namanya air bersih. Selama ini kami mengandalkan air sumur, tetapi saat kemarau seperti sekarang sumurnya kering. Kami harus beli air satu tedmon seharga Rp70 ribu dan itu cuma cukup untuk dua hari,” ungkap Siva.

Pengeluaran untuk membeli air tersebut, lanjut Siva, bisa mencapai ratusan ribu rupiah setiap bulan.

Kondisi itu tentu menjadi beban tersendiri bagi warga, terutama ketika memasuki akhir bulan.

“Bila per dua hari saja beli air Rp70 ribu, dikali satu bulan sudah berapa? Kalau ada PDAM pasti jauh lebih hemat, karena per kubiknya cuma Rp4.000-an,” ujarnya.

Bahkan, ketika tidak memiliki cukup uang untuk membeli air, warga terpaksa mencari alternatif lain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Kalau lagi tidak ada uang di akhir bulan, kami terpaksa mandi di pondok atau di tempat keluarga karena tidak ada biaya lagi untuk beli air,” tambahnya.

Warga berharap pengajuan pemasangan jaringan air bersih yang telah disampaikan kepada Perumda Tirta Mayang dapat segera direalisasikan.

Menanggapi hal tersebut, Staf Divisi Bisnis Wilayah 1 Perumda Tirta Mayang, Kemas Rayhan, menjelaskan terdapat kendala teknis yang saat ini dihadapi perusahaan.

Surutnya debit air baku Sungai Batanghari menyebabkan gangguan distribusi secara umum. Kondisi tersebut juga berdampak pada sejumlah pengajuan pemasangan jaringan baru yang membutuhkan penanaman pipa utama.

Baca juga: Pedagang di Jambi Resah, Peredaran Uang Palsu Kembali Marak Jelang Ramadan

Beberapa pengajuan bahkan harus ditunda hingga kondisi pasokan air kembali normal.

Meski demikian, Kemas memastikan usulan pemasangan jaringan air bersih bagi warga RT 21 Kebun Bohok menjadi perhatian pihaknya.

“Untuk warga RT 21 yang melakukan pengajuan pemasangan, kita akan usahakan secepatnya agar bisa terealisasi,” ujar Kemas Rayhan.

Dengan adanya kunjungan langsung dari Perumda Tirta Mayang tersebut, warga berharap penantian panjang untuk mendapatkan akses air bersih perpipaan di Kebun Bohok segera berakhir.

Penulis: Ali |Editor: Rega

Berita Terkait

BMKJ Kepri Gelar Pelantikan Pengurus, Ketua Umum Ajak Masyarakat Hadir dan Perkuat Silaturahmi
Penipuan Bermodus Pungutan Uang Gotong Royong Marak di Jambi, Warga Diminta Waspada
Gengster Kian Beringas di Jambi, Jarah Toko Kelontong Gunakan Celurit
Pedagang di Kota Jambi Resah, Pelaku Penipuan Pembayaran Transfer Marak Berkeliaran
Dua Tahun Kumpulkan Koin, Lia Bisa Wujudkan Mimpi Beli Motor Honda Beat Tunai
Habibi Nahkodai KM Sembilang di Usia Muda, Jabatan Hanya Amanah, Jangan Tinggalkan Salat
Naik Roro dari Tungkal ke Batam Bisa Beli Tiket Online, Berantas Praktik Percaloan
Kapal Roro Masuk Docking, Antrean Kendaraan Mengular di Pelabuhan Kualatungkal

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 22:38 WIB

Puluhan Tahun Tanpa Air Bersih, Warga Kebun Bohok Harap Jaringan PDAM Segera Terpasang

Jumat, 10 April 2026 - 11:20 WIB

BMKJ Kepri Gelar Pelantikan Pengurus, Ketua Umum Ajak Masyarakat Hadir dan Perkuat Silaturahmi

Kamis, 11 Desember 2025 - 10:30 WIB

Penipuan Bermodus Pungutan Uang Gotong Royong Marak di Jambi, Warga Diminta Waspada

Rabu, 8 Oktober 2025 - 22:50 WIB

Gengster Kian Beringas di Jambi, Jarah Toko Kelontong Gunakan Celurit

Minggu, 24 Agustus 2025 - 16:11 WIB

Pedagang di Kota Jambi Resah, Pelaku Penipuan Pembayaran Transfer Marak Berkeliaran

Berita Terbaru