Rokok Ilegal Masih Merajalela, Bea Cukai Batam Sita 3,5 Juta Batang di Jalur Roro Punggur

Senin, 19 Mei 2025 - 17:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Salah satu rokok ilegal H Mild yang disita Bea cukai. Foto:Dok/Humas Bea Cukai

Salah satu rokok ilegal H Mild yang disita Bea cukai. Foto:Dok/Humas Bea Cukai

MATAPEDIA6.com, BATAM– Peredaran rokok ilegal jenis Hasil Tembakau (HT) kembali terbongkar. Bea Cukai Batam menggagalkan penyelundupan 3,5 juta batang rokok tanpa pita cukai yang hendak dikirim melalui Pelabuhan Roro Telaga Punggur, Kota Batam, Kepulauan Riau.

Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai Batam, Muhtadi menyebut nilai temuan ini ditaksir mencapai Rp5,3 miliar, dengan potensi kerugian negara sekitar Rp2,7 miliar.

“Awalnya kami mendapat informasi dari masyarakat. Saat patroli di Jl. Patimura, petugas menemukan aktivitas mencurigakan bongkar muat barang di dekat jalur ke pelabuhan. Begitu didekati, sopir dan buruh kabur, meninggalkan truk penuh rokok ilegal,” katanya dalam konferensi pers di kantor Bea Cukai Batam pada Senin (19/5/2025).

Menurut dia, pihaknya kemudian berkoordinasi dengan TNI AL Lantamal IV untuk mengangkut barang bukti ke kantor Bea Cukai. Pemeriksaan mengonfirmasi ribuan kaleng rokok ilegal tanpa pita cukai yang siap edar.

Salah satu rokok Ofo tanpa pita cukai yang diamankan. Foto:Humas Bea Cukai

“Modus pengiriman melalui jalur laut kembali jadi sorotan, menunjukkan masih lemahnya pengawasan di titik-titik pelabuhan kecil,” ujarnya.

Operasi Gurita dan Ancaman Sistemik

Kasus ini menjadi bagian dari hasil Operasi Gurita—strategi nasional Bea Cukai untuk menyapu bersih jaringan distribusi BKC ilegal. Sepanjang tahun ini saja, Batam mencatat 120 penegahan, dengan barang bukti mencapai hampir 4 juta batang rokok, ratusan liter Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA), dan 1,4 ton Hasil Pengolahan Tembakau Lainnya (HPTL).

Bea cukai dan TNI AL menggelar konferensi pers atas penindakan rokok ilegal, Senin (19/5). Foto:Humas Bea Cukai

Namun, maraknya rokok ilegal berbagai merek seperti Manchester Double Drive, Rave Ice Menthol, HD Classic, dan Ovo Bold justru membuka pertanyaan: sejauh mana efektivitas pengawasan rutin selama ini? Apakah aparat masih kecolongan di titik-titik kritis jalur distribusi?

Tak Hanya Gempur, Tapi Juga Edukasi

Selain penindakan, Bea Cukai Batam menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat dan pelaku usaha. Sosialisasi rutin digelar untuk meningkatkan kepatuhan dan kesadaran soal konsekuensi hukum dari peredaran BKC ilegal.

Jutaan rokok ilegal dari berbagai macam merek HD, Opo dan lain-lain disita di dalam mobil TNI AL. Foto:Dok/Bea Cukai

“Penindakan ini bukan semata soal menyita barang. Ini soal menjaga kedaulatan fiskal negara dan melindungi masyarakat dari peredaran barang ilegal,” tutup Muhtadi.

Penulis:Rega|Editor:Miezon

Berita Terkait

Polisi Tetapkan 3 Tersangka Bentrokan Setokok, 2 Orang Tewas dan 7 Luka
Dari Karo SDM hingga Kapolres, 6 Jabatan di Polda Kepri Berganti
Ketua Umum PK NTT Sebut Bentrok Setokok Bukan Konflik Suku, Minta Warga Tak Terprovokasi
Polisi Usut Bentrokan Konflik Lahan di Batam, 6 Orang Diamankan
Nasib Ribuan Pekerja Ghim Li di Ujung Tanduk, Disnaker Minta Hak Dibayar Dulu
PLN Batam Raih Tiga Penghargaan IQSA 2026, Teknologi Jadi Andalan Perkuat Keselamatan Kerja
Pulang ke Batam, Angela Lillo Bawa Identitas Kota Kelahiran ke Miss Global 2026 Thailand
DPRD Batam Sahkan Perubahan APBD 2026, Anggaran Naik Rp294 Miliar

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 10:26 WIB

Polisi Tetapkan 3 Tersangka Bentrokan Setokok, 2 Orang Tewas dan 7 Luka

Selasa, 15 September 2026 - 13:30 WIB

Dari Karo SDM hingga Kapolres, 6 Jabatan di Polda Kepri Berganti

Selasa, 15 September 2026 - 08:22 WIB

Ketua Umum PK NTT Sebut Bentrok Setokok Bukan Konflik Suku, Minta Warga Tak Terprovokasi

Senin, 14 September 2026 - 23:43 WIB

Polisi Usut Bentrokan Konflik Lahan di Batam, 6 Orang Diamankan

Senin, 14 September 2026 - 16:58 WIB

Nasib Ribuan Pekerja Ghim Li di Ujung Tanduk, Disnaker Minta Hak Dibayar Dulu

Berita Terbaru