25 Kontainer Limbah B3 Direekspor, Bea Cukai Batam Kejar 889 Kontainer Bermasalah

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

25 kontainer limbah B3 Direekspor Bea Cukai. Foto:Istimewa

25 kontainer limbah B3 Direekspor Bea Cukai. Foto:Istimewa

MATAPEDIA6.com, BATAM – Bea Cukai Batam baru menuntaskan reekspor 25 kontainer bermuatan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) melalui Pelabuhan Batu Ampar. Namun di balik capaian tersebut, pekerjaan besar masih membayangi: 889 kontainer limbah B3 masih menumpuk dan belum seluruhnya diajukan reekspor oleh pemiliknya.

Data Bea Cukai Batam mencatat 914 kontainer terindikasi memuat limbah B3 dan dikuasai tiga perusahaan. Hingga Selasa (27/1), baru 49 kontainer yang mengantongi persetujuan reekspor, sementara mayoritas kontainer lainnya belum tersentuh proses administratif.

Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Batam, Evi Octavia, menegaskan pihaknya tidak berhenti pada penindakan awal. Bea Cukai Batam terus menekan perusahaan agar segera bertanggung jawab memulangkan limbah berbahaya tersebut ke negara asal.

“Sebanyak 25 kontainer sudah berhasil direekspor. Namun masih ada 889 kontainer yang belum diajukan permohonan reekspornya dan terus kami dorong penyelesaiannya,” kata Evi dikutip dalam keterangannya, Rabu (28/1/2026).

Baca juga:Langkah Tegas Bea Cukai Batam Kawal Reekspor Limbah B3

PT Logam Internasional Jaya tercatat menguasai 412 kontainer dan mengajukan reekspor untuk 21 kontainer. Seluruhnya telah disetujui dan berhasil dipulangkan. Sementara itu, PT Esun Internasional Utama Indonesia memiliki 386 kontainer tetapi baru mengajukan reekspor untuk 19 kontainer.

“Dari jumlah tersebut, empat kontainer telah direekspor dan 15 kontainer masih tertahan dalam proses,” katanya.

Kondisi paling lamban terlihat pada PT Batam Battery Recycle Industries. Dari total 116 kontainer, perusahaan ini baru mengajukan permohonan reekspor atas sembilan kontainer dan hingga kini prosesnya belum tuntas.

Bea Cukai Batam mengingatkan bahwa keterlambatan pengajuan reekspor tidak hanya memperpanjang penumpukan kontainer di pelabuhan, tetapi juga meningkatkan risiko lingkungan dan biaya logistik yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab perusahaan.

Evi menegaskan Bea Cukai Batam mengapresiasi perusahaan yang kooperatif, namun tetap bersikap tegas terhadap pihak yang lamban menindaklanjuti kewajiban hukumnya.

Seluruh proses reekspor, kata Evi, dijalankan sesuai prosedur dengan pengawasan ketat dan koordinasi lintas instansi, termasuk BP Batam dan Dinas Lingkungan Hidup.

Langkah ini menegaskan komitmen negara mencegah Indonesia menjadi tujuan pembuangan limbah B3 serta memastikan persoalan kontainer bermasalah di Batam segera dituntaskan.

Baca juga:Video:Kejar-kejaran di Perairan Tanjung Uban, Bea Cukai Batam Gagalkan Penyelundupan Barang Kiriman

 

Editor:Zalfirega

Berita Terkait

Polisi Tetapkan 3 Tersangka Bentrokan Setokok, 2 Orang Tewas dan 7 Luka
Dari Karo SDM hingga Kapolres, 6 Jabatan di Polda Kepri Berganti
Ketua Umum PK NTT Sebut Bentrok Setokok Bukan Konflik Suku, Minta Warga Tak Terprovokasi
Polisi Usut Bentrokan Konflik Lahan di Batam, 6 Orang Diamankan
Nasib Ribuan Pekerja Ghim Li di Ujung Tanduk, Disnaker Minta Hak Dibayar Dulu
PLN Batam Raih Tiga Penghargaan IQSA 2026, Teknologi Jadi Andalan Perkuat Keselamatan Kerja
Pulang ke Batam, Angela Lillo Bawa Identitas Kota Kelahiran ke Miss Global 2026 Thailand
DPRD Batam Sahkan Perubahan APBD 2026, Anggaran Naik Rp294 Miliar

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 10:26 WIB

Polisi Tetapkan 3 Tersangka Bentrokan Setokok, 2 Orang Tewas dan 7 Luka

Selasa, 15 September 2026 - 13:30 WIB

Dari Karo SDM hingga Kapolres, 6 Jabatan di Polda Kepri Berganti

Selasa, 15 September 2026 - 08:22 WIB

Ketua Umum PK NTT Sebut Bentrok Setokok Bukan Konflik Suku, Minta Warga Tak Terprovokasi

Senin, 14 September 2026 - 23:43 WIB

Polisi Usut Bentrokan Konflik Lahan di Batam, 6 Orang Diamankan

Senin, 14 September 2026 - 16:58 WIB

Nasib Ribuan Pekerja Ghim Li di Ujung Tanduk, Disnaker Minta Hak Dibayar Dulu

Berita Terbaru