Dugaan Cabul Oknum Guru Ngaji di Sagulung: Warga Mengamuk Rusak Rumah Terduga Pelaku, Polisi Bergerak Cepat

Sabtu, 27 September 2025 - 16:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Rumah terduga pelaku pencabulan di Sagulung diamuk massa pada Jumat (26/9/2025). Foto:Screenshot

Rumah terduga pelaku pencabulan di Sagulung diamuk massa pada Jumat (26/9/2025). Foto:Screenshot

MATAPEDIA6.com, BATAM – Amarah warga Kelurahan Sei Lekop, Kecamatan Sagulung, Batam, meledak setelah mencuat dugaan pencabulan yang melibatkan seorang guru ngaji berinisial M (56).

Massa yang geram merusak rumah M pada Jumat (26/9/2025) malam, memaksa aparat Polsek Sagulung turun tangan mengevakuasi pelaku demi menghindari aksi main hakim sendiri.

Kapolsek Sagulung, Iptu Husnul Afkar, menjelaskan pihaknya menerima laporan sekitar pukul 21.00 WIB dan langsung bergerak ke lokasi.

Baca juga:Sampah Timbun Jalan Seroja Sagulung, Camat–Lurah Turun Tangan Bersihkan

“Saat ini M kita amankan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Penyidik masih mendalami kasus dengan memeriksa saksi dan barang bukti,” ujarnya melalui Kanit Reskrim Polsek Sagulung Iptu Anwar Aris pada wartawan Sabtu (27/9/2025).

Ia menyebutkan pihaknya juga telah menerima laporan resmi dari orang tua salah satu korban berinisial R. Laporan tersebut diperkuat dengan hasil visum rumah sakit.

“Hasil gelar perkara nanti akan menentukan status M. Jika bukti cukup, akan kita tetapkan sebagai tersangka dan ekspos ke publik,” katanya.

Ia menyebut pemeriksaan awal tiga anak yang menjadi korban dugaan pencabulan. Ketiganya terdiri dari dua kakak beradik berusia 8 dan 10 tahun, serta satu anak lain berusia 10 tahun.

“Untuk sementara korban masih tiga orang dan saat ini masih kami mintai keterangan dengan pendampingan orangtua,” ujar Iptu Aris, sembari menambahkan penyelidikan masih berjalan untuk memastikan ada tidaknya korban lain.

Baca juga:Kampung Pelita Jadi Contoh Kebersamaan, Polsek Lubuk Baja Gelar Goro Bersama Warga

Dari pemeriksaan awal, perbuatan pelaku tidak hanya terkonfirmasi melalui keterangan para korban, tetapi juga diakui langsung oleh Am.

Ia menambahkan, bahwa pihaknya tidak hanya fokus pada kasus dugaan pencabulan, tetapi juga siap memproses laporan kerusakan rumah jika ada aduan.

“Kalau ada laporan, tetap kita terima dan tindak lanjuti,” tuturnya.

Dari informasi yang dihimpun terungkap kasus dugaan pencabulan ini berawal dari laporan korban kepada orang tua masing-masing dan mendengarkan pengakuan anak orang tua melaporkan ke warga sekitar hingga kericuhan terjadi.

Sementara dari video yang beredar luas di jagat media sosial tampak kericuhan terjadi saat puluhan warga mendatangi rumah bercat putih yang berada tepat di depan musala tempat M mengajar mengaji.

Batu dan kayu menghantam dinding serta jendela, membuat rumah rusak parah. Teriakan histeris anak dan istri M ikut terdengar di tengah kerumunan. Aksi itu pun terekam dalam video yang cepat menyebar di media sosial.

Reaksi warganet terbagi dua. Sebagian menyayangkan aksi main hakim sendiri. “Kalau mau hukum ustadznya saja, jangan rumahnya. Kasihan anak istrinya,” komentar seorang warga. Namun, banyak juga yang mengaku geram. “Ya Allah, ngeri ya, padahal sudah jadi ustadz,” tulis warga lainnya.

 

Baca juga:Polsek Sagulung Ringkus Remaja Diduga Pelaku Pencabulan Anak, Bukti CCTV Jadi Kunci

 

Penulis:Zalfirega|Editor:Miezon

 

Berita Terkait

Polisi Tetapkan 3 Tersangka Bentrokan Setokok, 2 Orang Tewas dan 7 Luka
Dari Karo SDM hingga Kapolres, 6 Jabatan di Polda Kepri Berganti
Ketua Umum PK NTT Sebut Bentrok Setokok Bukan Konflik Suku, Minta Warga Tak Terprovokasi
Polisi Usut Bentrokan Konflik Lahan di Batam, 6 Orang Diamankan
Nasib Ribuan Pekerja Ghim Li di Ujung Tanduk, Disnaker Minta Hak Dibayar Dulu
PLN Batam Raih Tiga Penghargaan IQSA 2026, Teknologi Jadi Andalan Perkuat Keselamatan Kerja
Pulang ke Batam, Angela Lillo Bawa Identitas Kota Kelahiran ke Miss Global 2026 Thailand
DPRD Batam Sahkan Perubahan APBD 2026, Anggaran Naik Rp294 Miliar

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 10:26 WIB

Polisi Tetapkan 3 Tersangka Bentrokan Setokok, 2 Orang Tewas dan 7 Luka

Selasa, 15 September 2026 - 13:30 WIB

Dari Karo SDM hingga Kapolres, 6 Jabatan di Polda Kepri Berganti

Selasa, 15 September 2026 - 08:22 WIB

Ketua Umum PK NTT Sebut Bentrok Setokok Bukan Konflik Suku, Minta Warga Tak Terprovokasi

Senin, 14 September 2026 - 23:43 WIB

Polisi Usut Bentrokan Konflik Lahan di Batam, 6 Orang Diamankan

Senin, 14 September 2026 - 16:58 WIB

Nasib Ribuan Pekerja Ghim Li di Ujung Tanduk, Disnaker Minta Hak Dibayar Dulu

Berita Terbaru