Aset Perbankan Syariah Tembus Rp 1.000 Triliun, Industri Melesat ke Rekor Tertinggi

Sabtu, 13 Desember 2025 - 05:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar OJK. Foto:Istimewa/matapedia6

Gambar OJK. Foto:Istimewa/matapedia6

MATAPEDIA6.com, JAKARTA— Industri perbankan syariah mencetak sejarah baru, dengan total asetnya menembus Rp1.028,18 triliun per Oktober 2025, tumbuh 11,34 persen yoy dan menjadi rekor tertinggi sejak industri ini berdiri.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menegaskan OJK terus mempercepat penguatan industri agar kian kompetitif, resilien, dan kontributif bagi ekonomi nasional.

“Kinerja gemilang juga terlihat pada penyaluran pembiayaan dan penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK),” ujarnya dalam keterangannya dikutip Sabtu (13/12/2025).

Pembiayaan mencapai Rp685,55 triliun atau naik 7,78 persen yoy, sementara DPK terkerek hingga Rp820,79 triliun atau tumbuh 14,26 persen yoy—keduanya sama-sama mencatatkan angka tertinggi sepanjang sejarah.

Baca juga: High Level Meeting TPAKD Kepri: OJK Dorong Percepatan Akses Keuangan

“Pencapaian ini menegaskan arah kebijakan pengembangan perbankan syariah sudah berada di jalur yang tepat. OJK memastikan implementasi Roadmap Pengembangan dan Penguatan Perbankan Syariah Indonesia (RP3SI) 2023–2027 berjalan konsisten agar industri terus terakselerasi dan tumbuh berkelanjutan,” ujar Dian.

Ia menekankan pentingnya memperkuat struktur industri lewat spin-off dan konsolidasi untuk menghadirkan bank syariah dengan skala ekonomi lebih besar.

Mayoritas Bank Umum Syariah masih berada di kelompok KBMI 1 sehingga perlu akselerasi agar mampu memperluas pembiayaan, meningkatkan efisiensi, mengembangkan model bisnis inovatif, memperkuat infrastruktur TI, dan meningkatkan kualitas SDM.

Di tengah persaingan perbankan yang kian kompetitif, OJK juga mendorong bank syariah tampil lebih agile dengan memaksimalkan produk unik syariah, sinergi bersama bank induk, serta optimalisasi keuangan sosial syariah.

Langkah ini diharapkan memperkuat karakter industri yang berorientasi pada pembangunan sosial-ekonomi sekaligus meningkatkan inklusivitas layanan syariah.

OJK memastikan akan terus mengawal penguatan industri perbankan syariah agar tumbuh sehat, berkelanjutan, dan mampu menjaga stabilitas sistem keuangan nasional sambil mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Baca juga:OJK Keluarkan Perlakuan Khusus Kredit bagi Korban Bencana di Aceh, Sumut dan Sumbar

 

Editor:Zalfirega

 

Berita Terkait

OJK Keluarkan Sejumlah Relaksasi Aturan untuk Perkuat Industri Pembiayaan dan Fintech
OJK dan ILO Luncurkan Sistem ERP untuk Buka Akses Pembiayaan Peternak Sapi Perah
SheHacks 2026 Dorong Perempuan UMKM Manfaatkan AI untuk Kembangkan Bisnis
Tebar Dividen Rp21,9 Triliun, Telkom Pertahankan Jajaran Direksi
Satgas PASTI Bongkar Penghimpunan Dana Ilegal Koperasi BLN, Ketua Koperasi Ditangkap
OJK Minta Korban Dugaan Investasi Bodong di Purwokerto Segera Melapor
Dadan Hindayana Ditahan, Kejagung Usut Dugaan Penyimpangan MBG
OJK Perkuat BPR dan BPRS, Aset Tembus Rp236,69 Triliun dan Kredit UMKM Terus Tumbuh

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 20:40 WIB

OJK Keluarkan Sejumlah Relaksasi Aturan untuk Perkuat Industri Pembiayaan dan Fintech

Sabtu, 13 Juni 2026 - 11:59 WIB

OJK dan ILO Luncurkan Sistem ERP untuk Buka Akses Pembiayaan Peternak Sapi Perah

Selasa, 9 Juni 2026 - 13:03 WIB

SheHacks 2026 Dorong Perempuan UMKM Manfaatkan AI untuk Kembangkan Bisnis

Selasa, 9 Juni 2026 - 10:55 WIB

Tebar Dividen Rp21,9 Triliun, Telkom Pertahankan Jajaran Direksi

Minggu, 7 Juni 2026 - 19:53 WIB

Satgas PASTI Bongkar Penghimpunan Dana Ilegal Koperasi BLN, Ketua Koperasi Ditangkap

Berita Terbaru