Hari Pantun Sedunia 17 Desember, Endipat Wijaya: Pantun Jantung Identitas Melayu Kepri

Rabu, 17 Desember 2025 - 09:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPR RI Dapil Kepulauan Riau, Endipat Wijaya. Foto:Istimewa/matapedia

Anggota DPR RI Dapil Kepulauan Riau, Endipat Wijaya. Foto:Istimewa/matapedia

MATAPEDIA6.com, BATAM— Peringatan Hari Pantun Sedunia setiap 17 Desember menegaskan posisi pantun sebagai denyut identitas Melayu Kepulauan Riau.

Sejak UNESCO menetapkan pantun sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia pada 17 Desember 2020, tradisi lisan ini kian relevan sebagai penopang nilai, adab, dan jati diri Melayu.

Anggota DPR RI Dapil Kepulauan Riau, Endipat Wijaya, menekankan ikatan historis dan kultural Kepri dengan pantun. Tradisi ini hidup dalam keseharian masyarakat—dari adat, petuah, hingga komunikasi sosial.

“Kepulauan Riau tak terpisahkan dari pantun. Di sanalah orang Melayu menasihati, mendidik, dan menjaga adab,” kata Endipat, Rabu (17/12/2025).

Baca juga: Endipat Wijaya Serap Aspirasi Warga Sagulung, Bagikan Ratusan Paket Sembako

Ia menegaskan, pantun bukan sekadar rima. Di dalamnya tersimpan pelajaran budaya, sopan santun, serta syiar agama yang diwariskan lintas generasi.

“Pantun mengajarkan kebaikan dengan bahasa halus dan bermartabat. Inilah kekuatan budaya Melayu,” ujarnya.

Sebagai refleksi Hari Pantun Sedunia, Endipat menyampaikan pantun bernilai budaya dan keagamaan:

Pergi berlayar ke Pulau Penyengat,

Singgah sejenak di tepi perigi.

Pantun berakar pada adat dan syariat,

Menjaga akhlak, menuntun budi.

Endipat mengingatkan, arus globalisasi tak boleh menggerus pantun. “Pantun adalah jati diri Melayu. Ia harus hidup dan diwariskan kepada generasi muda,” katanya.

Ia mendorong pengembangan dan promosi pantun melalui pendidikan, agenda kebudayaan, serta pemanfaatan media digital agar gaungnya menembus tingkat nasional hingga internasional.

Ke taman bunga memetik melati,

Melati putih harum baunya.

Pantun dijaga sepanjang masa dan negeri,

Agar Melayu dikenal dunia.

Peringatan Hari Pantun Sedunia diharapkan menjadi titik tolak kolektif untuk menjaga, melestarikan, dan menghidupkan pantun sebagai warisan luhur yang menguatkan identitas Melayu.

Baca juga:Bobby Nasution Merapat ke Gerindra, Golkar Berencana Usung Kader di Pilkada Sumut

Berita Terkait

Antisipasi Aksi “Rayap Besi”, Polresta Barelang Pimpin Patroli Gabungan Lintas Instansi
Kisah Sharifah Nur Nafisya, Siswi MTsN 1 Batam yang Tak Pernah Juara Akademik Kini Menjadi Juara 1 WCR 2026
Hampir Seluruh Warga Kepri Terlindungi JKN, Kepesertaan Tembus 97,53 Persen
Pemilik Toko Material, Rika: Tagihan Material Proyek Pulau Kasu Sudah Lunas Sejak Mei 2026
Polda Kepri Tangkap Pelaku Pencurian Penutup Drainase di Terowongan Pelita Batam, Dijuluki “Rayap Besi”
Jelang Hari Bhayangkara ke-80, Personel Polda Kepri Gotong Royong Bersihkan Masjid di Batam
Polisi Tangkap Pelaku Pencurian Penutup Drainase Terowongan Pelita, Li Claudia Ajak Pengusaha Besi Tolak Barang Curian
Yusril Koto Buka Suara soal Demo di Kantor LIRA

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 13:05 WIB

Antisipasi Aksi “Rayap Besi”, Polresta Barelang Pimpin Patroli Gabungan Lintas Instansi

Kamis, 18 Juni 2026 - 17:59 WIB

Kisah Sharifah Nur Nafisya, Siswi MTsN 1 Batam yang Tak Pernah Juara Akademik Kini Menjadi Juara 1 WCR 2026

Kamis, 18 Juni 2026 - 16:40 WIB

Hampir Seluruh Warga Kepri Terlindungi JKN, Kepesertaan Tembus 97,53 Persen

Rabu, 17 Juni 2026 - 15:51 WIB

Polda Kepri Tangkap Pelaku Pencurian Penutup Drainase di Terowongan Pelita Batam, Dijuluki “Rayap Besi”

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:23 WIB

Jelang Hari Bhayangkara ke-80, Personel Polda Kepri Gotong Royong Bersihkan Masjid di Batam

Berita Terbaru