92 Persen BTS Indosat di Wilayah Terdampak Banjir Aceh Kembali Beroperasi

Senin, 29 Desember 2025 - 13:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Warga bersama Indosat di wilayah Aceh. Foto:Ist

Warga bersama Indosat di wilayah Aceh. Foto:Ist

MATAPEDIA6.com, ACEH TAMIANG – Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) bergerak cepat memulihkan layanan telekomunikasi pascabanjir di Aceh.

Hingga akhir Desember 2025, Indosat telah mengaktifkan kembali 92 persen Base Transceiver Station (BTS) di seluruh wilayah terdampak.

Pemulihan ini menjadi langkah krusial untuk menjaga konektivitas masyarakat di masa darurat dan pemulihan, terutama dalam mendukung komunikasi, distribusi informasi, serta aktivitas ekonomi dan sosial warga.

EVP–Head of Circle Sumatra Indosat Ooredoo Hutchison, Agus Sulistio, menegaskan konektivitas menjadi kebutuhan utama saat bencana melanda. Indosat, kata dia, langsung mengerahkan sumber daya bersama para pemangku kepentingan agar jaringan kembali berfungsi secepat mungkin.

Baca juga:Disdukcapil Batam Datangi Warga Lewat Ketapel 

“Kami bergerak cepat agar masyarakat tetap terhubung. Saat ini, sebagian besar wilayah terdampak di Aceh, termasuk Aceh Tamiang, sudah kembali terlayani. Kami terus mengebut pemulihan hingga seluruh jaringan pulih sepenuhnya,” ujar Agus dalam keterangannya, Senin (29/12/2025).

Untuk mempercepat pemulihan, lanjut Agus, Indosat melakukan perbaikan menyeluruh pada infrastruktur jaringan. Tim teknis mengganti perangkat BTS yang rusak akibat banjir, memperbaiki jalur serat optik yang terputus, serta memasang sumber daya cadangan berupa genset dan baterai.

Di wilayah yang belum terhubung jaringan serat optik, Indosat mengaktifkan transmisi alternatif berbasis satelit agar layanan komunikasi tetap berjalan.

Indosat juga menambah personel teknis di seluruh lokasi terdampak, melibatkan tim internal dan mitra ekosistem.

“Perusahaan berkoordinasi intensif dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), BNPB, serta pemerintah daerah untuk memastikan pasokan bahan bakar dan membuka akses ke wilayah yang sempat terisolasi,” ungkap dia.

Sedangkan untuk menjaga kualitas layanan, Indosat menempatkan tim siaga di titik-titik vital seperti bandara, terminal, stasiun, rumah sakit, dan area pengungsian.

Dari sisi kendali operasional, Indosat mengoperasikan Command Center terpusat di Jakarta, Medan, dan Aceh guna memantau kondisi jaringan secara real time dan memberi dukungan langsung ke tim lapangan.

Seiring pemulihan jaringan, Indosat melalui program Indosat SIGAP turut memperkuat bantuan kemanusiaan. Perusahaan mendirikan posko dapur umum di sejumlah wilayah rawan terdampak banjir, dengan fokus utama di Aceh.

Posko bantuan beroperasi di Kampung Durian (Aceh Tamiang), Geulanggang Rayeuk (Bireuen), serta Panti Asuhan Darul Aitam (Meureudu, Pidie Jaya). Bantuan serupa juga disalurkan ke Langkat (Sumatra Utara), Kota Padang, dan Kabupaten Agam (Sumatra Barat).

Menyesuaikan kebutuhan lapangan, Indosat mengoptimalkan jumlah posko dari rencana awal 10 titik menjadi 9 titik, dengan prioritas di wilayah Aceh.

Kapasitas bantuan ditingkatkan hingga ribuan porsi makanan per hari, disertai pembangunan sumur bor di Aceh Tamiang untuk menjamin ketersediaan air bersih secara berkelanjutan.

Ke depan, Indosat memastikan pemulihan jaringan tuntas melalui penguatan infrastruktur, penambahan sumber daya, serta koordinasi berkelanjutan dengan pemerintah dan pemangku kepentingan.

Indosat menegaskan komitmennya menghadirkan layanan komunikasi yang tangguh, responsif, dan andal, agar masyarakat tetap terhubung kapan pun dan di mana pun, termasuk saat menghadapi situasi darurat.

Baca juga:Angka Perceraian Batam Menanjak, Amsakar Dorong Penguatan Keluarga Sejak Pra-Nikah

 

Editor:Zalfirega

 

Berita Terkait

OJK Genjot Digitalisasi Keuangan untuk Perluas Akses Pembiayaan UMKM Indonesia Timur
OJK Siapkan Tiga Fokus Pengembangan Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah pada 2026
OJK Limpahkan Tersangka Kasus Asuransi Jiwa Prolife ke Kejari Jaksel, Aset Senilai Puluhan Miliar Disita
OJK Limpahkan Tersangka Kasus BPR SAWA ke Kejari Sidoarjo, Diduga Manipulasi Kredit Rp5,8 Miliar
OJK Sita Aset Rp114 Miliar dalam Penyidikan Eks Pengendali PT Asuransi Jiwa Prolife Indonesia
OJK Dorong Tata Kelola dan Integritas untuk Perkuat Stabilitas Sistem Keuangan
HUT Ke-61 Telkom, Perkuat Transformasi Digital Lewat Gerakan UMKM dan Kompetisi AI
OJK Limpahkan Tersangka Kasus PT BPR DCN ke Jaksa, Dugaan Kerugian Capai Puluhan Miliar Rupiah

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 10:30 WIB

OJK Genjot Digitalisasi Keuangan untuk Perluas Akses Pembiayaan UMKM Indonesia Timur

Selasa, 21 Juli 2026 - 14:50 WIB

OJK Siapkan Tiga Fokus Pengembangan Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah pada 2026

Rabu, 15 Juli 2026 - 18:14 WIB

OJK Limpahkan Tersangka Kasus Asuransi Jiwa Prolife ke Kejari Jaksel, Aset Senilai Puluhan Miliar Disita

Senin, 13 Juli 2026 - 17:32 WIB

OJK Limpahkan Tersangka Kasus BPR SAWA ke Kejari Sidoarjo, Diduga Manipulasi Kredit Rp5,8 Miliar

Kamis, 9 Juli 2026 - 19:56 WIB

OJK Sita Aset Rp114 Miliar dalam Penyidikan Eks Pengendali PT Asuransi Jiwa Prolife Indonesia

Berita Terbaru