Perkuat Ketahanan Risiko Iklim, OJK dan Inggris Luncurkan Working Group Pembiayaan Iklim

Kamis, 26 Februari 2026 - 14:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

OJK dan Inggris Luncurkan working group. Foto:Ist

OJK dan Inggris Luncurkan working group. Foto:Ist

MATAPEDIA6.com, JAKARTA– Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama industri perbankan nasional memperkuat komitmen mendukung transisi ekonomi rendah karbon melalui penguatan manajemen risiko iklim, ketahanan sektor perbankan, dan kerja sama internasional di pembiayaan berkelanjutan.

Komitmen itu diwujudkan dalam The 2nd Indonesia Climate Banking Forum (ICBF) bertajuk Climate Risk Management and Banking Resilience to Support Climate Finance Investment, yang digelar di Jakarta Kamis (26/2/2026).

Forum ini melanjutkan inisiatif ICBF pertama pada 2024, yang menandai peluncuran Climate Risk Management & Scenario Analysis (CRMS) sebagai tonggak awal pengelolaan risiko perubahan iklim di sektor perbankan.

Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menekankan transformasi sistem keuangan Indonesia agar selaras dengan iklim sebagai bagian integral komitmen OJK dan sektor jasa keuangan.

“Kami menyambut dukungan Pemerintah Britania Raya dan Kedutaan Besar Inggris dalam pembentukan Kelompok Kerja Pembiayaan Iklim Indonesia–UK. Kolaborasi ini mempercepat inovasi pembiayaan transisi sekaligus memperdalam kemitraan strategis antara Indonesia dan Inggris, sebagaimana ditegaskan Presiden Prabowo Subianto,” ujar Friderica.

OJK menilai manajemen risiko iklim sebagai komponen strategis yang menjadi jembatan menerjemahkan kebijakan transisi nasional dan sinyal global ke tata kelola sektor keuangan, manajemen risiko, serta alokasi pembiayaan.

Baca juga:OJK–BI Luncurkan Pusat Inovasi Digital Indonesia, 1.300 Talenta Siap Uji Solusi di DIGDAYA x Hackathon 2026

Peluncuran Indonesia–UK Working Group on Climate Financing

OJK dan Pemerintah Inggris resmi meluncurkan Indonesia–UK Strategic Partnership Working Group on Climate Financing, untuk memobilisasi pendanaan mendukung agenda keuangan berkelanjutan.

Langkah ini menindaklanjuti kemitraan strategis Indonesia–Inggris yang disepakati Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer Januari lalu.

Peresmian dilakukan oleh UK Minister for the Indo-Pacific Seema Malhotra, Duta Besar Inggris Dominic Jermey, Pjs Ketua OJK Friderica Widyasari Dewi dan Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae.

Dian Ediana Rae menegaskan sektor perbankan Indonesia memiliki ketahanan modal yang memadai untuk menyerap tekanan risiko iklim dalam skenario transisi yang dikelola baik.

Rasio Capital Adequacy Ratio (CAR) tetap berada di atas ketentuan regulasi, menunjukkan perbankan tangguh sekaligus siap mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon.

“Sistem keuangan tangguh menjadi fondasi utama untuk stabilitas jangka panjang, pertumbuhan berkelanjutan, dan kesejahteraan masyarakat,” kata Dian.

Seema Malhotra menambahkan, tantangan risiko iklim menuntut respons kolektif dari regulator, bank, dan investor.

“Ketahanan sistem keuangan tidak hanya mitigasi risiko, tapi juga menangkap peluang ekonomi hijau. Bersama, risiko iklim bisa diubah menjadi peluang melalui kerja sama erat dan akses pembiayaan yang tepat,” ujarnya.

Dua Publikasi Strategis

OJK juga merilis dua publikasi strategis:

1. Climate Risk and Banking Resilience Assessment (CBRA) – kerangka asesmen yang dikembangkan OJK bersama Pemerintah Australia dan Prospera untuk mengukur dampak risiko iklim terhadap ketahanan sektor perbankan secara forward-looking, sekaligus menjadi referensi sains bagi strategi transisi.

2. Indonesia Banking Sustainability Maturity Report 2025 (SMART) – menilai tingkat kematangan penerapan keuangan berkelanjutan pada perbankan nasional dan menjadi rujukan pengawasan agar implementasi keuangan berkelanjutan berjalan terstruktur, terukur, dan selaras agenda transisi nasional.

ICBF ke depan akan menjadi forum rutin untuk koordinasi antara otoritas, kementerian, lembaga pemerintah, dan industri jasa keuangan.

Tujuannya memastikan arah kebijakan keberlanjutan terukur serta membangun kepercayaan pasar untuk mendorong pembiayaan iklim dan keberlanjutan secara berkelanjutan.

Baca juga:Kejari Batam Turun ke Jalan Bagikan Takjil, Lanjut Buka Puasa Bersama Pegawai

Editor:Redaksi

 

Berita Terkait

Indonesia Luncurkan Sahabat-AI: Platform AI Lokal Pertama yang Mengerti Masyarakat
OJK–BI Luncurkan Pusat Inovasi Digital Indonesia, 1.300 Talenta Siap Uji Solusi di DIGDAYA x Hackathon 2026
OJK Tuntaskan Penyidikan Pidana Perbankan di PT BPR Panca Dana, Tiga Tersangka Diserahkan ke Kejari Depok
Manipulasi Harga Pasar Modal Terbongkar, OJK Denda Influencer Rp5,35 Miliar
OJK Bongkar Rendahnya Literasi Asuransi di Kampus
Indosat Ooredoo Hutchison Bukukan Laba Bersih Tumbuh Double Digit, ARPU dan AI Jadi Mesin Pertumbuhan
OJK, LPS dan BPS Kawal SNLIK 2026, 75 Ribu Responden Disasar Perkuat Data Literasi Keuangan
Langgar Aturan Pasar Modal, OJK Denda PIPA dan REAL hingga Miliaran Rupiah
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 26 Februari 2026 - 14:38 WIB

Perkuat Ketahanan Risiko Iklim, OJK dan Inggris Luncurkan Working Group Pembiayaan Iklim

Selasa, 24 Februari 2026 - 14:27 WIB

OJK–BI Luncurkan Pusat Inovasi Digital Indonesia, 1.300 Talenta Siap Uji Solusi di DIGDAYA x Hackathon 2026

Senin, 23 Februari 2026 - 19:22 WIB

OJK Tuntaskan Penyidikan Pidana Perbankan di PT BPR Panca Dana, Tiga Tersangka Diserahkan ke Kejari Depok

Sabtu, 21 Februari 2026 - 14:39 WIB

Manipulasi Harga Pasar Modal Terbongkar, OJK Denda Influencer Rp5,35 Miliar

Senin, 16 Februari 2026 - 16:05 WIB

OJK Bongkar Rendahnya Literasi Asuransi di Kampus

Berita Terbaru