MATAPEDIA6.com, BATAM – Seorang pria berusia 26 tahun bernama Imam masih bertahan di atas tower telekomunikasi di belakang Masjid Baiturrahman, Kecamatan Sekupang, Kota Batam, hingga Kamis (26/3/2026) sore.
Imam diketahui telah berada di atas tower lebih 24 jam sejak Rabu malam sekitar pukul 20.30 WIB.
Petugas kepolisian dari Polsek Sekupang bersama warga dan jemaah masjid terus berupaya membujuk Imam agar turun secara baik-baik.
Pendekatan persuasif dilakukan demi menghindari tindakan yang berisiko membahayakan keselamatannya.
“Kamu bukan penjahat, kamu tidak ada masalah. Saya bertanggung jawab, kamu tidak akan dipukul atau dimarahi,” ujar Aipda Erwin dari bawah tower, berusaha menenangkan Imam.
Baca juga: Drama di Kibing Batu Aji, Diduga Maling Kabel Bertahan di Atas Tower
Namun hingga pukul 21.00 WIB, upaya tersebut belum membuahkan hasil. Setiap kali ada orang yang mencoba mendekat atau memaksanya turun, Imam justru memanjat lebih tinggi menuju puncak tower.
Kapolsek Sekupang, Kompol Hippal Tua Sirait, mengatakan posisi Imam berada di ketinggian sekitar 15 hingga 20 meter.
Di lokasi tersebut terdapat dudukan yang biasa digunakan teknisi saat melakukan perbaikan jaringan, sehingga Imam terlihat duduk dan bertahan di area tersebut.
“Keselamatan menjadi prioritas utama. Kami tidak melakukan pemaksaan karena berisiko. Jika ada yang naik, yang bersangkutan justru ikut naik lebih tinggi,” jelas Hippal.
Sejak malam hingga siang hari, polisi, jemaah masjid, serta warga sekitar secara bergantian membujuk Imam.
Bahkan beberapa jemaah sempat naik ke atas tower untuk mencoba berbicara langsung. Upaya tersebut sempat menimbulkan momen dramatis ketika seorang jemaah mencoba menarik Imam turun, namun pria itu meronta dan kembali memanjat ke bagian yang lebih tinggi.
Baca juga: Panbil Group Siapkan Kaveling untuk Relokasi Warga Tembesi Tower di Sei Daun Piayu Batam
Melihat kondisi yang berbahaya, warga akhirnya sepakat agar Imam tidak dipaksa dan hanya dibujuk dari bawah.
“Biar saja, jangan dipaksa. Yang penting dia tidak naik ke puncak,” ujar salah satu jemaah.
Selama berada di atas tower, kebutuhan dasar Imam tetap diperhatikan. Jemaah dan petugas mengirimkan makanan, minuman, bahkan rokok sesuai permintaannya.
Polisi juga telah mempertemukan Imam dengan keluarganya melalui komunikasi, namun hal itu belum membuatnya bersedia turun.
“Kami akan tetap menunggu sambil terus membujuk agar yang bersangkutan mau turun dengan aman,” kata Hippal.
Penulis: Luci |Editor: Zalfirega



















