MATAPEDIA6.com, BATAM – Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, meresmikan revitalisasi SMA/SMK di SMKN 11 Batam, Kelurahan Sei Pelunggut, Kecamatan Sagulung, Kota Batam, Rabu (13/5/2026), sekaligus menggenjot pendidikan vokasi agar lulusan langsung terserap ke dunia kerja.
Ansar langsung menekankan arah kebijakan tersebut: sekolah tidak boleh lagi hanya mencetak ijazah, tetapi harus menghasilkan tenaga kerja siap pakai. Ia mendorong penguatan kualitas SDM melalui sertifikasi kompetensi dan kemitraan aktif dengan industri.
“Kita melihat antusiasme masyarakat terus meningkat. Dari total 26 sekolah yang direvitalisasi di Kepulauan Riau, sebagian besar berada di Batam,” ujar Ansar usai peresmian.
Kepala Dinas Pendidikan Kepri, Andi Agung, membeberkan total anggaran yang digelontorkan mencapai sekitar Rp70 miliar dari pemerintah pusat. Program Asta Cita menyumbang Rp21 miliar, sementara APBD Kepri menambah Rp15 miliar.
Pemerintah mengarahkan anggaran tersebut untuk membangun sekolah baru, merehabilitasi ruang kelas, memperbaiki fasilitas sanitasi, serta melengkapi alat praktik siswa SMK. Bantuan tidak hanya menyasar sekolah negeri, tetapi juga swasta—dengan Batam sebagai penerima terbanyak.
Baca juga:Kejari Batam Hentikan 3 Perkara Lewat Restorative Justice, 1 Kasus Disetop Demi Kepentingan Umum
“Tujuannya jelas, kita benahi sarana prasarana agar anak-anak belajar lebih nyaman,” kata Andi.
Ia mencontohkan transformasi signifikan di SMKN 11 Batam. Sekolah yang sebelumnya hanya memiliki empat ruang kelas dengan lebih dari 600 siswa kini berkembang pesat. Pada 2025, pemerintah menggelontorkan Rp6,5 miliar untuk pembangunan ruang kelas baru lengkap dengan peralatan praktik.
“Ini bukti nyata kehadiran pemerintah, baik pusat maupun daerah,” tegasnya.
Pemprov Kepri juga mempercepat pembangunan SMK baru di kawasan industri seperti Tanjunguncang dan Bengkong. Langkah ini menjawab lonjakan minat masyarakat terhadap pendidikan vokasi.
“Target kita, tidak ada lagi anak Kepri yang tidak sekolah. Minat ke SMK tinggi, maka fasilitas harus kita siapkan,” ujar Andi.
Dorongan link and match mulai terlihat konkret. Di SMKN 11 Batam, sekitar 60 perusahaan telah menjadi mitra. Kolaborasi ini membuka peluang magang hingga rekrutmen langsung bagi siswa.
Kepala SMKN 11 Batam, Rosi Yulianti, menjelaskan sekolahnya menerima paket revitalisasi lengkap, mulai dari pembangunan ruang kelas baru melalui program Asta Cita dan APBD hingga laboratorium komputer serta peralatan praktik.
Gubernur Kepri Ansar Ahmad bersama Kepala SMKN 11 Batam, Rosi Yulianti, Rabu (13/5/2026). Foto:Rega/matapediaSaat ini, SMKN 11 Batam memiliki empat jurusan unggulan, yakni Teknik Instalasi Tenaga Listrik, Teknik Elektronika Industri, Teknik Pemesinan, dan Teknik Otomasi Industri. Seluruh fasilitas pendukung seperti lapangan, toilet, dan ruang praktik juga telah dibenahi.
“Dulu hanya empat ruang kelas, sekarang berkembang menjadi sebelas ruang dengan 612 siswa,” ujar Rosi.
Sekolah menargetkan 560 siswa baru pada PPDB tahun ini. Dengan fasilitas yang terus diperkuat dan dukungan industri, SMKN 11 Batam menargetkan lulusannya langsung masuk dunia kerja.
Revitalisasi ini menjadi sinyal tegas: pendidikan vokasi di Kepri tidak lagi berjalan di tempat. Pemerintah mendorongnya melaju cepat untuk menutup jarak antara sekolah dan kebutuhan industri.
Baca juga:Gerindra Batam Bawa Program Renovasi 50 Sekolah SD-SMP Usai Kunjungan ke DPR RI
Penulis:Zalfirega|Editor:Miezon

















