MATAPEDIA6.com, JAKARTA— Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) mempercepat kolaborasi untuk mengembangkan inovasi keuangan digital berbasis Web3.
Langkah ini mereka dorong langsung dari pertemuan strategis di Kantor Ekraf, Jakarta, Selasa, sebagai upaya mengangkat kekayaan intelektual (IP) Indonesia menjadi kelas aset baru bernilai ekonomi tinggi.
Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, Adi Budiarso, menegaskan OJK terus memperkuat sinergi dengan Ekraf guna mempercepat lahirnya inovasi di sektor keuangan digital.
“Kolaborasi ini mendorong terciptanya inovasi baru sekaligus memperkuat fondasi ekosistem keuangan digital nasional,” kata Adi dalam keterangannya, Rabu (15/4/2026).
OJK dan Ekraf langsung mengakselerasi implementasi kerja sama melalui dua program kunci: Infinity Hackathon OJK–Ekraf 2025 dan Infinity Accelerator 2026.
Hackathon tersebut telah melahirkan berbagai solusi berbasis Web3, mulai dari skema pembiayaan, peningkatan transparansi, hingga perlindungan karya kreatif.
Sementara itu, Infinity Accelerator 2026 mengusung tema Unlocking Indonesia’s Intellectual Property as a New Asset Class. Program ini mendorong IP lokal masuk ke dalam sistem aset yang terverifikasi, terdigitalisasi, dan layak investasi.
OJK juga menghubungkan teknologi blockchain dengan kebijakan sektor keuangan untuk membuka pasar IP yang lebih likuid dan kredibel.
Baca juga:Dishub Batam Gerak Cepat, Pasang Rambu Penyeberangan di SDN 001 Sei Panas
“Melalui dua program ini, kami memperkuat ekosistem Web3 dan blockchain agar mampu menopang pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan kompetitif,” ujar Adi.
Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menyambut langkah tersebut dan menilai transformasi IP menjadi aset baru sebagai strategi penting meningkatkan nilai tambah ekonomi kreatif.
“Kolaborasi ini memastikan inovasi Web3 tidak hanya maju secara teknologi, tetapi juga memiliki payung regulasi yang kuat sehingga memberi manfaat nyata bagi kreator,” tegasnya.
Dalam pertemuan itu, kedua lembaga juga memperkuat koordinasi lintas sektor untuk merumuskan kebijakan terkait blockchain, aset kripto, dan model pembiayaan digital di sektor kreatif.
Mereka menargetkan ekosistem ekonomi kreatif Indonesia bergerak lebih cepat menuju era digital yang inklusif, transparan, dan berdaya saing global.
Sejumlah pejabat turut hadir, di antaranya Kepala Departemen IAKD OJK Djoko Kurnijanto dan Deputi Kreativitas Digital dan Teknologi Ekraf Muhammad Neil El Himam.
Tiga startup—Libere, Invinsible Funds, dan Alterfun—juga memamerkan model inovasi mereka sebagai bagian dari penguatan ekosistem Web3 nasional.
Baca juga:Bripda Natanael Tewas di Mess Polda Kepri, Diduga Dianiaya Senior
Editor:Zalfirega


















