Kemendikdasmen Salurkan Rp2 Triliun untuk Revitalisasi 3.033 Sekolah Terdampak Bencana

Sabtu, 30 Mei 2026 - 16:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sekolah SLB Pembina Aceh Temiang, Provinsi Aceh yang mendapat renovasi dari Kemendikdasmen. Matapedia6.com/Dok Kemendikdasmen

Sekolah SLB Pembina Aceh Temiang, Provinsi Aceh yang mendapat renovasi dari Kemendikdasmen. Matapedia6.com/Dok Kemendikdasmen

65 / 100 Skor SEO

MATAPEDIA6.com, JAKARTA – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus mempercepat pemulihan layanan pendidikan di wilayah terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara.

Hingga akhir Mei 2026, pemerintah telah menyalurkan bantuan tahap pertama senilai Rp2 triliun untuk revitalisasi 3.033 sekolah yang terdampak bencana.

Berdasarkan data Kemendikdasmen, bencana yang terjadi sejak akhir 2025 telah berdampak pada 4.922 satuan pendidikan.

Akibatnya, sekitar 707.161 peserta didik serta 59.620 guru dan tenaga kependidikan (GTK) turut merasakan dampak terganggunya proses pembelajaran.

Sebagai langkah percepatan pemulihan, sebanyak 3.101 sekolah telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) revitalisasi dengan total nilai bantuan mencapai Rp2,9 triliun.

Baca juga: Tinjau SPMB, Wamendikdasmen Kunjungi SMA dan SMK di Batam

Dari jumlah tersebut, 3.033 sekolah telah menerima penyaluran tahap pertama sebesar 70 persen atau sekitar Rp2 triliun.

Sebanyak 2.834 sekolah menjalankan revitalisasi secara swakelola, sementara 267 sekolah dengan kategori rusak berat atau harus direlokasi dikerjakan oleh TNI Angkatan Darat. Adapun 68 sekolah lainnya masih menunggu proses penyaluran bantuan senilai Rp31,7 miliar.

Kemajuan pembangunan juga terus menunjukkan perkembangan, dari 3.033 sekolah penerima bantuan tahap pertama, sebanyak 28 sekolah telah mencapai progres fisik di atas 70 persen, 223 sekolah berada pada kisaran 51–70 persen, 574 sekolah mencapai progres 31–50 persen, dan 2.208 sekolah masih dalam tahap awal dengan progres di bawah 30 persen.

Kemendikdasmen menargetkan sedikitnya 311 sekolah dapat selesai 100 persen sebelum dimulainya tahun ajaran baru 2026/2027 pada Juli mendatang.

Tidak hanya fokus pada pembangunan fisik sekolah, pemerintah juga menyalurkan bantuan kepada guru dan tenaga kependidikan terdampak bencana.

Dari total 59.270 GTK terdampak, sebanyak 52.513 orang telah menerima bantuan dengan nilai anggaran lebih dari Rp315 miliar.

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, Pendidikan Nonformal dan Informal (PAUD Dikdas PNFI), Gogot Suharwoto, mengatakan proses relokasi sekolah masih terus berjalan. Saat ini terdapat 31 sekolah relokasi yang telah menandatangani PKS dan sedang dibangun oleh TNI AD.

“Masih terdapat 66 sekolah yang harus direlokasi dan belum melakukan PKS karena masih dalam tahap koordinasi penyediaan lahan dengan pemerintah daerah,” ujarnya, Jumat (29/5/2026).

Baca juga: Mendikdasmen Bertemu Guru di Batam, Bahas Belajar Matematika di Tingkat TK-SD

Dari jumlah tersebut, 23 sekolah belum memiliki lahan, 16 sekolah masih dalam proses pengurusan lahan, dan 27 sekolah lainnya telah memiliki lahan namun masih menunggu kelengkapan dokumen legalitas dari pemerintah daerah.

Salah satu sekolah yang tengah dikebut proses revitalisasinya adalah SLBN Pembina Aceh Tamiang.

Sekolah yang sempat terendam banjir bandang pada November 2025 lalu itu ditargetkan sudah dapat digunakan kembali pada tahun ajaran baru mendatang.

Kepala SLBN Pembina Aceh Tamiang, Supranata, mengatakan progres pembangunan saat ini telah mencapai 24,4 persen.

“Kami menargetkan pembangunan selesai pada Juni. Saat ini pekerjaan yang tersisa antara lain pemasangan keramik, plafon, pengecatan, dan pemasangan kusen,” katanya.

Banjir bandang yang menerjang wilayah tersebut sebelumnya menyebabkan seluruh ruang kelas dan area sekolah tertutup lumpur setinggi lutut orang dewasa.

Selain merusak lantai bangunan, banjir juga menghancurkan sebagian atap sekolah akibat ketinggian air yang mencapai lebih dari tiga meter.

Untuk mempercepat pengerjaan, pihak sekolah melibatkan sekitar 50 pekerja dari Aceh Tamiang dan Kabupaten Langkat, Sumatra Utara. Sementara proses pembangunan berlangsung, kegiatan belajar mengajar tetap berjalan dengan memanfaatkan tiga ruang kelas darurat, gedung keterampilan, dan mushala sekolah.

Sementara di Kabupaten Pidie Jaya, progres pembangunan di SMK Ummul Ayman juga terus menunjukkan perkembangan positif. Kepala sekolah, Faisal, menyebut pembangunan ruang kelas baru telah mendekati 50 persen.

Selama masa pembangunan, para siswa tetap mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan memanfaatkan gedung Sekolah Tinggi Ilmu Syariah yang berada dalam satu kompleks sekolah, ditambah ruang kelas darurat yang disediakan Kemendikdasmen.

“Bangunan tersebut tidak terlalu terdampak banjir dan memiliki cukup banyak ruang kelas sehingga bisa digunakan sementara,” ujarnya.

Secara keseluruhan, progres revitalisasi di SMK Ummul Ayman telah mencapai sekitar 29 persen. Selain ruang kelas baru, pembangunan juga mencakup ruang praktik siswa, toilet, serta ruang administrasi sekolah.

Baca juga: Disdik Batam Siapkan Solusi untuk 1.039 Calon Siswa Tak Tertampung

Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Tatang Muttaqin, menegaskan pemerintah berkomitmen memastikan seluruh peserta didik di daerah terdampak bencana dapat kembali belajar dalam lingkungan yang aman dan layak pada tahun ajaran baru mendatang.

Menurutnya, revitalisasi sekolah dan penyediaan ruang kelas darurat menjadi bagian penting dari upaya pemulihan pembelajaran pascabencana.

“Meski tingkat kerusakan setiap sekolah berbeda-beda dan proses pembangunan belum seluruhnya selesai, kami terus berupaya memastikan seluruh murid dapat belajar dengan aman dan nyaman pada tahun ajaran baru nanti,” kata Tatang.

Tatang menambahkan, ruang kelas darurat akan tetap dimanfaatkan sebagai solusi sementara hingga seluruh proses revitalisasi sekolah terdampak bencana dapat diselesaikan.

Naskah ini sudah disusun dengan gaya berita media online yang lebih mengalir, memiliki alur yang jelas, serta menonjolkan data utama, progres pembangunan, dan sisi human interest dari sekolah-sekolah yang sedang direvitalisasi.

Penulis: Luci |Editor: Zalfirega

Berita Terkait

PLN Batam Raih TOP CSR Awards 2026 Bintang 4, Kwin Fo Sabet TOP Leader on CSR Commitment
OJK Percepat Ekonomi Daerah, Bidik Kopi hingga Industri Kreatif
Satgas PASTI Hentikan Dugaan Penipuan Berkedok Investasi Appeninc, VID, dan Sensenowai
OJK Perkuat Integritas Mahasiswa Lewat Kuliah Umum Road to Risk and Governance Summit 2026
OJK Pastikan Perbankan Tetap Kuat Hadapi Gejolak Global dan Fluktuasi Rupiah
JLC Race Award 2025: JNE Beri Mobil BYD dan Umrah untuk Pelaku UKM Berprestasi
OJK Siapkan Generasi Muda Jadi Penggerak Pasar Modal, Literasi Investasi Masih Rendah
Presiden Prabowo Subianto Kunjungi Pulau Miangas, Janji Renovasi Sekolah hingga Puskesmas

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 16:53 WIB

Kemendikdasmen Salurkan Rp2 Triliun untuk Revitalisasi 3.033 Sekolah Terdampak Bencana

Jumat, 29 Mei 2026 - 10:39 WIB

PLN Batam Raih TOP CSR Awards 2026 Bintang 4, Kwin Fo Sabet TOP Leader on CSR Commitment

Selasa, 26 Mei 2026 - 11:09 WIB

OJK Percepat Ekonomi Daerah, Bidik Kopi hingga Industri Kreatif

Senin, 25 Mei 2026 - 14:30 WIB

Satgas PASTI Hentikan Dugaan Penipuan Berkedok Investasi Appeninc, VID, dan Sensenowai

Minggu, 24 Mei 2026 - 13:41 WIB

OJK Perkuat Integritas Mahasiswa Lewat Kuliah Umum Road to Risk and Governance Summit 2026

Berita Terbaru