MATAPEDIA6.com, BATAM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kepulauan Riau bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kota Batam terus mendorong peningkatan literasi keuangan masyarakat di tengah pesatnya perkembangan layanan keuangan digital.
Upaya tersebut diwujudkan melalui seminar bertajuk “Cerdas Finansial Era Digital: Optimalisasi Literasi Keuangan Menuju Masyarakat yang Bijak Berutang dan Adaptif terhadap Risiko Keuangan Digital’ yang digelar di Harmoni One Hotel Batam, Kamis (18/6/2026).
Kegiatan ini diikuti sekitar 100 peserta yang berasal dari organisasi perempuan, pelaku usaha, serta mahasiswa dari Universitas Ibnu Sina Batam dan Institut Teknologi dan Bisnis Indobaru Nasional Batam.
Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Batam, Suhar, mengatakan kemajuan teknologi telah menghadirkan berbagai kemudahan dalam mengakses layanan keuangan. Namun di sisi lain, perkembangan tersebut juga memunculkan risiko baru yang perlu diantisipasi masyarakat.
“Bersama TPAKD, literasi keuangan kepada masyarakat Kota Batam dapat terus dilakukan agar masyarakat semakin adaptif dan cerdas dalam memanfaatkan keuangan digital,” kata Suhar dalam keterangannya, Jumat (19/6/2026).
Baca juga:PNBP BP Batam Tembus Rp899 Miliar, Amsakar Fokus Percepat Infrastruktur
“Peningkatan literasi keuangan menjadi kunci agar masyarakat mampu memanfaatkan layanan keuangan digital secara aman dan bertanggung jawab,” tambah dia.
Senada, Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kota Batam, Firman Hidayat, menilai pemahaman mengenai pengelolaan keuangan menjadi kebutuhan penting di era digital saat ini.
Ia menjelaskan masyarakat perlu dibekali kemampuan untuk mengatur keuangan, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta memprioritaskan pembayaran agar tidak terjebak dalam beban utang yang berlebihan.
Seminar tersebut turut dihadiri perwakilan OJK Kepulauan Riau, Bank Indonesia, serta Bank Riau Kepri Syariah.
Dalam kesempatan itu, Kepala Kantor OJK Provinsi Kepulauan Riau yang diwakili Manajer Senior Bagian Pelindungan Konsumen, M. Rizky, mengingatkan peserta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai aktivitas keuangan ilegal yang masih marak terjadi.
Ia menyoroti keberadaan pinjaman online ilegal dan investasi ilegal yang kerap menawarkan keuntungan instan, namun berpotensi merugikan masyarakat.
Selain itu, masyarakat juga diminta lebih berhati-hati terhadap berbagai modus penipuan yang memanfaatkan perkembangan teknologi digital, termasuk penyalahgunaan data pribadi.
“Literasi keuangan menjadi benteng utama agar masyarakat tidak mudah terjebak dalam praktik keuangan ilegal maupun berbagai modus penipuan digital,” ujarnya.
Selain menghadirkan OJK sebagai narasumber, seminar ini juga menghadirkan Ketua Program Studi Bisnis Digital Institut Teknologi dan Bisnis Indobaru Nasional, Renniwaty Siringoringo, serta Dosen STIE Pembangunan Tanjungpinang, Ulfa Oktavani Nasution.
Keduanya membahas pentingnya bijak berutang, perencanaan keuangan, serta strategi mengelola keuangan secara sehat di tengah meningkatnya akses terhadap layanan keuangan digital.
Melalui kegiatan ini, OJK Kepri bersama TPAKD Kota Batam berharap masyarakat semakin memahami pentingnya pengelolaan keuangan yang sehat, mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi keuangan, serta lebih waspada terhadap berbagai aktivitas keuangan ilegal yang dapat merugikan diri sendiri maupun keluarga.
Baca juga:Wakil Ketua I DPRD Batam Aweng: Kolaborasi Antar-Lembaga Kunci Percepat Pembangunan Batam
Editor:Zalfirega
















