OJK Dorong Pekerja Informal Mulai Siapkan Dana Pensiun Sejak Dini

Minggu, 6 September 2026 - 17:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Friderica saat pencanangan Bulan Dana Pensiun 2026 di Kawasan Senayan, Jakarta, Minggu (6/9/2026). Foto:OJK Kepri

Friderica saat pencanangan Bulan Dana Pensiun 2026 di Kawasan Senayan, Jakarta, Minggu (6/9/2026). Foto:OJK Kepri

65 / 100 Skor SEO

MATAPEDIA6.com, JAKARTA — Industri dana pensiun mendapat peluang memperluas pasar seiring tingginya jumlah pekerja informal di Indonesia.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong industri dan pemerintah memperluas kepesertaan agar pekerja mandiri, pelaku UMKM hingga generasi muda mulai menyiapkan penghasilan untuk masa pensiun.

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan tantangan industri dana pensiun saat ini bukan hanya meningkatkan dana kelolaan, tetapi juga memperbesar jumlah peserta.

“PR-nya adalah enggak cuma membesarkan dana kelolaan dana pensiun, tapi meningkatkan kepesertaannya,” kata Friderica saat pencanangan Bulan Dana Pensiun 2026 di Kawasan Senayan, Jakarta, Minggu (6/9/2026).

Menurut Friderica, perubahan pola kerja membuat kebutuhan perluasan kepesertaan semakin mendesak. Banyak masyarakat kini memilih bekerja mandiri atau tidak lagi mengandalkan pekerjaan sebagai pegawai tetap.

Baca juga:Polda Kepri Gelar KRYD di Kampung Madani, 114 Orang Jalani Pemeriksaan

Kondisi itu membuka ruang bagi industri dana pensiun untuk menjangkau kelompok pekerja yang selama ini belum memiliki persiapan finansial untuk masa purnabakti.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan Indonesia memiliki sekitar 155 juta angkatan kerja. Sekitar 60 persen di antaranya bekerja di sektor informal.

Besarnya proporsi tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang untuk memperluas perlindungan sosial dan kepesertaan program pensiun.

“Semakin banyak orang yang berada di usia bukan lagi usia kerja, sesudah pasca usia kerja. Dan tentu kita menginginkan bahwa mereka bisa tetap berkarya,” ujar Yassierli.

OJK mencatat tingkat literasi keuangan nasional telah mencapai sekitar 69 persen, sementara inklusi keuangan berada di kisaran 93 persen. Namun, literasi khusus dana pensiun masih sekitar 22 persen.

Angka tersebut menunjukkan masih lebar jarak antara pemahaman masyarakat terhadap dana pensiun dan keputusan untuk mulai menyiapkan dana hari tua.

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono mengatakan penguatan sistem pensiun membutuhkan peningkatan replacement ratio atau rasio penggantian pendapatan setelah seseorang pensiun.

Ia menilai masyarakat membutuhkan sumber pendapatan yang cukup dan berkelanjutan karena masa pensiun dapat berlangsung selama puluhan tahun. Pada periode tersebut, kebutuhan biaya kesehatan, tempat tinggal, perawatan jangka panjang, dan kebutuhan sehari-hari tetap berjalan.

“Peningkatan replacement ratio tidak dapat hanya mengandalkan satu program atau satu lembaga,” kata Ogi.

Ogi mendorong penguatan seluruh pilar sistem pensiun melalui perluasan kepesertaan, kesinambungan iuran, kecukupan manfaat, serta pengelolaan investasi yang prudent.

Dari sisi industri keuangan, dana pensiun juga memiliki peran lebih luas. Dana yang terkumpul dalam program pensiun dapat menjadi sumber pembiayaan jangka panjang bagi sektor produktif, sekaligus mendukung pendalaman pasar keuangan nasional.

Untuk memperluas basis peserta, OJK bersama sejumlah pemangku kepentingan mencanangkan Bulan Dana Pensiun 2026. Program tersebut akan menghadirkan lebih dari 104 kegiatan literasi dan inklusi di berbagai daerah selama satu bulan.

Kegiatan mencakup edukasi, seminar, webinar, konsultasi perencanaan pensiun, kampanye digital hingga program perluasan kepesertaan.

Sasarannya tidak hanya pekerja formal, tetapi juga pekerja informal, ASN, anggota TNI dan Polri, pelaku UMKM, perempuan serta generasi muda.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Rini Widyantini menekankan persiapan pensiun perlu dimulai sejak seseorang memasuki dunia kerja.

“Masa persiapan yang baik tidak dipersiapkan ketika kita itu akan berhenti bekerja, tapi sejak mulai bekerja,” kata Rini.

Melalui Bulan Dana Pensiun 2026, OJK mengajak masyarakat menghitung kebutuhan finansial saat pensiun, menyisihkan penghasilan sejak dini dan memilih program pensiun yang legal serta sesuai kebutuhan.

Bagi industri, perluasan kepesertaan tersebut sekaligus membuka ruang pertumbuhan pasar dana pensiun di tengah perubahan struktur tenaga kerja dan meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia di Indonesia.

 

Baca juga:Ribuan Warga Padati Belakang Padang Bershalawat, Amsakar: Ajak Teladani Akhlak Rasulullah

Editor:Zalfirega

 

Berita Terkait

Kasus Dugaan Penghinaan Etnis, Terdakwa Ajukan Restorative Justice di PN Batam
Amsakar Dorong Kerja Sama Batam-Singapura Diperkuat, Fokus Ekonomi dan Investasi
BP Batam Bidik Investor Jepang untuk Dorong Pertumbuhan Ekonomi
Destry Damayanti Jadi Gubernur Bank Indonesia, Fokus Jaga Stabilitas
OJK Perkuat Organisasi, Siapkan Pengawasan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis
BP Batam Siapkan Rp2,44 Triliun untuk Percepat Investasi dan Infrastruktur pada 2027
Investasi Kripto Tanpa Izin OJK, Satgas PASTI Setop YWWSDC dan RTHAE
BP Batam Catat Investasi Rp38,97 Triliun pada Semester I 2026
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 17:17 WIB

OJK Dorong Pekerja Informal Mulai Siapkan Dana Pensiun Sejak Dini

Jumat, 4 September 2026 - 21:25 WIB

Kasus Dugaan Penghinaan Etnis, Terdakwa Ajukan Restorative Justice di PN Batam

Jumat, 4 September 2026 - 10:17 WIB

Amsakar Dorong Kerja Sama Batam-Singapura Diperkuat, Fokus Ekonomi dan Investasi

Kamis, 3 September 2026 - 22:17 WIB

BP Batam Bidik Investor Jepang untuk Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Rabu, 2 September 2026 - 21:24 WIB

Destry Damayanti Jadi Gubernur Bank Indonesia, Fokus Jaga Stabilitas

Berita Terbaru