MATAPEDIA6.com, BATAM – Aksi perampokan terhadap seorang nenek berusia 75 tahun menggemparkan warga Batuaji, Kota Batam, Rabu (11/2/2026).
Pelaku yang diketahui bernama Dedi Effendy berhasil diringkus tim Satreskrim Polresta Barelang bersama Polsek Lubuk Baja hanya beberapa jam setelah kejadian.
Penangkapan dilakukan sekitar pukul 17.00 WIB di depan akses masuk kawasan industri Latrade Industrial Park Tanjunguncang,di Jalan Sei Binti, Kelurahan Tanjunguncang, Kecamatan Batuaji.
Dalam video yang beredar, tersangka terlihat telungkup di jalan saat diamankan petugas dengan kedua tangan terborgol.
Tak jauh dari lokasi penangkapan, sepeda motor Honda Beat warna putih yang diduga digunakan pelaku tampak tergeletak di tepi jalan dalam kondisi bodi tidak utuh.
Penangkapan tersebut berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/B/14/II/2026/SPKT/Polsek Lubuk Baja/Polresta Barelang/Polda Kepri tanggal 11 Februari 2026.
Baca juga: Diduga Perampokan, Wanita Pengemudi Mobil Raize Bersimbah Darah di Jalan Gajah Mada Sei Ladi
Korban dalam.kejadian ini diketahui bernama Etty Suhanti (75), warga Kampung Dalam RT 005/RW 004, Kelurahan Baloi Indah, Kecamatan Lubuk Baja.
Peristiwa bermula pada Rabu (11/2/2026). sekitar pukul 09.00 WIB saat korban sedang mencuci pakaian di belakang rumahnya.
Tersangka datang dan duduk di bangku panjang depan rumah korban, lalu meminta dibuatkan kopi.
Saat korban mengatakan tidak memiliki kopi, pelaku memberikan uang Rp50 ribu dan meminta dibelikan kopi serta empat batang rokok.
Tanpa menaruh curiga, korban menuruti permintaan tersebut. Setelah kembali dan menyerahkan kembalian Rp36.500, tersangka justru menyuruh korban menyimpan uang tersebut.
Namun, saat korban kembali ke belakang rumah untuk mengiris bawang, pelaku tiba-tiba datang dari arah belakang. Ketika korban menoleh, pelaku langsung memukul bagian mata kanan korban hingga pingsan.
Dalam kondisi tak berdaya, gelang emas seberat 60 gram yang dikenakan korban di tangan kiri dirampas pelaku.
Baca juga: Pelaku Perampokan di Sekupang Meninggal, Sempat Jalani Perawatan di RSBP
Sekitar 10 menit kemudian, korban sadar dan terduduk di depan rumah sambil menangis dengan kondisi mata kanan lebam.
Tetangga korban, Yuyun, yang datang kemudian membantu dan mendengarkan cerita korban sebelum akhirnya peristiwa tersebut dilaporkan ke polisi.
“Modus tersangka berpura-pura berkunjung ke rumah korban dan memanfaatkan korban yang sudah lanjut usia,” ungkap Kapolresta Barelang Kombes Pol Anggoro Wicaksono melalui Kanit Reskrim Polsek Lubuk Baja, Iptu Noval Adimas Ardianto.
Pengungkapan kasus ini terbantu rekaman CCTV yang memperlihatkan tersangka meninggalkan lokasi menggunakan sepeda motor Honda Beat. Dari hasil penyelidikan dan interogasi awal, tersangka mengakui perbuatannya.
Menurut pengakuannya, gelang emas hasil rampasan dijual kepada seseorang berinisial Ib yang kini masuk daftar pencarian orang (DPO). Dari penjualan tersebut, tersangka memperoleh uang sebesar Rp22.550.000.
Sementara dalam pengungkapan kasus tersebut Polisi turut menyita sejumlah barang bukti, antara lain, uang tunai Rp22.550.000 hasil penjualan emas, Dua lembar surat kepemilikan emas milik korban, Satu helai celana jins biru, Satu helai baju abu-abu lengan panjang, Satu buah kupluk hijau muda dan Satu tas kecil warna biru.
Tersangka kini ditahan di Mapolsek Lubuk Baja untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut.
Atas perbuatannya, Dedi Effendy dijerat dengan Pasal 479 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan, dengan ancaman pidana maksimal sembilan tahun penjara.
Penulis: Luci |Editor: Meizon


















