Dosen IPB University Bekali Petani Hutan Rakyat dengan Pelatihan Pengukuran Pohon

Jumat, 22 Agustus 2025 - 08:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

tim dosen Departemen Manajemen Hutan, IPB University ketika menggelar 'Pelatihan Pengukuran Dimensi Pohon dan Inventarisasi Hutan Rakyat'. Foto:dok/Istimewa

tim dosen Departemen Manajemen Hutan, IPB University ketika menggelar 'Pelatihan Pengukuran Dimensi Pohon dan Inventarisasi Hutan Rakyat'. Foto:dok/Istimewa

MATAPEDIA6.com, BOGOR-Mengubah kebiasaan dari pengelolaan berbasis perkiraan menjadi pengelolaan berbasis data adalah kunci utama menuju hutan rakyat lestari.

Misi inilah yang diemban oleh tim dosen Departemen Manajemen Hutan, IPB University saat menggelar “Pelatihan Pengukuran Dimensi Pohon dan Inventarisasi Hutan Rakyat” bagi masyarakat Desa Karyasari, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, sebagai bagian krusial dari kegiatan pengabdian masyarakat melalui program Dosen Pulang Kampung yang bertajuk Pendugaan Volume Pohon Untuk Menaksir Potensi Hutan Rakyat Guna Mewujudkan Pengelolaan Hutan Rakyat Lestari.

Selama bertahun-tahun, banyak pemilik hutan rakyat mengelola asetnya tanpa catatan yang akurat, mengakibatkan potensi ekonomi tidak maksimal dan risiko ekologis sedikit terabaikan.

Pelatihan ini hadir untuk mengatasi akar masalah tersebut dengan menekankan pentingnya inventarisasi potensi hutan rakyat. Masyarakat diajak belajar bersama agar lebih memahami bahwa setiap pohon adalah aset yang datanya perlu dicatat, mulai dari jenis, diameter, hingga taksiran tingginya.

Kegiatan pelatihan berlangsung selama satu hari pada tanggal 10 Agustus 2025 dan disambut antusias oleh peserta yang terdiri dari anggota Kelompok Tani Hutan (KTH) KWT Sipon Harum Lestari dan KTH Harapan Maju. Pada sesi awal, peserta menerima materi teori tentang pentingnya inventarisasi hutan rakyat.

“Di era modern, semua keputusan harus didukung data, tidak terkecuali dalam mengelola hutan,” terang Dr. Ir. Muhdin, M.Sc.F.Trop, selaku pemateri. “Data pengukuran ini ibarat rekam medis bagi hutan.

Dari data inilah kita bisa tahu ‘kesehatan’ hutan, laju pertumbuhannya, dan kapan waktu yang tepat untuk memanen. Tanpa data ini, kita seperti berjalan di dalam gelap.”

Setelah materi teori, dilakukan praktik lapangan dengan memanfaatkan alat ukur sederhana seperti pita ukur dan walking stick sederhana.

Peserta didorong untuk mencoba secara langsung hingga benar-benar memahami cara penggunaan alat. Para peserta memberikan respon positif karena pelatihan dilakukan secara langsung di lokasi hutan rakyat.

“Metode praktik lapang seperti ini sangat membantu kami memahami cara mengukur,” kata Ujang Supandi, peserta pelatihan.

Kegiatan ini merupakan tahap pertama yang akan disusul dengan pelatihan kedua mengenai teknik praktis perhitungan volume. Data yang telah berhasil dikumpulkan oleh warga dalam pelatihan ini akan menjadi bahan utama yang akan “diolah” pada sesi lanjutan tersebut.

Dengan membekali masyarakat kemampuan untuk mengumpulkan data mereka sendiri, program ini memberdayakan mereka untuk menjadi manajer aset yang proaktif, bukan lagi sekadar pemilik lahan pasif. Ini adalah langkah transformatif menuju kedaulatan data di tingkat komunitas.

Artikel merupakan kiriman dari Habli bukan mewakili pandangan dari redaksi matapedia

 

Berita Terkait

RSBP Batam Gandeng BPOM Perkuat Pengawasan Obat, Utamakan Keselamatan Pasien
JPU Tuntut Tujuh Terdakwa Ledakan MT Federal II, hingga 2,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum Siapkan Pledoi 
Inovasi Nurse-log RSUD Embung Fatimah Raih Juara III Nasional, Pangkas Proses Kredensial Perawat Secara Digital
Kejari Batam Masuk Sekolah, Ingatkan Siswa Bahaya Bullying hingga Kejahatan Digital
BP Batam Dukung Penataan Ruang Laut Pemerintah, Amsakar: Kepastian Hukum Jadi Kunci Investasi
Polisi Bagikan Bendera Merah Putih ke Warga Batam, Ajak Semarakkan HUT ke-81 RI
Manchester hingga H-Mild Ilegal Disita, Bea Cukai Batam Sapu Puluhan Ribu Batang Rokok Tanpa Cukai
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto Tiba di Batam, Amsakar Sambut Sebelum Kunjungan Kerja ke Lingga

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 10:39 WIB

RSBP Batam Gandeng BPOM Perkuat Pengawasan Obat, Utamakan Keselamatan Pasien

Kamis, 6 Agustus 2026 - 20:29 WIB

JPU Tuntut Tujuh Terdakwa Ledakan MT Federal II, hingga 2,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum Siapkan Pledoi 

Kamis, 6 Agustus 2026 - 20:18 WIB

Inovasi Nurse-log RSUD Embung Fatimah Raih Juara III Nasional, Pangkas Proses Kredensial Perawat Secara Digital

Kamis, 6 Agustus 2026 - 16:18 WIB

Kejari Batam Masuk Sekolah, Ingatkan Siswa Bahaya Bullying hingga Kejahatan Digital

Rabu, 5 Agustus 2026 - 19:00 WIB

BP Batam Dukung Penataan Ruang Laut Pemerintah, Amsakar: Kepastian Hukum Jadi Kunci Investasi

Berita Terbaru

Terduga pelaku saat diamankan Polisi pada Kamis (6/8/2026). Foto:Istimewa

Hukum Kriminal

Polisi Ungkap Dugaan Curas Driver Ojol Maxim di Sekupang

Jumat, 7 Agu 2026 - 11:03 WIB