IASC Kembalikan Rp161 Miliar Dana Korban Scam, Negara Hadir Lawan Kejahatan Digital

Kamis, 22 Januari 2026 - 12:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

IASC dan OJK kembalikan dana masyarakat korban penipuan scam. Foto:OJK Kepri

IASC dan OJK kembalikan dana masyarakat korban penipuan scam. Foto:OJK Kepri

MATAPEDIA6.com, JAKARTA— Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) berhasil mengembalikan Rp161 miliar dana milik 1.070 korban penipuan digital. Dana tersebut berasal dari hasil pemblokiran rekening pelaku di 14 bank sejak IASC beroperasi pada 22 November 2024 hingga 12 Januari 2026.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) selaku koordinator Satgas PASTI dan IASC menyerahkan pengembalian dana secara simbolis di Jakarta, Rabu.

Acara ini dihadiri Ketua Komisi XI DPR RI Mokhamad Misbakhun Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan OJK Friderica Widyasari Dewi, pimpinan bank anggota IASC, perwakilan Polri, Kementerian Komunikasi dan Digital, serta para korban.

Friderica menegaskan, pengembalian dana tersebut menjadi bukti konkret kerja bersama OJK, kementerian/lembaga, dan industri perbankan dalam melindungi masyarakat dari kejahatan keuangan digital.

“Ini simbol nyata kehadiran negara melindungi masyarakat dari kejahatan keuangan yang semakin kompleks dan sulit terdeteksi,” tegas Friderica dalam keterangannya, Kamis (22/1/2026).

Baca juga:Benchmark Tata Kelola Air dan Resiliensi Infrastruktur, Kepala BP Batam Terima Kunjungan Bupati Batu Bara

Ia menyebut, kejahatan keuangan digital terus berkembang dan melintasi batas negara, sehingga penanganannya menuntut kolaborasi lintas sektor dan lintas otoritas.

Pelaku menggunakan beragam modus, mulai dari penipuan belanja online, impersonation atau fake call, investasi bodong, penipuan lowongan kerja, hingga love scam yang marak di media sosial.

Di sisi lain, penanganan scam masih menghadapi tantangan serius, seperti lonjakan aduan, keterlambatan pelaporan korban, kebutuhan pemblokiran yang semakin cepat, alur pelarian dana yang rumit, hingga optimalisasi pengembalian dana.

Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar menegaskan, keberhasilan pengembalian dana ini memperkuat komitmen OJK bersama pemerintah dan industri jasa keuangan untuk melindungi konsumen dan menjaga kepercayaan publik.

“Sinergi seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci memerangi scam. Modus pelaku terus berkembang, sehingga seluruh aspek harus diantisipasi bersama,” ujar Mahendra.

Mahendra juga mengapresiasi keberanian para korban yang melapor dan berbagi pengalaman. Menurutnya, langkah tersebut menjadi pelajaran penting sekaligus memperkuat komitmen bersama melawan kejahatan keuangan digital.

OJK dan Satgas PASTI mengimbau masyarakat segera melapor ke IASC saat menjadi korban penipuan. Semakin cepat laporan masuk, semakin besar peluang dana kembali.

Sejalan dengan itu, Ketua Komisi XI DPR RI Mokhamad Misbakhun menegaskan bahwa penipuan di sektor jasa keuangan merupakan kejahatan serius dengan kompleksitas tinggi.

“Ini bukan kejahatan biasa. Ini white collar crime. Modus dan teknisnya sangat canggih,” tegas Misbakhun.

Ia menilai, langkah OJK melalui IASC telah menghadirkan dampak nyata dan harapan baru bagi masyarakat di tengah maraknya penipuan digital.

“Apa yang dilakukan IASC dan Satgas PASTI memberi angin segar dan optimisme bagi masyarakat,” ujarnya.

Sejak berdiri pada 22 November 2024 hingga 14 Januari 2026, IASC menerima 432.637 aduan penipuan dengan total kerugian mencapai Rp9,1 triliun. Dari jumlah tersebut, IASC berhasil memblokir dana senilai Rp436,88 miliar.

Masyarakat dapat menyampaikan laporan penipuan keuangan melalui website resmi iasc.ojk.go.id. Satgas PASTI juga mengingatkan publik agar waspada terhadap situs palsu dan pihak yang mengaku sebagai perwakilan IASC.

Baca juga:Remaja di Batam Ditangkap Polisi Terungkap Curi Motor 15 Kali, Aksinya Berakhir di Polsek Sekupang 

Editor:Zalfirega

Berita Terkait

Dari Cerdas Cermat hingga Bisnis, OJK Dorong Anak Muda Kuasai Keuangan Syariah
OJK Buka Kepemilikan Saham Bursa Efek untuk Investor dan Publik
OJK Ambil Alih Pengawasan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis Mulai 2027
40 Penghargaan ENSIA 2026 Jadi Cermin Inovasi Pertamina Sumbagut di Lapangan
OJK Sebut Kredit Tetap Tumbuh, Industri Pengolahan Jadi Andalan Bisnis Perbankan hingga Triwulan III 2026
Penerbangan Lion Group dari Jakarta Mulai Dibuka Bertahap, Ini Alasannya
OJK Dorong Pekerja Informal Mulai Siapkan Dana Pensiun Sejak Dini
Kasus Dugaan Penghinaan Etnis, Terdakwa Ajukan Restorative Justice di PN Batam

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 15:35 WIB

Dari Cerdas Cermat hingga Bisnis, OJK Dorong Anak Muda Kuasai Keuangan Syariah

Senin, 21 September 2026 - 13:30 WIB

OJK Buka Kepemilikan Saham Bursa Efek untuk Investor dan Publik

Jumat, 18 September 2026 - 20:05 WIB

OJK Ambil Alih Pengawasan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis Mulai 2027

Selasa, 15 September 2026 - 11:31 WIB

40 Penghargaan ENSIA 2026 Jadi Cermin Inovasi Pertamina Sumbagut di Lapangan

Kamis, 10 September 2026 - 21:37 WIB

OJK Sebut Kredit Tetap Tumbuh, Industri Pengolahan Jadi Andalan Bisnis Perbankan hingga Triwulan III 2026

Berita Terbaru