OJK Kepri Evaluasi Aturan Rekening Dormant demi Jaga Stabilitas Keuangan dan Lindungi Nasabah

Senin, 4 Agustus 2025 - 16:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala OJK Provinsi Kepulauan Riau, Sinar Danandjaya saat diwawancarai wartawan di Jakarta, Senin (4/8/2025). Foto:Zalfirega/matapedia

Kepala OJK Provinsi Kepulauan Riau, Sinar Danandjaya saat diwawancarai wartawan di Jakarta, Senin (4/8/2025). Foto:Zalfirega/matapedia

MATAPEDIA6.com, JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyiapkan revisi regulasi rekening tidak aktif atau rekening dormant guna menjaga likuiditas dan kepercayaan dalam sistem keuangan nasional.

Langkah ini dinilai penting setelah muncul keluhan nasabah terkait pemblokiran massal rekening oleh Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Kepala OJK Provinsi Kepulauan Riau, Sinar Danandjaya, menyebut aturan baru nantinya akan memperjelas posisi hukum baik bagi nasabah maupun perbankan.

“Kami ingin mempertegas hak-hak bank dan nasabah, serta memastikan rekening dormant tidak menjadi celah kejahatan keuangan,” ujar Sinar saat ditemui wartawan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta, Senin (4/8/2025).

Kebijakan ini muncul sebagai respons atas pemblokiran jutaan rekening yang diduga dimanfaatkan untuk aktivitas ilegal. Meski sebagian nasabah merasa rekening mereka masih aktif karena menerima transfer atau digunakan secara berkala, banyak yang tetap terdampak.

Baca juga: Waspada Investasi Kripto Ilegal, Diskominfo dan OJK Kepri Ingatkan Masyarakat Jangan Mudah Tergiur Iming-Iming Keuntungan Besar

Menurut Sinar, OJK tengah mengevaluasi mekanisme pemblokiran agar tidak menimbulkan gejolak, sembari menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.

“Mekanisme pemblokiran akan diperjelas agar tidak disalahgunakan. Tapi kami pastikan upaya ini tetap menjaga ketenangan publik dan kestabilan sistem keuangan,” tegasnya.

Dari sisi daerah, OJK Kepri mencatat lonjakan pertanyaan dari masyarakat terkait prosedur pembukaan blokir karena PPATK tidak memiliki kantor cabang di daerah.

“Kami sudah sampaikan ke masyarakat bahwa pembukaan blokir mengikuti prosedur resmi dari PPATK pusat, lengkap dengan formulir dan tata cara yang harus dipenuhi,” jelasnya.

Meski belum ada data pasti soal jumlah rekening dormant yang terdampak di Kepri, Sinar memastikan bahwa proses evaluasi tengah berjalan. Sejumlah rekening pun sudah dibuka kembali.

“Saya baca di berita, beberapa rekening yang sempat diblokir sudah aktif kembali,” ucapnya.

Sinar juga menegaskan bahwa kebijakan ini tidak mengganggu perekonomian Kepri. Tren Dana Pihak Ketiga (DPK) dan kinerja perbankan disebut tetap solid.

“Alhamdulillah, industri perbankan di Kepri masih sehat. Kami pantau terus perkembangan DPK untuk memastikan kepercayaan masyarakat tetap terjaga,” pungkasnya.

Baca juga: OJK Kepri Tanggapi Ribuan Laporan Ilegal dan Tingkatkan Literasi Keuangan

Penulis:Zalfirega|Editor:Trio

Berita Terkait

Transformasi Telkom Mulai Berbuah, InfraNexia Raup Pendapatan Rp7,7 Triliun di Semester I 2026
Batam Jadi Etalase Teknologi Maritim Dunia, IMOX 2026 Bidik Transaksi Rp326 Miliar
Pemulihan Bisnis Seluler Dongkrak Laba Telkom, Pendapatan Semester I 2026 Tembus Rp75,9 Triliun
Batam Dinobatkan sebagai Daerah Terbaik untuk Investasi, Transformasi Digital Jadi Magnet Baru Investor
OJK Kepri Gandeng APPI Batam Perangi Pembiayaan Ilegal, Dorong Industri Tumbuh Sehat
Indosat Raup Pendapatan Rp30,7 Triliun pada Semester I 2026, AI Jadi Motor Pertumbuhan Bisnis
Telkom Raih Lestari Award 2026, Strategi Pengembangan Talenta Jadi Pengungkit Transformasi Bisnis
CERNIVAL 2026 Dibuka di Batam, BI Pacu Transaksi QRIS dan UMKM Kepri

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 16:19 WIB

Transformasi Telkom Mulai Berbuah, InfraNexia Raup Pendapatan Rp7,7 Triliun di Semester I 2026

Rabu, 5 Agustus 2026 - 12:56 WIB

Batam Jadi Etalase Teknologi Maritim Dunia, IMOX 2026 Bidik Transaksi Rp326 Miliar

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 16:13 WIB

Pemulihan Bisnis Seluler Dongkrak Laba Telkom, Pendapatan Semester I 2026 Tembus Rp75,9 Triliun

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 11:29 WIB

Batam Dinobatkan sebagai Daerah Terbaik untuk Investasi, Transformasi Digital Jadi Magnet Baru Investor

Rabu, 29 Juli 2026 - 13:35 WIB

OJK Kepri Gandeng APPI Batam Perangi Pembiayaan Ilegal, Dorong Industri Tumbuh Sehat

Berita Terbaru