OJK Rilis Whitelist Resmi Pedagang Aset Digital, Investor Kripto Diminta Cek Legalitas

Jumat, 19 Desember 2025 - 21:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar OJK. Foto:Istimewa/matapedia6

Gambar OJK. Foto:Istimewa/matapedia6

MATAPEDIA6.com, JAKARTA-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengunci ruang gerak pelaku ilegal di industri kripto dengan menerbitkan Whitelist Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan Calon Pedagang Aset Keuangan Digital (CPAKD) terdaftar. Daftar resmi ini menjadi rujukan utama masyarakat sebelum bertransaksi aset keuangan digital dan kripto.

OJK menegaskan, hanya entitas dan platform yang tercantum dalam Whitelist yang sah beroperasi dan berada dalam pengawasan regulator. Langkah ini sekaligus memperkuat perlindungan konsumen serta menjaga integritas pasar aset digital nasional.

Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan, dan Komunikasi OJK, M. Ismail Riyadi, menyatakan Whitelist memuat nama perusahaan beserta aplikasi atau platform yang telah mengantongi izin atau penetapan OJK.

Baca juga:K Square Mall Resmi Beroperasi, Batam Punya Magnet Ritel Baru 

“Daftar ini memastikan legalitas pihak yang digunakan masyarakat dalam bertransaksi aset keuangan digital dan kripto,” tegas Ismail dalam keterangannya, Jumat (19/12/2025).

Penerbitan Whitelist berlandaskan UU Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK), khususnya Pasal 218 dan Pasal 304.

Aturan tersebut mewajibkan perizinan bagi penyelenggara dan memberi sanksi pidana berat bagi pihak yang beroperasi tanpa izin, termasuk ancaman penjara hingga 10 tahun dan denda maksimal Rp1 triliun.

Seiring peralihan kewenangan pengawasan dari Bappebti ke OJK, regulator juga menegaskan bahwa seluruh aktivitas perdagangan aset keuangan digital dan kripto wajib tunduk pada ketentuan perizinan yang berlaku. Pihak di luar Whitelist dipastikan tidak berizin dan tidak diawasi OJK.

OJK mengimbau masyarakat untuk:

Bertransaksi hanya melalui PAKD dan CPAKD yang tercantum dalam Whitelist serta menggunakan kanal resmi yang terdaftar.

Menghindari aplikasi, situs, atau kanal di luar daftar karena berisiko merugikan. Mencocokkan nama entitas, aplikasi, dan alamat situs dengan Whitelist OJK, sekaligus mewaspadai link palsu, typosquatting dan promosi mencurigakan di media sosial atau grup percakapan.

Regulator juga mengingatkan modus penipuan yang dikemas sebagai edukasi, seminar, atau komunitas kripto, namun mengarahkan peserta ke platform tidak berizin.

OJK kembali menekankan prinsip Legal dan Logis (2L) dalam memilih produk kripto. Legal berarti entitas dan aplikasinya berizin serta tercantum dalam Whitelist.

Baca juga:Ratusan Kader Gerindra Kepri: Tegaskan Soliditas dan Tolak Provokasi

Logis berarti janji keuntungan harus masuk akal. Imbal hasil tinggi dan tidak wajar patut dicurigai sebagai skema ilegal.

Ke depan, OJK akan memperkuat koordinasi dengan aparat penegak hukum dan kementerian/lembaga terkait untuk menindak tegas penyelenggara aset keuangan digital tanpa izin, sesuai Pasal 304 UU P2SK.

Masyarakat yang menemukan indikasi investasi atau pinjaman online ilegal diminta melapor ke Satgas PASTI melalui laman sipasti.ojk.go.id, telepon 157, WhatsApp 081157157157, atau email [satgaspasti@ojk.go.id](mailto:satgaspasti@ojk.go.id).

Baca juga:Aspirasi Buruh Disampaikan di Hari Jadi Batam, Wali Kota Buka Dialog, LAM Angkat Suara

Editor:Redaksi

 

Berita Terkait

Dugaan Penyimpangan Dana BPR DCN Malang Capai Rp54,9 Miliar, OJK Serahkan Dua Direksi ke Jaksa
Investasi Bukan Sekadar Cari Cuan, BEI Dorong Investor Lebih Tangguh Hadapi Fluktuasi
OJK Dorong Industri Asuransi dan Dana Pensiun Perkuat Bisnis Berkelanjutan hingga 2030
Pendapatan AI Indosat Tembus US$50 Juta, Bidik Dua Kali Lipat hingga Akhir 2026
Satgas PASTI Tindak 330 Aktivitas Keuangan Ilegal, 11 Pergadaian Ditutup
TelkomGroup Siapkan 4 Teknologi Digital, dari AI hingga Marketplace UMKM
OJK Jatuhkan Denda Rp2,52 Triliun kepada Pelanggar Pasar Modal, DSSA-BREN-CUAN Didenda Rp2,1 Triliun
Prabowo Siapkan Pembiayaan Rp400 Triliun pada 2027 untuk Petani hingga UMKM
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 11:06 WIB

Dugaan Penyimpangan Dana BPR DCN Malang Capai Rp54,9 Miliar, OJK Serahkan Dua Direksi ke Jaksa

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:48 WIB

Investasi Bukan Sekadar Cari Cuan, BEI Dorong Investor Lebih Tangguh Hadapi Fluktuasi

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:34 WIB

OJK Dorong Industri Asuransi dan Dana Pensiun Perkuat Bisnis Berkelanjutan hingga 2030

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Pendapatan AI Indosat Tembus US$50 Juta, Bidik Dua Kali Lipat hingga Akhir 2026

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:20 WIB

Satgas PASTI Tindak 330 Aktivitas Keuangan Ilegal, 11 Pergadaian Ditutup

Berita Terbaru