MATAPEDIA6.com, JAKARTA — PT Indosat Tbk (Indosat Ooredoo Hutchison/IOH) membukukan laba bersih Rp4,9 triliun pada sembilan bulan pertama 2026. Capaian ini meningkat 37,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, seiring pertumbuhan bisnis telekomunikasi dan ekspansi perusahaan ke sektor kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Indosat mencatat pendapatan Rp45,8 triliun sepanjang Januari–September 2026, tumbuh 11 persen secara tahunan (year-on-year/YoY). Pada periode yang sama, perusahaan membukukan EBITDA Rp21,1 triliun.
Kinerja tersebut memperkuat fondasi bisnis Indosat untuk mengembangkan sumber pendapatan baru di luar layanan konektivitas. Salah satunya melalui Indosat AI Cloud yang menghasilkan pendapatan US$50 juta selama sembilan bulan pertama 2026.
Perusahaan menargetkan pendapatan bisnis tersebut mencapai US$100 juta hingga akhir tahun.
Pencapaian itu melampaui pendapatan AI Cloud sepanjang 2025 yang mencapai US$28 juta. Pertumbuhan tersebut mencerminkan upaya Indosat mengubah investasi infrastruktur AI menjadi bisnis komersial yang berkontribusi terhadap pendapatan perusahaan.
Meski memperluas bisnis AI, Indosat tetap mengandalkan bisnis inti telekomunikasi sebagai penopang pertumbuhan.
Perusahaan memperkuat strategi personalisasi layanan berbasis AI untuk menghadirkan penawaran yang lebih sesuai dengan kebutuhan pelanggan sekaligus meningkatkan monetisasi jaringan.
Strategi tersebut mendorong rata-rata pendapatan per pelanggan atau Average Revenue Per User (ARPU) seluler gabungan naik 16,5 persen secara tahunan menjadi Rp46.000. Pada saat yang sama, trafik data meningkat 16 persen menjadi 14.829 petabyte.
Baca juga:Indosat Raup Pendapatan Rp30,7 Triliun pada Semester I 2026, AI Jadi Motor Pertumbuhan Bisnis
Indosat mengandalkan pemanfaatan data pelanggan, peningkatan kualitas jaringan, optimalisasi spektrum, dan pengembangan teknologi 5G untuk mendukung pertumbuhan tersebut.
President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, mengatakan bisnis telekomunikasi yang kuat menjadi fondasi bagi perusahaan untuk memperluas investasi ke sektor AI.
“Bisnis inti telekomunikasi yang kuat merupakan fondasi utama transformasi kami. Fokus kami tetap pada peningkatan pengalaman pelanggan, penguatan monetisasi, serta mengoptimalkan investasi pada jaringan dan spektrum,” kata Vikram dalam keterangan perusahaan, Kamis (29/10/2026).
Menurut Vikram, kekuatan finansial dari bisnis inti memungkinkan Indosat membiayai pengembangan teknologi dan mencari peluang pertumbuhan baru. Investasi AI juga mulai memberikan kontribusi komersial seiring meningkatnya kebutuhan terhadap infrastruktur dan solusi AI di Indonesia maupun pasar global.
Indosat tidak hanya mengembangkan layanan AI sebagai produk terpisah. Perusahaan membangun ekosistem terintegrasi yang mencakup konektivitas, jaringan serat optik, pusat data, kapasitas komputasi, model AI, hingga aplikasi untuk kebutuhan perusahaan.
Melalui RAIA Grid, Indosat mengelola jaringan serat optik sepanjang 86.000 kilometer untuk menghubungkan sumber daya komputasi dengan berbagai kebutuhan bisnis.
Sementara itu, Zankore by Indosat mengembangkan infrastruktur AI generasi berikutnya dengan ambisi jangka panjang mencapai kapasitas hingga 1 gigawatt (GW).
Kombinasi infrastruktur tersebut membuka peluang bagi Indosat untuk melayani kebutuhan perusahaan yang ingin mengadopsi AI, mulai dari akses komputasi hingga penerapan teknologi dalam operasional bisnis.
Untuk memperluas akses pelanggan korporasi, Indosat juga menghadirkan Indosat Intelligence Suite melalui kemitraan strategis dengan perusahaan teknologi F5.
Layanan ini menyediakan akses terkelola ke model dan infrastruktur AI melalui satu lapisan terintegrasi. Perusahaan dapat memanfaatkannya untuk mengelola penggunaan AI, mengendalikan biaya, dan memperluas penerapan teknologi tersebut secara lebih terukur.
Indosat juga menyebut perusahaan teknologi global mulai menjadi pelanggan layanan AI mereka. Perkembangan ini membuka peluang bagi perusahaan untuk mengembangkan investasi teknologi menjadi sumber pendapatan komersial.
Melalui strategi tersebut, Indosat berupaya menjaga pertumbuhan bisnis telekomunikasi sekaligus memperluas kontribusi AI terhadap kinerja perusahaan. Perpaduan kedua lini bisnis ini menjadi bagian dari transformasi Indosat menuju perusahaan teknologi berbasis AI atau AI TechCo.
Editor:Zalfirega











