PMK–OJK Perkuat Literasi Keuangan, Dorong Perempuan Jadi Penggerak Kesejahteraan Keluarga

Selasa, 23 Desember 2025 - 09:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi. Foto:OJK Kepri

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi. Foto:OJK Kepri

MATAPEDIA6.com, JAKARTA— Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat literasi dan inklusi keuangan perempuan sebagai fondasi ketahanan ekonomi keluarga.

Bersama Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) RI, OJK menggelar Edukasi Keuangan Hari Ibu bertema ‘Financial Planning for Women: Perempuan Merencanakan, Perempuan Berinvestasi’ di Gedung Kemenko PMK RI, Jakarta, Senin (22/12/2025).

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi menegaskan edukasi keuangan kini harus melampaui literasi dan inklusi, menuju kesejahteraan keuangan (financial health).

“Kita sudah masuk ke level berikutnya. Kesejahteraan keuangan berarti keluarga mampu mengelola kebutuhan harian, menyiapkan masa depan, bertahan dari guncangan finansial, dan tetap merencanakan keuangan secara berkelanjutan,” kata Friderica.

Baca juga:Roma Nasir Hutabarat Pimpin Kadin Batam 2025-2030, Ungkap Lima Strategi Andalan Dongkrak Iklim Usaha

Ia menyambut baik kolaborasi OJK dan Kemenko PMK dalam memperkuat peran perempuan sebagai pengelola keuangan keluarga. Menurutnya, sinergi lintas sektor menjadi kunci agar kebijakan keuangan dan pembangunan manusia berjalan seiring.

“OJK mengatur dan mengawasi sektor jasa keuangan, sementara Kemenko PMK mengorkestrasi pembangunan manusia, kesejahteraan rakyat, serta penguatan peran keluarga dan perempuan. Kolaborasi ini sangat kontekstual dan strategis,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Friderica juga mengingatkan perempuan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap scam, fraud, pinjaman online ilegal, dan investasi palsu. Ia mengajak peserta aktif melaporkan indikasi penipuan melalui kanal resmi OJK.

Edukasi keuangan ini turut dihadiri Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Keluarga dan Kependudukan Kemenko PMK RI Woro Srihastuti Sulistyaningrum, Penasihat Dharma Wanita Persatuan Kemenko PMK RI Siti Faridah Pratikno, serta perwakilan Bursa Efek Indonesia, International Association of Registered Financial Consultants (IARFC), dan PT Pegadaian.

Woro menegaskan pemberdayaan ekonomi perempuan harus diperkuat melalui peningkatan kapasitas, salah satunya lewat literasi keuangan.

“Literasi keuangan menciptakan stabilitas dan ketahanan finansial individu. Ini juga melindungi perempuan dari pinjaman online ilegal, investasi palsu, hingga kekerasan ekonomi,” kata Woro.

Kegiatan berlangsung secara hybrid dengan total 480 peserta, terdiri dari 80 pegawai perempuan Kemenko PMK RI dan kementerian/lembaga terkait yang hadir langsung, serta 400 peserta perempuan dari berbagai segmen masyarakat yang mengikuti secara daring.

Materi edukasi mencakup pengenalan OJK, kewaspadaan investasi ilegal, industri pasar modal Indonesia, produk dan layanan tabungan emas, serta strategi pengelolaan keuangan keluarga.

Melalui kegiatan ini, OJK mendorong perempuan tampil sebagai pengelola keuangan keluarga yang cerdas, waspada, dan visioner, sekaligus menjadi motor penggerak ketahanan ekonomi keluarga dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Baca juga:UMK Kepri 2026 Resmi Naik Rapat Pleno Tuntas, Kenaikan Tertinggi Capai 8,9 Persen

 

Editor:Zalfirega

Berita Terkait

40 Penghargaan ENSIA 2026 Jadi Cermin Inovasi Pertamina Sumbagut di Lapangan
OJK Sebut Kredit Tetap Tumbuh, Industri Pengolahan Jadi Andalan Bisnis Perbankan hingga Triwulan III 2026
Penerbangan Lion Group dari Jakarta Mulai Dibuka Bertahap, Ini Alasannya
OJK Dorong Pekerja Informal Mulai Siapkan Dana Pensiun Sejak Dini
Kasus Dugaan Penghinaan Etnis, Terdakwa Ajukan Restorative Justice di PN Batam
Destry Damayanti Jadi Gubernur Bank Indonesia, Fokus Jaga Stabilitas
OJK Perkuat Organisasi, Siapkan Pengawasan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis
Investasi Kripto Tanpa Izin OJK, Satgas PASTI Setop YWWSDC dan RTHAE
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 11:31 WIB

40 Penghargaan ENSIA 2026 Jadi Cermin Inovasi Pertamina Sumbagut di Lapangan

Kamis, 10 September 2026 - 21:37 WIB

OJK Sebut Kredit Tetap Tumbuh, Industri Pengolahan Jadi Andalan Bisnis Perbankan hingga Triwulan III 2026

Selasa, 8 September 2026 - 12:40 WIB

Penerbangan Lion Group dari Jakarta Mulai Dibuka Bertahap, Ini Alasannya

Minggu, 6 September 2026 - 17:17 WIB

OJK Dorong Pekerja Informal Mulai Siapkan Dana Pensiun Sejak Dini

Jumat, 4 September 2026 - 21:25 WIB

Kasus Dugaan Penghinaan Etnis, Terdakwa Ajukan Restorative Justice di PN Batam

Berita Terbaru