Polda Kepri Berhasil Bebaskan MTHS dari Tahanan Polisi Singapura

Rabu, 31 Januari 2024 - 20:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ditreskrimsus Polda Kepri Gelar Konferensi pers ungkap kasus sindikat peredaran uang dolar palsu di lobi utama Polda Kepri, Rabu (31/1/2024). Matapedia6.com/ luci

Ditreskrimsus Polda Kepri Gelar Konferensi pers ungkap kasus sindikat peredaran uang dolar palsu di lobi utama Polda Kepri, Rabu (31/1/2024). Matapedia6.com/ luci

MATAPEDIA6.com, BATAM – Ungkap peredaran dolar palsu pecahan 10 ribu. Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kepri berhasil bebaskan MTHS, teman Eka Anggi dari tahanan Polisi Singapura.

MTHS diketahui orang yang dimintai tolong oleh Eka Anggi untuk memastikan keaslian uang dolar Singapura pecahan 10 ribu yang diberikan oleh Burhanuddin kepadanya untuk ditukarkan kedalam rupiah.

MTHS yang tidak tahu asal uang tersebut membawa uang dolar pecahan 10 ribu ke Marina Bay sand Casino Singapura. Namun pihak Casino tidak menerima uang tersebut, karena uang dolar Singapura pecahan 10 ribu merupakan pecahan paling besar dan hanya bisa ditukar di bank di Singapura.

MTHS selanjutnya membawa uang dolar pecahan 10 ribu ke Bank DBS Singapura. Namun saat melakukan transaksi pihaknya langsung ditangkap polisi Singapura, karena uang dolar yang akan ditukarkannya diketahui palsu.

MTHS sendiri berangkat ke Singapura diketahui pada 21 September 2023 lalu. Sementara Eka Anggi menunggu di Kota Batam.

Seiring berjalannya waktu MTHS tidak kembali ke Batam, hal itu membuat Anggi dan Burhanuddin mencari keberadaan MTHS. Dan pada 29 September 2023, MTHS diketahui sudah ditangkap polisi Singapura.

Mereka juga memastikan penangkapan MTHS ke KBRI di Singapura. Eka Anggi yang merasa tertipu dan jadi korban dari Burhanuddin, yang memberinya uang dolar Palsu kepadanya langsung membuat laporan ke Ditreskrimum Polda Kepri.

Eka Anggi membuat laporan polisi sekaligus untuk menolong MTHS yang menjadi tahanan polisi Singapura.

Direskrimum Polda Kepri Kombes Pol Adip Rojikan mengatakan setelah mendapat laporan dari Eka Anggi, pihaknya melakukan pengembangan kasus tersebut, bekerjasama dengan Polisi Singapura yang difasilitasi Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Mabes Polri.

Dia menjelaskan atas dukungan dari Polisi Singapura, dan Divhubinter Mabes Polri, kasus uang dolar palsu berhasil diungkap dan pihaknya menetapkan empat tersangka.

“Pengungkapan kasus tersebut kita sampaikan kepada polisi Singapura. Dan pihak polisi Singapura mempelajari kasus tersebut dan akhirnya menetapkan MTHS sebagai korban dan membebaskan MTHS,” kata Adip.

Dia juga menjelaskan perjalanan kasus cukup panjang dan MTHS sendiri sempat ditahan polisi Singapura lebih kurang tiga bulan.

Seperti diberitakan sebelumnya Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kepri berhasil ungkap kasus sindikat peredaran uang Dolar Palsu pecahan 10 ribu. Empat orang ditetapkan tersangka dan sebanyak 390 lembar uang pecahan 10 ribu diamankan.

Kombes Pol Adip Rojikan saat konferensi pers di Lobi Utama Polda Kepri, Rabu (31/1/2024) menjelaskan pengungkapan kasus tersebut dimulai sejak September 2023 lalu.

Namun kasus tersebut belum bisa dipublikasikan karena otak pelaku masih dalam pengejaran. “Jadi hari ini kita lakukan ekspos karena pelaku utama atau otak pelaku baru kita amankan pada 20 Januari 2024 lalu,” kata Adip Rojikan.

Rojikan mengatakan dari kasus sindikat peredaran uang dolar palsu tersebut empat orang ditetapkan tersangka yakni Burhanuddin(39) warga Pekanbaru, Ahmad(48) warga Bogor, Ahmad Yasin(46) warga Pekanbaru dan Ciong(51) warga Bogor. “Semua tersangka yang kita amankan berasal dari luar Kepri,” kata Adip Rojikan.

Penulis: Luci |Editor: Redaksi

Berita Terkait

Sidang Dju Seng Hadirkan Ahli Kehutanan, Soroti Kondisi Kawasan Tanjung Gundap
Sidang Dugaan Pembunuhan Calon LC di Batam, Saksi Ungkap Pembongkaran CCTV di Lokasi Kejadian
Polisi Tangkap Jambret yang Sasar Warga Hendak Hadiri Pesta di Sungai Beduk
Polsek Bengkong Gerak Cepat Jemput Terduga Pelaku Pencurian Usia Ditangkap Warga
Tiga Pencuri Ponsel Mahasiswi di Batam Dibekuk dalam Hitungan Jam, iPhone Korban Berhasil Diselamatkan
Sidang Kasus Pembunuhan Calon LC di PN Batam Berlanjut, Jaksa Hadirkan Enam Saksi
Polresta Barelang Bongkar 12 Kasus Narkotika Saat Libur Iduladha, 12 Tersangka Diamankan
Komplotan Pencuri HP Beraksi di Rajawali, Modus Isi BBM dan Belanja di Toko 24 Jam

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 19:47 WIB

Sidang Dju Seng Hadirkan Ahli Kehutanan, Soroti Kondisi Kawasan Tanjung Gundap

Senin, 15 Juni 2026 - 20:21 WIB

Sidang Dugaan Pembunuhan Calon LC di Batam, Saksi Ungkap Pembongkaran CCTV di Lokasi Kejadian

Minggu, 14 Juni 2026 - 15:28 WIB

Polisi Tangkap Jambret yang Sasar Warga Hendak Hadiri Pesta di Sungai Beduk

Kamis, 11 Juni 2026 - 21:38 WIB

Polsek Bengkong Gerak Cepat Jemput Terduga Pelaku Pencurian Usia Ditangkap Warga

Kamis, 11 Juni 2026 - 21:19 WIB

Tiga Pencuri Ponsel Mahasiswi di Batam Dibekuk dalam Hitungan Jam, iPhone Korban Berhasil Diselamatkan

Berita Terbaru