Polsek Sei Beduk Terima Laporan Dugaan Penggelapan Iuran PUK FSPMI PT Infineon

Sabtu, 23 Mei 2026 - 19:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolsek Sei Beduk, Iptu Alex Yasral saat diwawancara wartawan di ruangannya, Sabtu (23/5/2026). Foto:Rega/matapedia

Kapolsek Sei Beduk, Iptu Alex Yasral saat diwawancara wartawan di ruangannya, Sabtu (23/5/2026). Foto:Rega/matapedia

72 / 100 Skor SEO

MATAPEDIA6.com, BATAM — Kepolisian Sektor (Polsek) Sei Beduk tengah menangani laporan dugaan penggelapan dana iuran anggota mencuat di tubuh PUK FSPMI PT Infineon Technologies Batam.

Kasus tersebut kini telah dilaporkan ke Polsek Sei Beduk oleh pengurus baru Pimpinan Unit Kerja (PUK) serikat pekerja atas dugaan penggelapan iuran dan jabatan.

Kapolsek Sei Beduk, Iptu Alex Yasral, membenarkan pihaknya telah menerima laporan tersebut sekitar dua minggu lalu. Saat ini, polisi masih melakukan pendalaman dengan memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan dokumen pendukung.

“Laporan sudah masuk kurang lebih dua minggu lalu. Saat ini kami masih melakukan pendalaman, termasuk memeriksa saksi-saksi dan meminta keterangan dari pelapor,” ujar Iptu Alex kepada wartawan, Sabtu (23/5/2026).

Menurut Alex, penyidik belum dapat menyimpulkan ada atau tidaknya kerugian dalam perkara tersebut karena proses pemeriksaan administrasi dan verifikasi dokumen organisasi masih berlangsung.

Baca juga:PLN Batam Pastikan Blackout Sumatera Tak Ganggu Pasokan Listrik di Batam

“Nominalnya belum bisa disimpulkan karena masih dalam proses pemeriksaan dan pendalaman. Untuk pelapor inisial N,” katanya.

Hingga kini, polisi telah memeriksa tiga orang terkait laporan tersebut. Namun, penyidik belum menetapkan pihak mana pun sebagai tersangka.

Alex menegaskan penanganan perkara dilakukan secara profesional dan hati-hati mengingat persoalan tersebut terjadi di lingkungan organisasi pekerja pada perusahaan industri di Batam.

Selain mendalami laporan, polisi juga berupaya menjaga situasi tetap kondusif agar persoalan internal organisasi tidak mengganggu aktivitas kerja maupun hubungan industrial.

“Yang kami garis bawahi, laporan sudah diterima dan proses penyelidikan tetap berjalan,” tegasnya.

Secara terpisah, Ketua LEM FSPMI Kota Batam, Ramon Vatra, mengaku telah menerima informasi terkait persoalan tersebut. Namun, ia menegaskan hal itu merupakan persoalan internal di tingkat PUK perusahaan.

Ramon menjelaskan setiap organisasi pekerja memiliki sistem pendanaan yang bersumber dari iuran anggota. Dana tersebut digunakan untuk berbagai kebutuhan organisasi, mulai dari pembelian atribut, konsumsi kegiatan, hingga program kesejahteraan dan pendidikan anggota.

Menurutnya, persoalan dalam organisasi biasanya muncul akibat lemahnya tata kelola dan pencatatan keuangan sehingga pengurus wajib mengawasi arus kas organisasi secara ketat.

“Saya dari dulu memang tidak mau mengurus uang. Tapi ketua tetap harus memonitor dan menjaga kas keluar-masuk organisasi,” ujarnya saat dihubungi wartawan, Minggu (24/5/2026).

Ia juga menjelaskan setiap PUK memiliki kewajiban menyampaikan data dan iuran anggota ke tingkat organisasi di atasnya sesuai aturan internal organisasi.

Namun, Ramon menegaskan penjelasan tersebut hanya menggambarkan mekanisme organisasi secara umum dan bukan hasil audit maupun kesimpulan.

“Saya sendiri tidak pernah terlibat di PUK tersebut,” katanya.

Ramon menambahkan kepengurusan PUK PT Infineon saat ini telah berganti dan dipimpin pengurus baru. Meski demikian, ia mengaku belum berkomunikasi langsung dengan pengurus baru terkait laporan tersebut.

Matapedia6.com akan berupaya menghubungi pihak kepengurusan lama PUK PT Infineon untuk meminta tanggapan terkait laporan tersebut namun belum berhasil hingga berita ini diterbitkan.

Baca juga:OJK Perkuat Integritas Mahasiswa Lewat Kuliah Umum Road to Risk and Governance Summit 2026

Editor:Zalfirega

Berita Terkait

Priyuda Adhytia Mukhtar Resmi Jabat Kasipidum Kejari Batam
Perbaikan Pipa 800 Milimeter di Muka Kuning Rampung, BP Batam Pulihkan Aliran Air Bertahap
ART Diduga Bunuh Majikan di Batam, Polisi Ungkap Motif Sakit Hati
Polisi Mediasi Keributan Pemuda di Nongsa hingga Berakhir Damai
Beras SPHP Dijual Rp56.500, Polsek Batu Aji dan Bulog Gelontorkan 5,5 Ton untuk Warga
Operasi Gaktib hingga Subuh di 7 THM Batam, Satpom Lanud Hang Nadim Nyatakan Nihil Pelanggaran
Pipa Muka Kuning Rampung, BP Batam Mulai Pulihkan Aliran Air
Kasus Mobil Mewah di Batam, Konsumen Soroti Perbedaan Data Kendaraan 

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 21:57 WIB

Priyuda Adhytia Mukhtar Resmi Jabat Kasipidum Kejari Batam

Senin, 31 Agustus 2026 - 20:39 WIB

Perbaikan Pipa 800 Milimeter di Muka Kuning Rampung, BP Batam Pulihkan Aliran Air Bertahap

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:43 WIB

ART Diduga Bunuh Majikan di Batam, Polisi Ungkap Motif Sakit Hati

Minggu, 30 Agustus 2026 - 17:20 WIB

Beras SPHP Dijual Rp56.500, Polsek Batu Aji dan Bulog Gelontorkan 5,5 Ton untuk Warga

Minggu, 30 Agustus 2026 - 16:01 WIB

Operasi Gaktib hingga Subuh di 7 THM Batam, Satpom Lanud Hang Nadim Nyatakan Nihil Pelanggaran

Berita Terbaru