MATAPEDIA6.com, BATAM – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan pentingnya kerja cerdas dan sinergi lintas sektor dalam menjaga stabilitas sosial di Kota Batam.
Hal itu disampaikannya saat membuka Rapat Koordinasi Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial Kota Batam di Kantor Wali Kota Batam, Selasa (28/10/2025).
Kegiatan ini dihadiri Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, bersama unsur TNI, Polri, Satpol PP, serta perwakilan berbagai instansi pemerintah dan lembaga masyarakat.
Dalam arahannya, Amsakar menyebut posisi Batam yang strategis dan multikultural menuntut kewaspadaan tinggi terhadap potensi gesekan sosial.
Amsakar mengingatkan agar Tim Terpadu tidak hanya reaktif, tetapi mampu melakukan deteksi dini dan langkah preventif sebelum konflik muncul.
“Kunci menjaga Batam tetap kondusif adalah sinergitas, kolaborasi, dan harmonisasi. Semua pemangku kepentingan harus bersatu agar potensi konflik bisa dicegah sejak dini,” tegas Amsakar.
Baca juga: BP Batam Genap 54 Tahun, Amsakar: Saatnya Perkuat Komitmen dan Kebersamaan Bangun Batam
Amsakar meminta tim melakukan pemetaan wilayah rawan, meningkatkan pengawasan di lapangan, serta menyiapkan langkah taktis dan strategis dalam penanganan konflik sosial.
“Saya harap tim dapat memetakan zona-zona rawan, memantau secara intensif, dan siap dengan strategi penanganan yang tepat. Kalau semua dijalankan dengan baik dan konsisten, konflik sosial bisa kita cegah sejak dini,” ujar Amsakar.
Amsakar menambahkan, keamanan dan keharmonisan Batam adalah tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
“Batam ini rumah kita bersama. Mari kita jaga dan rawat agar tetap aman, nyaman, dan harmonis,” kata Amsakar.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra menekankan pentingnya soliditas antar instansi untuk membangun kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah.
“Pencegahan konflik sosial bukan hanya tugas aparat, tapi juga tanggung jawab bersama seluruh lapisan masyarakat,” kata Li Claudia.
Penulis: Luci |Editor: Zalfirega

















