MATAPEDIA6.com, BATAM – Gudang pendingin penyimpanan jeruk manis impor milik PT Presco Natural Anugrah yang berlokasi di Kawasan Industri Union, Kecamatan Batu Ampar, Kota Batam, ludes dilalap si jago merah, Jumat (16/1/2026) pagi.
Peristiwa kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 10.30 WIB dan sempat menggegerkan kawasan industri setempat.
Kapolsek Batu Ampar Kompol Amru Abdullah melalui Kanit Reskrim Iptu Brata Ul Usna menjelaskan, kebakaran pertama kali diketahui oleh petugas keamanan gudang.
Saat itu, api kecil terlihat menyala dari dalam ruang pendingin dan perlahan membesar.
“Petugas keamanan melihat adanya percikan api dari dalam gudang pendingin. Api kemudian membesar dan disertai asap tebal,” ujar Brata.
Baca juga: Rekonstruksi Pembunuhan Dwi Putri:Tersangka Peragakan 97 Adegan di TKP
Asap hitam pekat membumbung tinggi ke udara, membuat situasi di sekitar lokasi semakin mencekam.
Sebanyak 10 petugas keamanan yang berjaga di area gudang sempat berupaya melakukan penanganan awal, namun api dengan cepat meluas sehingga sulit dikendalikan.
Menyadari kondisi semakin memburuk, pihak gudang segera melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Batu Ampar, yang kemudian meneruskan laporan ke Dinas Pemadam Kebakaran Kota Batam.
Koordinasi lintas instansi langsung dilakukan untuk mencegah api merambat ke gudang-gudang lain di kawasan industri tersebut.
Petugas pemadam kebakaran bergerak cepat ke lokasi kejadian. Sebanyak tujuh unit armada pemadam dari Pemko Batam dan BP Batam dikerahkan untuk menjinakkan api.
Proses pemadaman berlangsung selama beberapa jam, mengingat besarnya kobaran api dan material mudah terbakar di dalam gudang.
“Petugas bekerja ekstra agar api tidak meluas ke bangunan lain yang jaraknya cukup berdekatan,” tambahnya.
Akibat kebakaran tersebut, seluruh bangunan gudang pendingin beserta isinya hangus terbakar dan mengalami kerusakan parah.
Baca juga: OJK Serahkan Tersangka Manipulasi Saham SWAT ke Jaksa
Berdasarkan keterangan sementara dari saksi di lokasi, kebakaran diduga dipicu oleh korsleting listrik.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, peristiwa ini menyebabkan kerugian material yang diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.
Penulis: Luci |Editor: Zalfirega



















