MATAPEDIA6.com, BATAM — Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum untuk melihat kembali arah pertumbuhan Kota Batam, Kepulauan Riau.
Di bawah kepemimpinan Kepala BP Batam Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra, Batam terus menguatkan fondasi sebagai kawasan investasi melalui pembangunan infrastruktur, konektivitas logistik, serta kemudahan berusaha.
Kinerja investasi sepanjang 2026 menunjukkan sinyal positif. Hingga Semester I 2026, realisasi investasi Batam mencapai Rp38,97 triliun berdasarkan pemantauan dengan metode bottom-up BP Batam.
Sementara berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM), realisasi investasi tercatat Rp29,89 triliun.
Dua angka tersebut menggunakan basis pengukuran berbeda. Namun, keduanya menunjukkan satu arah: aktivitas investasi di Batam terus bergerak dan kepercayaan dunia usaha terhadap kawasan ini tetap kuat.
Capaian itu melanjutkan kinerja pada Triwulan I 2026. Saat itu, investasi Batam mencapai Rp17,48 triliun atau tumbuh 102,85 persen secara tahunan. Pertumbuhan tersebut hampir 14 kali lipat dibandingkan pertumbuhan investasi nasional yang mencapai 7,2 persen.
Batam juga menyumbang sekitar 26,5 persen terhadap tambahan investasi nasional pada periode tersebut.
Kepala BP Batam Amsakar Achmad mengatakan, angka investasi tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor sekaligus hasil dari upaya menjaga iklim investasi tetap kompetitif.
“Kepercayaan dunia usaha terhadap Batam terus menguat. Tugas kita adalah memastikan kepercayaan tersebut terjawab dengan pelayanan yang semakin baik, ketahanan yang berusaha dan pembangunan infrastruktur yang mendukung kebutuhan investor,” ujar Amsakar, Sabtu (15/8/2026).
Menurut Amsakar, keberhasilan investasi tidak cukup diukur dari besarnya nilai modal yang masuk. Pemerintah juga harus memastikan proyek berjalan, lapangan kerja tercipta, industri berkembang, dan manfaat ekonominya terasa di masyarakat.
Baca juga:OJK Kepri Dorong Digitalisasi Perbankan Syariah untuk Perluas Akses Masyarakat
Target Rp70 Triliun
BP Batam menargetkan investasi Batam mencapai Rp70 triliun sepanjang 2026.
Dengan capaian Rp29,89 triliun berdasarkan LKPM, realisasi Semester I telah mencapai 42,70 persen dari target tahunan. Sementara metode bottom-up mencatat Rp38,97 triliun atau 55,67 persen dari target.
“Kita tidak boleh berhenti pada angka. Yang paling penting adalah bagaimana investasi ini terus bergerak, proyeknya terealisasi, lapangan kerja tercipta, industri berkembang, dan memberikan multiplier effect bagi ekonomi Batam,” kata Amsakar.
Berdasarkan LKPM, investasi Triwulan II 2026 memberikan tambahan Rp12,41 triliun setelah Triwulan I mencatat Rp17,48 triliun. Total Semester I mencapai Rp29,89 triliun.
Komposisinya terdiri atas Penanaman Modal Asing (PMA) Rp17,80 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Rp12,09 triliun.
Jika dibandingkan dengan Semester I 2025, realisasi tersebut tumbuh 27,31 persen secara tahunan. Secara kumulatif, pertumbuhannya mencapai 62,75 persen.
Adapun metode bottom-up BP Batam mencatat investasi Semester I sebesar Rp38,97 triliun. Nilai tersebut terdiri atas Rp36,58 triliun modal tetap dan Rp2,39 triliun modal lancar.
Angka itu tumbuh 36,03 persen secara tahunan dan 57,01 persen secara kumulatif.
Perbedaan antara angka LKPM dan bottom-up BP Batam berasal dari basis pengukuran yang berbeda. BP Batam menggunakan keduanya untuk membaca perkembangan investasi secara lebih komprehensif.
Investasi Mendorong Penyerapan Tenaga Kerja
Pertumbuhan investasi juga mulai terlihat pada penyerapan tenaga kerja.
Jumlah tenaga kerja yang tercatat meningkat dari 30.979 orang pada Semester I 2025 menjadi 40.943 orang pada Semester I 2026.
Artinya, terjadi tambahan 9.964 tenaga kerja atau tumbuh 32,16 persen.
Kenaikan tersebut menunjukkan hubungan yang semakin kuat antara investasi dan aktivitas ekonomi riil. Ketika proyek masuk tahap pembangunan, produksi, maupun ekspansi, kebutuhan tenaga kerja ikut meningkat.
Bagi Batam, indikator ini menjadi penting karena keberhasilan investasi pada akhirnya tidak hanya terlihat dari nilai modal, tetapi juga dari kesempatan kerja yang tercipta.
Li Claudia Dorong Perbaikan Layanan
Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra menilai peningkatan investasi harus berjalan beriringan dengan kualitas pelayanan kepada investor.
Investor, kata dia, membutuhkan kepastian sejak tahap awal penanaman modal hingga proyek mulai beroperasi.
“Pelayanan publik harus cepat, kolaborasi lintas instansi juga semakin kuat, serta berbagai hambatan investasi diselesaikan secara cepat dan terukur. Ini menjadi faktor penting untuk memberikan kepastian dan kenyamanan bagi investor,” ujar Li Claudia.
BP Batam, lanjutnya, akan memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan agar kebutuhan investor dapat ditangani secara cepat.
“Kita ingin investor tidak hanya datang ke Batam, tetapi juga merasa nyaman untuk berkembang dan melakukan ekspansi di Batam,” katanya.
Menurut Li Claudia, keberhasilan investasi harus bermuara pada manfaat bagi masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja, penguatan industri lokal, peningkatan aktivitas ekonomi, dan penguatan daya saing Batam.
Bidik Investasi Bernilai Tambah Tinggi
Anggota/Deputi Bidang Investasi BP Batam Fary Djemy Francis mengatakan, strategi investasi ke depan tidak hanya mengejar besarnya nilai modal, tetapi juga kualitas investasi dan nilai tambah yang dihasilkan.
Batam memiliki peluang untuk memperbesar investasi pada sektor manufaktur berteknologi tinggi, pusat data, kecerdasan buatan (AI), energi, logistik, hingga industri hilir.
“Batam bukan hanya kawasan industri, tetapi telah berkembang menjadi pusat eksekusi investasi strategis Indonesia,” kata Fary.
BP Batam juga akan mengawal proyek-proyek strategis agar investasi yang telah masuk segera masuk ke tahap realisasi dan memberikan dampak terhadap ekonomi.
Dengan capaian Semester I yang sudah melampaui separuh target berdasarkan metode bottom-up, BP Batam optimistis investasi Batam dapat terus tumbuh hingga akhir 2026.
Bagi Amsakar, capaian tersebut menjadi modal untuk menjaga momentum pertumbuhan sekaligus memperkuat posisi Batam di tengah persaingan kawasan.
“Batam harus terus tumbuh sebagai kota investasi yang kompetitif, produktif dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat. Kita jaga kepercayaan investor, kita percepat realisasi investasi, dan kita pastikan pertumbuhan ekonomi Batam semakin kuat,” pungkas Amsakar.
Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI pun menjadi penanda bahwa pembangunan Batam tidak berhenti pada capaian investasi. Tantangan berikutnya adalah memastikan setiap rupiah investasi bertransformasi menjadi proyek yang berjalan, industri yang berkembang, lapangan kerja yang bertambah, dan ekonomi yang semakin kuat.
Baca juga:Bareskrim Amankan Sejumlah Mobil Mewah Kasus Dugaan Narkoba di HH Club Batam
Editor:Zalfirega











