KPK–BP Batam Bongkar Celah Korupsi di Kawasan Strategis, Sorot Tumpang Tindih FTZ, KEK, dan PSN

Kamis, 9 April 2026 - 19:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BP Batam Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam Li Claudia serta KPK dalam pertemuan pada Rabu (8/4/2026). Foto:Istimewa

Kepala BP Batam Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam Li Claudia serta KPK dalam pertemuan pada Rabu (8/4/2026). Foto:Istimewa

72 / 100 Skor SEO

MATAPEDIA6.com, BATAM – Komisi Pemberantasan Korupsi bersama BP Batam menguatkan langkah pencegahan korupsi di kawasan industri, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), dan Proyek Strategis Nasional (PSN). Fokusnya jelas: menutup celah moral hazard dan memastikan investasi benar-benar memberi manfaat bagi negara.

Kepala BP Batam Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra langsung menyambut tim KPK yang dipimpin Dian Patria, Rabu (8/4/2026). Pertemuan ini mengarah pada satu tujuan: memperketat transparansi dan akuntabilitas investasi di kawasan strategis.

KPK tak menutup mata. Mereka memetakan kerawanan di sektor kawasan industri—mulai dari perizinan, arus investasi, hingga pengembangan kawasan. Semua titik rawan itu dinilai perlu dikunci lewat penguatan tata kelola yang tegas dan terintegrasi.

“Kami petakan risiko, perkuat koordinasi lintas pihak, dan pastikan kekayaan negara tidak bocor di kawasan strategis,” tegas Dian Patria.

Baca juga:OJK–Polda Kepri Perang Lawan Kejahatan Keuangan Digital, Sinergi Diperkuat

KPK juga menggarisbawahi persoalan serius: turunnya persepsi investor global. Indikator ini menjadi alarm bahwa praktik moral hazard masih membayangi. Karena itu, KPK mendorong kepatuhan penuh pelaku usaha—mulai dari pajak, SOP, hingga regulasi.

“Pelaku usaha harus patuh. Pengawasan juga harus kuat,” ujar Dian.

Di sisi lain, Amsakar Achmad menegaskan BP Batam tak tinggal diam. Ia menempatkan koordinasi ini sebagai momentum memperkuat tata kelola kawasan yang bersih dan akuntabel, khususnya di Batam yang memegang peran strategis investasi nasional.

Namun, Amsakar juga menyoroti persoalan krusial: tumpang tindih kebijakan antara Free Trade Zone (FTZ), KEK, dan PSN. Menurutnya, karakter Batam sebagai FTZ membutuhkan kebijakan yang adaptif dan tidak saling berbenturan.

“Kalau tidak terintegrasi, kebijakan bisa saling bertabrakan dan justru menghambat investasi,” tegasnya.

Senada, Li Claudia Chandra menilai FTZ selama ini sudah terbukti mendorong investasi. Ia mengingatkan agar kebijakan baru seperti KEK dan PSN tidak merusak ekosistem yang sudah berjalan.

Diskusi juga membedah isu-isu teknis yang selama ini jadi titik lemah: perizinan dasar, pengawasan kepabeanan, tenaga kerja asing, integrasi sistem, pasokan energi-air, hingga pengelolaan lingkungan.

Sebagai langkah ke depan, BP Batam mendorong penguatan penuh skema FTZ dengan meminimalkan irisan kebijakan. Sementara KPK menegaskan pengawasan akan diperketat, terutama pada kewajiban pajak, pelaporan, dan dampak lingkungan.

Kolaborasi ini mengirim sinyal tegas: Batam tidak lagi memberi ruang bagi praktik abu-abu. Investasi harus bersih, transparan, dan berdampak nyata bagi ekonomi daerah dan nasional.

 

Baca juga:RSBP Batam Kantongi Sertifikasi ISO 9001:2015, Siap Naik Kelas Jadi Rumah Sakit Berstandar Global

Editor:Redaksi 

 

Berita Terkait

Dari Karo SDM hingga Kapolres, 6 Jabatan di Polda Kepri Berganti
Ketua Umum PK NTT Sebut Bentrok Setokok Bukan Konflik Suku, Minta Warga Tak Terprovokasi
Polisi Usut Bentrokan Konflik Lahan di Batam, 6 Orang Diamankan
Nasib Ribuan Pekerja Ghim Li di Ujung Tanduk, Disnaker Minta Hak Dibayar Dulu
PLN Batam Raih Tiga Penghargaan IQSA 2026, Teknologi Jadi Andalan Perkuat Keselamatan Kerja
Pulang ke Batam, Angela Lillo Bawa Identitas Kota Kelahiran ke Miss Global 2026 Thailand
DPRD Batam Sahkan Perubahan APBD 2026, Anggaran Naik Rp294 Miliar
Produksi Terhenti, Gaji Belum Cair: Nasib Ribuan Pekerja PT Ghim Li di Ujung Ketidakpastian dan Geruduk DPRD Batam

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 13:30 WIB

Dari Karo SDM hingga Kapolres, 6 Jabatan di Polda Kepri Berganti

Selasa, 15 September 2026 - 08:22 WIB

Ketua Umum PK NTT Sebut Bentrok Setokok Bukan Konflik Suku, Minta Warga Tak Terprovokasi

Senin, 14 September 2026 - 23:43 WIB

Polisi Usut Bentrokan Konflik Lahan di Batam, 6 Orang Diamankan

Senin, 14 September 2026 - 16:58 WIB

Nasib Ribuan Pekerja Ghim Li di Ujung Tanduk, Disnaker Minta Hak Dibayar Dulu

Minggu, 13 September 2026 - 12:33 WIB

PLN Batam Raih Tiga Penghargaan IQSA 2026, Teknologi Jadi Andalan Perkuat Keselamatan Kerja

Berita Terbaru