Telkom Teken Akta Spin-Off, InfraNexia Dipacu Jadi Mesin Pertumbuhan Infrastruktur Digital

Jumat, 19 Desember 2025 - 11:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini (kelima dari Kiri) beserta jajaran Direksi Telkom saat acara penandatanganan akta pemisahan  (deed of spin-off) InfraNexia di Jakarta, pada Kamis (18/12/2025). Foto:Telkom

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini (kelima dari Kiri) beserta jajaran Direksi Telkom saat acara penandatanganan akta pemisahan (deed of spin-off) InfraNexia di Jakarta, pada Kamis (18/12/2025). Foto:Telkom

MATAPEDIA6.com, JAKARTA — PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk resmi memisahkan sebagian bisnis dan aset wholesale fiber connectivity ke PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia). Langkah ini menandai babak baru konsolidasi infrastruktur digital TelkomGroup.

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini dan Direktur Utama InfraNexia I Ketut Budi Utama menandatangani akta pemisahan (deed of spin-off) tersebut, disaksikan Managing Director Business-2 Danantara Setyanto Hantoro serta Komisaris Telkom Rizal Mallarangeng, di Jakarta, Kamis (18/12/2025).

Spin-off ini menindaklanjuti persetujuan pemegang saham independen Telkom melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar daring beberapa waktu lalu.

Baca juga: TelkomGroup Salurkan Bantuan Kemanusiaan dan Aktifkan 13 Titik Internet Satelit untuk Korban Bencana Sumatra

Telkom mematok kesepakatan ini sebagai tonggak penguatan pilar infrastruktur digital sekaligus akselerator strategi transformasi jangka menengah TLKM 30.

Melalui InfraNexia, Telkom menggeber percepatan pembangunan ekosistem konektivitas digital yang merata di seluruh Indonesia.

Pada fase spin-off pertama, Telkom mengalihkan sebagian bisnis dan aset wholesale fiber connectivity senilai Rp35,8 triliun.

InfraNexia kini menguasai lebih dari 50 persen total aset jaringan fiber Telkom, mencakup segmen access, aggregation, backbone serta infrastruktur pendukung lainnya.

Telkom menargetkan fase spin-off kedua rampung sepenuhnya pada 2026 dengan prinsip transparansi, kehati-hatian, dan kepatuhan hukum.

Pasca transaksi, kepemilikan saham efektif Telkom di InfraNexia melonjak menjadi 99,9999997 persen sekaligus menegaskan posisi Telkom sebagai Pemegang Saham Pengendali.

Meski demikian, InfraNexia menegaskan komitmen beroperasi secara netral dalam menyediakan layanan wholesale fiber connectivity bagi pelanggan internal TelkomGroup maupun pihak eksternal.

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menegaskan, spin-off ini menjadi kunci optimalisasi monetisasi aset strategis TelkomGroup.

Baca juga: Hari Jadi Batam ke-196, DPRD Gelar Paripurna Istimewa, Amsakar: Bangun Rasa Cinta dan Kebanggaan terhadap Batam

“Pemisahan bisnis wholesale fiber connectivity memperkuat fokus bisnis, meningkatkan efisiensi operasional, dan memaksimalkan nilai aset fiber TelkomGroup. Dengan InfraNexia sebagai entitas khusus infrastruktur fiber, kami mempercepat penetrasi jaringan, memperbaiki tata kelola wholesale business model serta membuka peluang kemitraan strategis demi pemerataan konektivitas digital nasional,” ujar Dian dalam keterangannya, Jumat (19/12/2025).

Dian menambahkan, strategi ini sejalan dengan praktik global. Operator besar dunia seperti Telstra, Telecom Italia (TIM), Telefónica, O2 hingga CETIN sukses mendongkrak efisiensi dan valuasi melalui pemisahan entitas infrastruktur jaringan.

Kehadiran InfraNexia juga memperkuat dukungan Telkom terhadap agenda transformasi BUMN, mandat Danantara, dan BP BUMN untuk mempercepat akses digital, meningkatkan penetrasi fixed broadband serta menggenjot ekonomi digital nasional.

Sementara itu, Direktur Utama InfraNexia I Ketut Budi Utama menegaskan, perusahaannya siap menjadi tulang punggung layanan wholesale fiber connectivity nasional dengan model operasi yang transparan, adil, dan terbuka bagi seluruh industri.

“InfraNexia mengonsolidasikan infrastruktur fiber untuk mendorong ekosistem telekomunikasi yang lebih sehat, efisien, dan kompetitif. Pemisahan ini membuka ruang kolaborasi lebih luas agar industri menikmati layanan yang lebih kompetitif dan berkualitas,” kata Ketut.

Telkom meyakini, langkah ini akan memantapkan InfraNexia sebagai pemain wholesale fiber connectivity terdepan, sekaligus mengukuhkan TelkomGroup sebagai market leader dan enabler ekosistem digital nasional berdaya saing global.

Baca juga:BP Batam–Kolegium Jantung Teken MoU, RSBP Batam Jadi Pusat Fellowship Kardiologi Intervensi 

Editor:Redaksi

 

Berita Terkait

OJK Genjot Digitalisasi Keuangan untuk Perluas Akses Pembiayaan UMKM Indonesia Timur
OJK Siapkan Tiga Fokus Pengembangan Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah pada 2026
OJK Limpahkan Tersangka Kasus Asuransi Jiwa Prolife ke Kejari Jaksel, Aset Senilai Puluhan Miliar Disita
OJK Limpahkan Tersangka Kasus BPR SAWA ke Kejari Sidoarjo, Diduga Manipulasi Kredit Rp5,8 Miliar
OJK Sita Aset Rp114 Miliar dalam Penyidikan Eks Pengendali PT Asuransi Jiwa Prolife Indonesia
OJK Dorong Tata Kelola dan Integritas untuk Perkuat Stabilitas Sistem Keuangan
HUT Ke-61 Telkom, Perkuat Transformasi Digital Lewat Gerakan UMKM dan Kompetisi AI
OJK Limpahkan Tersangka Kasus PT BPR DCN ke Jaksa, Dugaan Kerugian Capai Puluhan Miliar Rupiah
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 10:30 WIB

OJK Genjot Digitalisasi Keuangan untuk Perluas Akses Pembiayaan UMKM Indonesia Timur

Selasa, 21 Juli 2026 - 14:50 WIB

OJK Siapkan Tiga Fokus Pengembangan Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah pada 2026

Rabu, 15 Juli 2026 - 18:14 WIB

OJK Limpahkan Tersangka Kasus Asuransi Jiwa Prolife ke Kejari Jaksel, Aset Senilai Puluhan Miliar Disita

Senin, 13 Juli 2026 - 17:32 WIB

OJK Limpahkan Tersangka Kasus BPR SAWA ke Kejari Sidoarjo, Diduga Manipulasi Kredit Rp5,8 Miliar

Kamis, 9 Juli 2026 - 19:56 WIB

OJK Sita Aset Rp114 Miliar dalam Penyidikan Eks Pengendali PT Asuransi Jiwa Prolife Indonesia

Berita Terbaru