Membangun Pasar Modal Tangguh Penggerak Pembangunan

Selasa, 18 November 2025 - 18:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar dalam CEO Networking 2025 bertema ‘Managing Global Trade and Empowering Business Strategy’ di Jakarta, Selasa (18/11/2025). Foto:OJK Kepri

Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar dalam CEO Networking 2025 bertema ‘Managing Global Trade and Empowering Business Strategy’ di Jakarta, Selasa (18/11/2025). Foto:OJK Kepri

MATAPEDIA6.com, BATAM– Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat fondasi Pasar Modal Indonesia agar mampu menghadapi gejolak global dan memainkan peran lebih besar sebagai sumber pembiayaan pembangunan nasional.

“Pasar Modal Indonesia harus bukan hanya tangguh menghadapi disrupsi global, tetapi juga menjadi motor penggerak pembangunan nasional yang inklusif dan berkelanjutan,” kata Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar dalam CEO Networking 2025 bertema ‘Managing Global Trade and Empowering Business Strategy’ di Jakarta, Selasa (18/11/2025).

Mahendra menegaskan ketidakpastian global kini menjadi lanskap geopolitik baru yang menuntut respons strategis dari seluruh pelaku sektor jasa keuangan (SJK), dunia usaha, dan pasar modal.

Ia menyebut sektor jasa keuangan memegang peran penting dalam menyediakan pembiayaan jangka panjang yang kredibel dan efisien untuk menopang transformasi industri nasional.

Baca juga: OJK Raih Penghargaan Kinerja Penegakan Hukum Sangat Baik dari Bareskrim Polri

“Setiap kebijakan dan inovasi harus menjaga keseimbangan antara daya saing dan keberlanjutan,” ujarnya.

Mahendra menekankan tiga pilar utama untuk memperkuat peran SJK dan pasar modal: tata kelola yang baik (GCG), inovasi berkelanjutan, serta struktur permodalan yang kokoh.

Menurutnya, GCG menjadi arah, inovasi memberi kecepatan, dan modal menjadi tenaga penggerak. Transparansi dan akuntabilitas, lanjutnya, menjadi penopang kepercayaan investor dan publik.

Inovasi, kata Mahendra, harus hadir dari proses bisnis yang semakin efisien, pemanfaatan teknologi digital, hingga layanan yang inklusif dan ramah lingkungan.

Di tengah volatilitas global, kecukupan modal menjadi syarat agar pelaku usaha dapat tumbuh dan berinovasi secara berkelanjutan.

Sementara itu, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman mengungkap perubahan perilaku investor di pasar saham, terutama dalam preferensi jenis saham yang ditransaksikan.

Kondisi ini, ujarnya, menandakan pasar semakin dinamis dan membuka peluang lebih luas bagi emiten untuk mendapatkan perhatian investor baru.

Ia menegaskan pentingnya menjaga likuiditas saham emiten sebagai bagian dari menjaga kepercayaan investor. “BEI mendorong emiten berpartisipasi dalam Program Liquidity Provider untuk meningkatkan aktivitas perdagangan dan mendukung valuasi yang lebih wajar,” kata Iman.

Baca juga:OJK Tingkatkan Literasi Keuangan Prajurit TNI Kodam XII/Tanjungpura

Program tersebut, menurutnya, menjadi instrumen penting agar saham tetap aktif diperdagangkan dan memiliki nilai optimal di pasar.

BEI juga berkomitmen membangun pasar modal yang inovatif, transparan, inklusif, dan terhubung secara global, dengan target ambisius masuk dalam 10 besar bursa dunia berdasarkan kapitalisasi pasar.

Sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci untuk memperkuat manfaat pasar modal bagi investor, emiten, dan perekonomian nasional.

CEO Networking 2025 menjadi momentum strategis untuk memperkuat kolaborasi antara OJK, pelaku pasar, dan seluruh stakeholders dalam mendorong akselerasi pertumbuhan Pasar Modal Indonesia.

Acara ini juga menjadi bagian dari peringatan 48 Tahun Diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia, dan dihadiri sekitar 460 CEO dari emiten, anggota bursa, manajer investasi, serta asosiasi industri.

Sejumlah pembicara utama turut hadir, di antaranya Direktur Jenderal Kerja Sama Keuangan dan Internasional Kemenkeu Masyita Crystallin, Presiden Direktur BRI Hery Gunardi, dan Presiden Direktur Allianz Global Investors Indonesia Aliyahdin Saugi.

Selain itu, Presiden Direktur PT Medco Energi Internasional Tbk Hilmi Panigoro memberikan inspiring session mengenai strategi industri energi di tengah dinamika global.

Para pembicara mengulas strategi perdagangan global, ketahanan industri, adaptasi kebijakan, inovasi operasional, hingga arah investasi jangka panjang di tengah tensi geopolitik dan pergeseran kebijakan dunia.

Sinergi antara regulator, pelaku industri, dan para pemimpin korporasi diharapkan mampu mempercepat pertumbuhan Pasar Modal Indonesia sekaligus memperkuat kontribusinya bagi perekonomian nasional.

Baca juga: Indonesia dan Singapura Perkuat Kolaborasi FinTech dan Aset Keuangan Digital

 

Berita Terkait

OJK Keluarkan Sejumlah Relaksasi Aturan untuk Perkuat Industri Pembiayaan dan Fintech
OJK dan ILO Luncurkan Sistem ERP untuk Buka Akses Pembiayaan Peternak Sapi Perah
SheHacks 2026 Dorong Perempuan UMKM Manfaatkan AI untuk Kembangkan Bisnis
Tebar Dividen Rp21,9 Triliun, Telkom Pertahankan Jajaran Direksi
Satgas PASTI Bongkar Penghimpunan Dana Ilegal Koperasi BLN, Ketua Koperasi Ditangkap
OJK Minta Korban Dugaan Investasi Bodong di Purwokerto Segera Melapor
Dadan Hindayana Ditahan, Kejagung Usut Dugaan Penyimpangan MBG
OJK Perkuat BPR dan BPRS, Aset Tembus Rp236,69 Triliun dan Kredit UMKM Terus Tumbuh
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 20:40 WIB

OJK Keluarkan Sejumlah Relaksasi Aturan untuk Perkuat Industri Pembiayaan dan Fintech

Sabtu, 13 Juni 2026 - 11:59 WIB

OJK dan ILO Luncurkan Sistem ERP untuk Buka Akses Pembiayaan Peternak Sapi Perah

Selasa, 9 Juni 2026 - 13:03 WIB

SheHacks 2026 Dorong Perempuan UMKM Manfaatkan AI untuk Kembangkan Bisnis

Selasa, 9 Juni 2026 - 10:55 WIB

Tebar Dividen Rp21,9 Triliun, Telkom Pertahankan Jajaran Direksi

Minggu, 7 Juni 2026 - 19:53 WIB

Satgas PASTI Bongkar Penghimpunan Dana Ilegal Koperasi BLN, Ketua Koperasi Ditangkap

Berita Terbaru