MATAPEDIA6.com, BATAM – Pemerintah Kota Batam kembali memperkuat layanan transportasi publik dengan menambah 19 unit armada baru Trans Batam.
Penambahan armada ini diharapkan mampu memangkas waktu tunggu penumpang di halte sekaligus memperluas konektivitas layanan transportasi antarpelabuhan hingga pusat bisnis di Kota Batam.
Peluncuran armada baru tersebut dilakukan di Dataran Engku Putri Batam Centre. Dalam kesempatan itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Batam, Yusfa Hendri, yang mewakili Plh Wali Kota Batam Li Claudia Chandra, menegaskan komitmen pemerintah menghadirkan transportasi umum yang aman, nyaman, dan mudah diakses masyarakat.
Menurut Yusfa, salah satu ciri kota modern adalah tersedianya akses transportasi publik yang baik bagi masyarakatnya. Karena itu, Pemko Batam terus berupaya meningkatkan kualitas layanan Trans Batam.
“Sekarang koridor-koridor Trans Batam sudah menghubungkan layanan port to port dan port to business. Jadi masyarakat yang tiba dari pelabuhan bisa langsung melanjutkan perjalanan menggunakan bus menuju pusat-pusat aktivitas di Batam,” kata Yusfa.
Baca juga: Dishub Batam Anggarkan Rp 450 Juta Bangun Lima Halte Trans Batam Tahun 2026
Yusfa menjelaskan, shelter bus saat ini sudah tersedia di sejumlah pelabuhan strategis seperti Pelabuhan Domestik Sekupang, Pelabuhan Internasional Batam Centre, hingga Pelabuhan Telaga Punggur.
Dengan konsep tersebut, penumpang kapal dari Tanjungpinang, Tanjunguban, Singapura, maupun Malaysia dapat langsung terkoneksi dengan layanan bus menuju Batam Centre, Nagoya, dan kawasan bisnis lainnya.
Pemko Batam juga berencana memperluas integrasi layanan Trans Batam hingga ke Bandara Internasional Hang Nadim agar mobilitas masyarakat semakin mudah.
“Ke depan kami berharap transportasi publik ini bisa terintegrasi dari pelabuhan ke pelabuhan, pusat bisnis hingga bandara internasional,” katanya.
Yusfa menambahkan, penambahan 19 unit armada baru ini diharapkan mampu mengurangi waktu tunggu penumpang dan meningkatkan kenyamanan pengguna jasa transportasi umum.
“Kami mengajak seluruh masyarakat bersama-sama menjaga fasilitas transportasi publik ini agar tetap nyaman dan dapat dimanfaatkan dengan baik,” ujarnya.
Baca juga: DPRD Batam Sahkan Perda Angkutan Massal Berbasis Jalan, Trans Batam Siap Bertransformasi
Sebanyak 19 armada baru tersebut akan ditempatkan di beberapa koridor utama Trans Batam.
Sebanyak lima unit bus akan melayani koridor Jodoh–Batam Centre. Kemudian enam unit ditempatkan di koridor Tanjungpiayu–Punggur, dan enam unit lainnya memperkuat koridor Punggur–Batam Centre.
Sementara masing-masing satu unit akan ditempatkan di koridor Tanjunguncang–Sekupang dan Sekupang–Batam Centre.
Kepala UPT Trans Batam, Cipto, mengatakan penambahan armada ini membuat jumlah total bus Trans Batam meningkat menjadi 52 unit.
“Sebelumnya kita memiliki 33 unit, sekarang bertambah menjadi 52 unit,” ujarnya.
Untuk tarif, Trans Batam masih memberlakukan harga Rp5 ribu bagi penumpang umum dan Rp2.500 bagi pelajar tanpa membedakan jarak perjalanan.
Di lokasi yang sama, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdako Batam, Suhar, menjelaskan pengadaan armada dilakukan melalui skema BTS (Buy The Service).
Baca juga: Luncurkan 13 Bus Trans Batam, DPRD Apresiasi Komitmen Pemko Tingkatkan Layanan Publik
Melalui sistem tersebut, penyedia jasa bertanggung jawab terhadap pengadaan armada, operasional, pemeliharaan, hingga sistem keselamatan. Sementara pemerintah hanya membayar layanan berdasarkan hitungan per kilometer operasional.
“Skema ini membuat pelayanan transportasi umum di Batam menjadi lebih modern dan efisien,” katanya.
Menurut Suhar, penambahan armada baru dilakukan untuk meremajakan bus lama sekaligus memperluas jangkauan layanan Trans Batam.
Saat ini Trans Batam telah melayani sembilan koridor dan ditargetkan berkembang menjadi 10 koridor utama ditambah 10 trayek feeder dalam lima tahun mendatang.
Pemko Batam juga menargetkan waktu tunggu penumpang dapat dipangkas menjadi 10 hingga 20 menit dengan jam operasional mulai pukul 05.30 WIB hingga 22.00 WIB.
“Koridor Jodoh nantinya akan dikembangkan hingga Bengkong dan Sungai Panas. Begitu juga koridor Nongsa–Batam Centre akan terintegrasi dengan Bandara Hang Nadim,” ujarnya.
Saat ini jumlah penumpang harian Trans Batam mencapai sekitar 6 ribu orang, dengan komposisi 70 persen penumpang umum dan 30 persen pelajar.
Bersamaan dengan peluncuran armada baru, Pemko Batam juga memperkenalkan sistem pembayaran digital QRIS TAP.
Baca juga: BPKAD Batam Percepat Digitalisasi Keuangan, Dorong Transaksi Pemerintah Lebih Cepat dan Transparan
Jika sebelumnya pembayaran dilakukan dengan memindai QR code menggunakan kamera ponsel, kini penumpang cukup menempelkan smartphone berfitur NFC ke alat pembayaran yang tersedia di dalam bus.
Inovasi tersebut merupakan hasil kerja sama Pemko Batam dengan Bank Indonesia guna mendukung sistem pembayaran transportasi publik yang lebih cepat dan praktis.
“Cukup ditempelkan saja handphone yang memiliki fitur NFC, transaksi langsung berjalan,” ujar Suhar.
Armada baru Trans Batam dijadwalkan mulai beroperasi penuh pada 1 Juni 2026 mendatang.
Penulis: Luci |Editor: Zalfirega
















