OJK dan ILO Luncurkan Sistem ERP untuk Buka Akses Pembiayaan Peternak Sapi Perah

Sabtu, 13 Juni 2026 - 11:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

OJK dan ILO luncurkan sistem ERP. Foto:OJK Kepri

OJK dan ILO luncurkan sistem ERP. Foto:OJK Kepri

71 / 100 Skor SEO

MATAPEDIA6.com, MALANG – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama International Labour Organization (ILO) meluncurkan sistem Enterprise Resource Planning (ERP) untuk memperluas akses pembiayaan formal bagi peternak sapi perah di Jawa Timur.

Peluncuran yang berlangsung di Koperasi Agro Niaga (KAN) Jabung, Kabupaten Malang, Kamis (11/6/2026), menjadi bagian dari program PROMISE 2 IMPACT. Program ini merupakan kolaborasi ILO, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, dan OJK yang mendapat dukungan Pemerintah Swiss melalui State Secretariat for Economic Affairs (SECO).

Program tersebut hadir untuk menjawab salah satu persoalan utama yang selama ini dihadapi peternak sapi perah, yakni sulitnya memperoleh pembiayaan dari lembaga keuangan formal akibat minimnya data usaha yang terdokumentasi dengan baik.

Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto (IAKD) OJK, Adi Budiarso, mengatakan banyak peternak menghadapi hambatan pembiayaan karena lembaga keuangan kesulitan memperoleh data usaha yang valid.

“Kami menerima laporan bahwa peternak kerap mengalami kendala mengakses pembiayaan formal akibat keterbatasan data, profil usaha yang belum jelas, kapasitas produksi yang tidak terdokumentasi, hingga kondisi keuangan yang belum tercatat dengan baik,” kata Adi dalam keterangannya, Sabtu (13/6/2026).

Menurut Adi, OJK melalui Pusat Inovasi OJK Infinity kemudian menggandeng ILO untuk membangun ekosistem digital yang mampu memperkuat usaha peternak sekaligus membuka akses pembiayaan yang lebih luas.

Baca juga:BP Batam Gandeng Koarmada I Bahas AI untuk Perkuat Keamanan Pelabuhan Batam

Melalui sistem ERP, koperasi dapat mencatat data produksi, operasional, dan keuangan secara real time. Data tersebut memberi gambaran yang lebih akurat mengenai kapasitas produksi, kualitas usaha, serta kondisi keuangan para peternak.

OJK juga mengintegrasikan ERP dengan layanan Pemeringkat Kredit Alternatif (PKA) dan Penyelenggara Agregasi Jasa Keuangan (PAJK). Integrasi ini memungkinkan lembaga keuangan menilai profil kredit peternak secara lebih objektif.

“Data yang dihasilkan ERP memungkinkan pemeringkat kredit alternatif membangun profil kredit peternak secara lebih akurat dan inklusif. Bersama PAJK, sistem ini menjadi jembatan yang menghubungkan peternak dengan ekosistem jasa keuangan formal sesuai kebutuhan mereka,” ujarnya.

Direktur ILO untuk Indonesia dan Timor-Leste, Simrin Singh, menilai transformasi digital menjadi faktor penting dalam memperkuat ketahanan usaha masyarakat.

Menurut Simrin, digitalisasi tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga memperluas akses pembiayaan, memperkuat daya tahan usaha, serta menciptakan peluang kerja yang lebih baik.

“Kolaborasi ini menunjukkan bagaimana inovasi, kebijakan publik, dan kemitraan multipihak dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif,” katanya.

Dukungan serupa datang dari Duta Besar Swiss untuk Indonesia, Timor-Leste, dan ASEAN, Olivier Zehnder. Ia menegaskan bahwa penguatan pelaku usaha lokal menjadi fondasi penting dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan.

“Ketika peternak memiliki akses terhadap informasi, teknologi, dan layanan keuangan yang lebih baik, mereka memiliki kapasitas lebih besar untuk berinvestasi, meningkatkan produktivitas, dan berkontribusi pada pembangunan ekonomi daerah,” ujar Olivier.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono, mengatakan sektor sapi perah memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus menggerakkan ekonomi daerah.

Menurutnya, digitalisasi dan perluasan akses keuangan akan membantu menciptakan sektor peternakan yang lebih modern, produktif, dan berdaya saing.

Peluncuran tersebut menandai keberhasilan penerapan sistem ERP yang telah terintegrasi dengan layanan Pemeringkat Kredit Alternatif pada tiga koperasi sapi perah prioritas di Jawa Timur, yakni KAN Jabung, Koperasi Peternak Sapi Perah Setia Kawan, dan KPUD Tani Wilis.

Ketiga koperasi tersebut menaungi lebih dari 10.000 anggota peternak.

Sebagai tindak lanjut, OJK menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama berbagai pemangku kepentingan untuk memperluas implementasi program ke seluruh wilayah Jawa Timur. OJK berharap model yang telah diterapkan di tiga koperasi tersebut dapat direplikasi pada sektor dan daerah lain di Indonesia.

 

Baca juga:Nobar Piala Dunia 2026 di Polda Kepri Berlangsung Meriah, Korea Selatan Menang Comeback atas Ceko

Editor:Zalfirega 

 

Berita Terkait

OJK Sebut Kredit Tetap Tumbuh, Industri Pengolahan Jadi Andalan Bisnis Perbankan hingga Triwulan III 2026
Penerbangan Lion Group dari Jakarta Mulai Dibuka Bertahap, Ini Alasannya
OJK Dorong Pekerja Informal Mulai Siapkan Dana Pensiun Sejak Dini
Kasus Dugaan Penghinaan Etnis, Terdakwa Ajukan Restorative Justice di PN Batam
Destry Damayanti Jadi Gubernur Bank Indonesia, Fokus Jaga Stabilitas
OJK Perkuat Organisasi, Siapkan Pengawasan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis
Investasi Kripto Tanpa Izin OJK, Satgas PASTI Setop YWWSDC dan RTHAE
Patroli Imigrasi di Canggu Amankan Lima WNA karena Overstay
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 21:37 WIB

OJK Sebut Kredit Tetap Tumbuh, Industri Pengolahan Jadi Andalan Bisnis Perbankan hingga Triwulan III 2026

Selasa, 8 September 2026 - 12:40 WIB

Penerbangan Lion Group dari Jakarta Mulai Dibuka Bertahap, Ini Alasannya

Minggu, 6 September 2026 - 17:17 WIB

OJK Dorong Pekerja Informal Mulai Siapkan Dana Pensiun Sejak Dini

Jumat, 4 September 2026 - 21:25 WIB

Kasus Dugaan Penghinaan Etnis, Terdakwa Ajukan Restorative Justice di PN Batam

Rabu, 2 September 2026 - 21:24 WIB

Destry Damayanti Jadi Gubernur Bank Indonesia, Fokus Jaga Stabilitas

Berita Terbaru