MATAPEDIA6.com, BATAM – Duka mendalam menyelimuti keluarga Bripda Natanael Simanungkalit. Anggota Polri yang baru dilantik pada Desember 2025 itu ditemukan meninggal dunia di Mess Bintara Remaja Polda Kepulauan Riau (Kepri), Selasa (14/4/2026).
Kematian personel Bintara Samapta angkatan 2025 ini menyisakan tanda tanya besar. Pasalnya, pada tubuh korban ditemukan sejumlah luka lebam, terutama di bagian punggung dan kepala belakang, yang memunculkan dugaan adanya tindak kekerasan.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, korban diduga mengalami penganiayaan yang melibatkan sejumlah senior di lingkungan tempatnya bertugas.
Bahkan, penyidik telah menetapkan satu orang tersangka berinisial Bripda AS, yang merupakan senior korban.
Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Nona Pricillia, membenarkan penetapan tersangka tersebut.
Hingga saat ini, sembilan orang saksi telah diperiksa untuk mengungkap secara terang peristiwa tersebut.
Baca juga: Eks Kasat Narkoba Polresta Barelang Dituntut Hukuman Mati, Jaksa: Pengkhianat Institusi
“Benar, sudah dilakukan pemeriksaan terhadap sembilan saksi dan satu orang telah ditetapkan sebagai tersangka, yakni Bripda AS yang merupakan senior korban,” ujarnya.
Meski demikian, proses penyelidikan masih terus berlangsung untuk mengungkap secara utuh kronologi kejadian dan kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Keluarga mengaku sangat terpukul atas kepergian Natanael yang begitu mendadak. Mereka menerima kabar duka pada Selasa dini hari sekitar pukul 03.00 WIB.
Padahal, hanya beberapa jam sebelumnya, sekitar pukul 20.00 WIB, Natanael masih sempat melakukan panggilan video dengan orang tua dan adik-adiknya dalam kondisi sehat.
“Jam 3 subuh kami ditelepon, dibilang hanya kecelakaan. Tapi saat kami sampai, tubuhnya sudah penuh memar, terutama di bagian belakang kepala,” ungkap Jefri Simanungkalit, paman korban.
Baca juga: Mantan Kasat Narkoba Polresta Barelang Divonis Seumur Hidup
Keluarga pun meyakini kematian Natanael bukanlah kecelakaan biasa. Dugaan pengeroyokan menguat setelah melihat kondisi fisik korban.
“Saya yakin ini bukan satu lawan satu. Dia bisa bela diri karate. Kalau sendiri, pasti bisa melawan,” tambahnya.
Di mata keluarga, Natanael dikenal sebagai pribadi yang pendiam dan tidak pernah membuat masalah. Ia merupakan anak kedua dari empat bersaudara, putra pasangan Royamser Simanungkalit dan Rosdewi br Napitupulu.
Sejak dilantik sebagai anggota Polri, ia tinggal di mess yang berada di lingkungan Mapolda Kepri.
Kini, rumah duka di Perumahan Buana Mas 2, Sagulung, dipenuhi suasana haru. Tangis keluarga pecah saat kerabat dan pelayat berdatangan memberikan penghormatan terakhir.
Kapolda Kepri Irjen Asep Safrudin menyampaikan duka cita mendalam atas peristiwa tersebut dan menegaskan komitmennya untuk mengusut kasus ini hingga tuntas.
Baca juga: Dua Anggota Polresta Padang Dipecat, Terlibat Kasus Narkotika dan Pelanggaran Etik
Ia telah memerintahkan Kabid Propam dan Dirreskrimum untuk menangani perkara ini secara profesional dan transparan.
“Polda Kepri tidak akan mentolerir pelanggaran sekecil apa pun,” tegas Nona Pricillia menyampaikan arahan Kapolda.
Untuk memastikan penyebab kematian secara objektif, proses autopsi dilakukan dengan melibatkan tim dokter Polri bersama tim independen dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).
Penulis: Luci |Editor: Zalfirega


















